<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780</id><updated>2012-02-01T10:33:23.066+07:00</updated><category term='kecelakaan'/><category term='kaya'/><category term='penghasilan'/><category term='merdeka financial'/><category term='kualitas'/><category term='mulu'/><category term='produk'/><category term='SMI'/><category term='gula'/><category term='krisis'/><category term='pertumbuhan'/><category term='HPE'/><category term='RSPO'/><category term='uang pensiun'/><category term='standard'/><category term='wealth'/><category term='dunia usaha'/><category term='wealth manager'/><category term='kerjasama'/><category term='biaya'/><category term='carry trade'/><category term='Reksa dana'/><category term='perekonomian'/><category term='angka nol'/><category term='piala dunia'/><category term='kakao'/><category term='alokasi'/><category term='malaysia'/><category term='money archetype'/><category term='price'/><category term='CPO'/><category term='reksadana'/><category term='cost cutting'/><category term='pensiun'/><category term='impor'/><category term='legal'/><category term='likuiditas'/><category term='standard internasional dalam manajemen risiko'/><category term='pemimpin'/><category term='cina'/><category term='mata uang'/><category term='pph'/><category term='penyeleundupan'/><category term='kerbau'/><category term='barang'/><category term='deflasi'/><category term='legenda'/><category term='RDTK'/><category term='kinerja'/><category term='SNI'/><category term='studi'/><category term='saham'/><category term='china'/><category term='manajer investasi'/><category term='isu lingkungan'/><category term='harga'/><category term='REPO'/><category term='manajemen keuangan rumah tangga'/><category term='ACFTA'/><category term='macam'/><category term='kajian'/><category term='hektar'/><category term='distributor'/><category term='lapar mata'/><category term='menteri keuangan'/><category term='santunan hari tua'/><category term='sawit'/><category term='labaik'/><category term='aset aktif'/><category term='konsumen'/><category term='kadin'/><category term='ASEAN'/><category term='redenominasi'/><category term='emas hijau'/><category term='cost effectiveness'/><category term='optimis'/><category term='BKF'/><category term='produktivitas'/><category term='aset'/><category term='financial'/><category term='persiapan pensiun'/><category term='WTO'/><category term='BUMN'/><category term='hati'/><category term='invesasi emas'/><category term='produk turunan'/><category term='integritas'/><category term='ilegal'/><category term='waktu'/><category term='sri mulyani'/><category term='dubai'/><category term='investor'/><category term='portofolio'/><category term='setoran'/><category term='komoditas'/><category term='alokasi aset'/><category term='distributor gula'/><category term='diversifikasi'/><category term='ORI'/><category term='BSC'/><category term='wealth management'/><category term='belanda'/><category term='emas'/><category term='UGM'/><category term='sejarah'/><category term='Kekayaan'/><category term='mutu'/><category term='rupiah'/><category term='sinta'/><category term='tahun'/><category term='karet'/><category term='prospek perkebunan'/><category term='amerika'/><category term='harga diri'/><category term='pengorganisasian risiko'/><category term='anggaran'/><category term='sosialisasi'/><category term='petani'/><category term='kesehatan'/><category term='fiskal'/><category term='kebahagiaan'/><category term='factor'/><category term='sehat keuangan'/><category term='prinsip'/><category term='investasi'/><category term='bank duta'/><category term='ijin'/><category term='cost reduction'/><category term='keputusan'/><category term='mbak Ani'/><category term='pemda'/><category term='anggito abimanyu'/><category term='campuran'/><category term='bea keluar'/><category term='defisit'/><category term='manajemen risiko'/><category term='tip'/><category term='rencana'/><category term='Yunani'/><category term='Layanan'/><category term='kemiskinan'/><category term='obligasi'/><category term='kelapa sawit'/><category term='ETF'/><category term='PTPN'/><category term='sempurna'/><category term='rupian'/><category term='pemerintah'/><category term='IPO'/><category term='merdeka'/><category term='sejahtera'/><category term='prinsip investasi'/><category term='IMPOG'/><category term='cost shifting'/><category term='materi'/><category term='mas titok'/><category term='uni eropa'/><category term='regrouping'/><category term='komoditi'/><category term='ekonomi'/><category term='informasi'/><category term='bunga bank'/><category term='murah'/><category term='management'/><category term='positif'/><category term='dana'/><category term='Abimanyu'/><title type='text'>purwati</title><subtitle type='html'>diskusi masalah keuangan yuuuuk...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>102</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-5851841351196069095</id><published>2011-12-23T11:49:00.003+07:00</published><updated>2011-12-23T12:43:17.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecelakaan'/><title type='text'>Kecelakaan Finansial....jangan sampai terjadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ejjrFjtkEJM/TvQU6XkKqxI/AAAAAAAAAPI/z9UzavnP11U/s1600/DebtBallWbg-main_Full.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ejjrFjtkEJM/TvQU6XkKqxI/AAAAAAAAAPI/z9UzavnP11U/s200/DebtBallWbg-main_Full.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689195222266456850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Jangan besar pasak daripada tiang" itu pesan ayahku, awal-awal aku mulai dapat gaji dari pekerjaanku.&lt;br /&gt;Pesan singkat ayahku itu selalu kujadikan acuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dan aku menikmatinya, bahkan kadang jadi canggung ketika harus menikmati kehidupan yang menurutku melebihi standar yang kupakai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Canggung, menikmati ataupun kecanduan gaya hidup yang "besar oasak daripada tiang" adalah sebuah pilihan. Yang paling penting, apapun yang dipilih hindarilah "KECELAKAAN FINANSIAL".&lt;br /&gt;Ya, aku senang menggunakan istilah kecelakaan finansial untuk mengganti istilah "bangkrut finansial" kalau berbicara topik keuangan. Cari punya cari, ketemu artikel tentang kecelakaan finansial di kompas.com yang ditulis Elvyn G Masassya beberapa saat lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, tidak ada seorang pun dari kita yang menginginkan terjadinya kecelakaan. Meski ada kalangan yang tergolong pencinta risiko, hanya orang tidak waras yang jika melakukan sesuatu menginginkan terjadinya kecelakaan. Konkretnya, semua manusia normal tidak pernah mengharapkan terjadinya kecelakaan bagi dirinya, saudara, handai tolan, ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hidup adalah rahasia. Tidak ada juga yang bisa mengetahui apakah akan terjadi kecelakaan atau tidak. Yang bisa adalah mencoba menghindarinya. Dan, kecelakaan hakikatnya tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga bisa terjadi dalam bentuk yang lain, misalnya kecelakaan jiwa, kecelakaan hati, dan juga kecelakaan finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan finansial? Ya, itulah yang akan kita bahas kali ini. Sebab, dalam realitasnya, banyak juga orang yang sebenarnya sudah mengalami kecelakaan finansial, tetapi tidak menyadarinya. Kecelakaan finansial yang paling mendasar dan banyak diderita orang adalah ketika pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran. Kemudian, ketika investasi yang dilakukannya merugi. Juga, ketika utang membubung tinggi dan sudah sangat sulit untuk membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tentu masih banyak lagi jenis kecelakaan finansial lain. Yang membedakan, apakah kecelakaan finansial itu bersifat fatal, dalam arti bisa membangkrutkan, atau hanya berdampak pada cedera finansial, di mana para penderitanya tidak bisa melakukan pemupukan kekayaan. Mari kita telaah satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pendapatan yang tidak pernah cukup. Inilah kecelakaan finansial yang paling banyak diderita orang. Tragisnya, tidak banyak juga yang menyadari. Kecelakaan jenis ini bisa dibagi lagi menjadi beberapa penyebab, yakni orang-orang yang secara finansial memang mengalami keterbatasan, termasuk orang-orang yang hidup dalam kategori miskin dan setengah miskin. Artinya, pendapatan riil mereka memang rendah sekali sehingga untuk membeli beras saja sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang lebih banyak adalah kecelakaan finansial karena soal perilaku. Ini banyak dialami oleh masyarakat perkotaan yang seolah-olah secara kasatmata hidup berkecukupan. Mereka tampil layaknya orang berada. Namun, sebenarnya kondisi finansial mereka berantakan karena pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Dan, defisit tersebut ditutupi dengan utang kartu kredit atau jenis pinjaman lain. Jadi, intinya, kecelakaan tersebut terjadi karena perilaku finansial yang kurang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengatasinya? Solusinya bukanlah terapi finansial, melainkan terapi kejiwaan. Paling tidak mau menyadari akar masalahnya adalah di perilaku konsumtif. Mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak merupakan ”kebutuhan”, tetapi lebih didasari faktor lain, termasuk gengsi, ingin gaya, ingin masuk lingkungan sosial tertentu, dan lain sebagainya. Konkretnya, masalah seperti ini tidak bisa hanya diatasi dengan menaikkan pendapatan. Ini karena kalaupun pendapatan meningkat, tetap saja pengeluaran akan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, kalangan yang masuk dalam kategori seperti itu berkecenderungan mencoba menaikkan pendapatan dengan segala cara, baik cara yang halal maupun tidak halal. Jadi, sekali lagi, menaikkan pendapatan bukanlah solusi final karena masalah utamanya ada di perilaku konsumtif dan perilaku lain. Perbaiki perilaku itu, maka kecelakaan finansial akan tersembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, terjebak dalam utang yang sangat besar. Kecelakaan finansial jenis ini bisa terjadi karena banyak sebab. Utang yang sebenarnya dimaksudkan untuk kegiatan produktif pun bisa mengalami masalah, misalnya kondisi ekonomi yang tiba-tiba tidak kondusif dan lain sebagainya. Akan tetapi, kecelakaan finansial dalam bentuk utang besar kerap kali terjadi karena ketidakpahaman soal utang dan sikap menggampangkan atau perpaduan dari berbagai sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ada orang yang awalnya berutang untuk membeli rumah. Ini sebenarnya tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah jumlah angsuran untuk membayar utang tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan finansial yang bersangkutan. Akhirnya, yang bersangkutan kerap menunggak, lalu tunggakan tersebut dikenakan bunga, denda, dan kemudian membengkak. Akhirnya, pihak yang berutang tidak sanggup lagi membayar. Rumah pun disita pihak bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana solusinya? Pahami kembali, utang yang wajar adalah jika pembayaran angsuran tidak melebihi 30 persen pendapatan sehingga yang 70 persen bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berinvestasi. Namun, tidak jarang, orang-orang berutang dalam jumlah besar sehingga nilai angsurannya bisa mencapai 70 persen pendapatan atau bahkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika situasinya begini, percayalah, hanya menunggu waktu utang tersebut untuk bermasalah. Jadi, cara untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah menurunkan kembali nilai angsuran pembayaran utang dan sekaligus menggeser jangka waktu pembayaran menjadi lebih panjang. Di sisi lain, pihak yang berutang tentu saja mesti menaikkan pendapatan sehingga nanti secara persentase nilai pengeluaran untuk pembayaran utang bisa mencapai 30 persen saja atau paling tidak mengalami penurunan dibandingkan dengan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kecelakaan finansial dalam bentuk kegagalan investasi. Kalau investasi yang dilakukan menggunakan dana sendiri, implikasinya adalah kehilangan kesempatan untuk memupuk kekayaan. Namun, jika investasi tersebut menggunakan dana pinjaman, yang terjadi kemudian adalah penambahan utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun sumber dananya, kegagalan investasi bisa terjadi karena kekeliruan dalam berinvestasi dan perilaku investasi itu sendiri. Kekeliruan dalam berinvestasi, misalnya, adalah berinvestasi pada produk-produk berisiko tinggi yang tidak dipahami karakteristiknya. Yang ada di benak hanyalah keinginan mendapatkan imbal hasil tinggi. Padahal, imbal hasil tinggi sama artinya dengan risiko tinggi. Jenis investasi ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang sudah sangat ahli dalam berinvestasi. Bagi pemula, investasi berisiko tinggi sangat terlarang, apalagi kalau sekadar ikut-ikutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, kalau sudah mengalami kegagalan investasi, apa yang mesti dilakukan? Berhenti berinvestasi? Keliru. Berhenti berinvestasi tidak akan pernah mampu mengembalikan dana Anda yang hilang. Solusi kegagalan berinvestasi adalah lakukan investasi kembali dengan cara yang benar, sesuai dengan karakteristik personal dan tujuan investasi. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Elvyn G Masassya, praktisi keuangan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-5851841351196069095?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/5851841351196069095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=5851841351196069095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5851841351196069095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5851841351196069095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/12/kecelakaan-finansialjangan-sampai.html' title='Kecelakaan Finansial....jangan sampai terjadi'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ejjrFjtkEJM/TvQU6XkKqxI/AAAAAAAAAPI/z9UzavnP11U/s72-c/DebtBallWbg-main_Full.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7653770363545439469</id><published>2011-12-23T11:25:00.003+07:00</published><updated>2011-12-23T11:42:12.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aset aktif'/><title type='text'>Cukupkah aset aktifku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5p9xhFDfPVE/TvQGgYrGzBI/AAAAAAAAAO8/jdPeE7w9WMk/s1600/womankind-businessmen-office_%257Eu22482930.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5p9xhFDfPVE/TvQGgYrGzBI/AAAAAAAAAO8/jdPeE7w9WMk/s200/womankind-businessmen-office_%257Eu22482930.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689179382724611090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Tidak usah beli mobil dulu" kata ayahku&lt;br /&gt;"Kenapa" aku balik bertanya&lt;br /&gt;"Nilai mobil itu turun, kalau mau membeli sesuatu, belikan saja tanah" jawab ayahku&lt;br /&gt;Itu penggalan percakapanku dengan ayahku waktu aku mempunyai sedikit uang untuk diinvestaskan. Meski ayahku bukan berbasis ekonomi, beliau teknik sipil, tetapi pemahaman tentang keuangan jago juga.&lt;br /&gt;Dan aku keterusan menjalanan saran ayahku, sehingga sampai sekarang, setelah bekerja lebih dari 20 tahun, aku belum juga membeli mobil.&lt;br /&gt;Kalau teman-teman sekantor membujukku untuk membeli mobil, aku bilang khan bisa menyewa, bahkan bisa berganti-ganti mobil sesuai keinginan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena terlalu banyak dan sering orang yang membujukku untuk memiliki sebuah mobil, aku menjadi berpikir "Apa yang salah sich dengan tidak memiliki mobil"&lt;br /&gt;Bahkan sekarang aku berpikir, sebenarnya cukupkah porsi aset aktif yang kumiliki dibandingkan dengan aset pasifnya.&lt;br /&gt;Asetku memang tidak banyak, tetapi aku tidak terjebak pada kepemilikan aset pasif yang bahkan nilainya berkurang seiring waktu yang berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kegalauan ini sedikit terobati dengan tulisan kmpas.com tentang perencanaan aset aktif yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikan aset aktif semestinya berkontribusi untuk mencapai tujuan finansial Anda. Anda dapat memeroleh pendapatan pasif dari aset aktif ini. Penghasilan pasif merupakan penghasilan yang Anda dapat tanpa perlu bekerja aktif. Karenanya, selain merencanakan keuangan, Anda juga perlu merencanakan aset aktif dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencana keuangan Ligwina Hananto, dalam bukunya Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin, menjelaskan kebanyakan orang hanya memiliki salah satu dari dua hal ini: aset aktif atau rencana keuangan. "Padahal semestinya kita mesti memiliki kombinasi sehat dari kedua hal tersebut," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda menetapkan tujuan finansial, langkah selanjutnya adalah menetapkan langkah untuk mencapainya. Nah, ada dua tahap perencanaan keuangan dalam rangka mencapai tujuan finansial. Pertama, rencana keuangan dasar dan kedua, rencana keuangan lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ligwina memaparkan, dana untuk memenuhi berbagai tujuan finansial suatu hari akan dipakai sampai habis. Karenanya, sangat penting untuk menggunakan produk likuid dan terukur pertumbuhannya untuk mencapai tujuan finansial pada tahap dasar. Produk reksadana dapat menjadi pilihannya. Saat dana Anda sudah mencapai jumlah yang ditargetkan, Anda akan mencairkan reksadana ini dan menggunakannya seseuai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika hanya mengandalkan rencana keuangan dasar ini, suatu saat aset Anda akan habis. Inilah pentingnya mengombinasikan rencana keuangan dan aset aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aset aktif&lt;br /&gt;Aset aktif terbagi tiga; bisnis, properti, dan surat berharga. Tidak semua orang punya bakat membangun bisnis. Tidak semua orang punya properti yang menghasilkan uang. Tidak semua orang mengerti surat berharga seperti apa yang harus mereka miliki untuk memberikan hasil maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, jika kita tidak pernah mencoba, kita takkan pernah tahu aset aktif mana yang bisa kita andalkan untuk mendukung tujuan finansial ini. Saya memilih mencoba semuanya," saran Ligwina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski memiliki aset aktif berada dalam tahapan siklus kehidupan ketiga, yakni di usia 40-an. Namun, Anda perlu mencobanya lebih awal, untuk mengetahui aset aktif mana yang paling tepat untuk Anda dan memberikan hasil lebih maksimal untuk mendukung pencapaian tujuan finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami aset aktif mana yang tepat untuk Anda, pada usia 40-an Anda sudah memiliki aset aktif yang menjadi penghasilan pasif untuk menambah pencapaian keuangan saat pensiun nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, saat Anda mencoba mengenali aset aktif mana yang paling tepat, Anda akan menghadapi risiko yang lebih liar dibandingkan risiko saat Anda melaksanakan investasi di tahap dasar tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, pada tahap lanjut ini, Anda sedang melatih diri menjadi investor canggih. Anda dapat lebih memahami risiko, pengetahuan Anda pun terus bertambah. Dana yang Anda investasikan pada aset aktif ini pun seharusnya sudah "siap menabrak tembol", ungkap Ligwina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ayo mulai pikirkan. Bisnis seperti apa yang Anda inginkan? Properti seperti apa yang Anda ingin bangun? Surat berharga apa yang Anda ingin pelajari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buku Untuk Indonesia yang Kuat 100 Langkah untuk Tidak Miskin, Ligwina Hananto, Penerbit Literati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7653770363545439469?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7653770363545439469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7653770363545439469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7653770363545439469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7653770363545439469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/12/cukupkah-aset-aktifku.html' title='Cukupkah aset aktifku'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5p9xhFDfPVE/TvQGgYrGzBI/AAAAAAAAAO8/jdPeE7w9WMk/s72-c/womankind-businessmen-office_%257Eu22482930.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1202122671799178885</id><published>2011-12-22T14:45:00.002+07:00</published><updated>2011-12-22T15:25:04.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sehat keuangan'/><title type='text'>Sehatkah keuanganku ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-dWZ0zFySmwY/TvLpQGbxvLI/AAAAAAAAAOw/EUmxKv-DBbo/s1600/rich%2Bwoman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dWZ0zFySmwY/TvLpQGbxvLI/AAAAAAAAAOw/EUmxKv-DBbo/s200/rich%2Bwoman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688865742136655026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa akhir tahun 2011 sudah didepan mata....trus itung-itung kewajiban finansail yang masih belum terselesaikan...lha koq masih ada sisa kewajiban zakat mal yang belum terbayar...wach harus segera hubungi kawanku yang biasa nyalurkan nich....tapi aku jadi merenung, adakah keuanganku tahun 2011 ini dalam kondisi sehat....&lt;br /&gt;Kebetulan koq baca kompas.com nemu artikel tentang ciri-ciri sehat keuangan yang bisa dibagi dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang bahwa aktivitas keuangan kita -entah itu utang kartu kredit, biaya bulanan, sewa rumah, atau tagihan pinjaman rumah- tak bisa dilepaskan dari hidup kita. Karena itu jangan heran jika utang dalam jumlah besar atau kondisi keuangan kita secara langsung akan mempengaruhi kehidupan emosional, fisik, dan spiritual kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan ketika separuh penghasilan Anda harus Anda setor kembali ke bank untuk membayar utang kartu kredit setiap bulan. Hal ini menjadi tanda bahwa Anda dikendalikan oleh uang (atau utang). Penghasilan bukan lagi menjadi tanda bahwa Anda mandiri, melainkan menjadi sumber stres karena sebagian harus digunakan untuk melunasi hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan harus membangun hubungan yang sehat dan jujur dengan uang," ujar pakar finansial Suze Orman. “Kita juga perlu melihat hubungan ini sebagai suatu refleksi hubungan kita dengan diri kita sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk menjaga bahwa kondisi keuangan kita tetap sehat. Suze Orman mengatakan, setidaknya ada lima hal yang menunjukkan bahwa keuangan Anda cukup sehat:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Anda sadar dengan “money personality” Anda. &lt;/span&gt;Hal ini bisa dilihat dari latar belakang keluarga Anda, apakah orangtua Anda berinvestasi di bidang properti, memiliki rekening di bank yang menetapkan bunga yang rendah, reksa dana, atau justru mereka terlibat utang? Kebiasaan Anda menabung dan menggunakan uang, cara Anda berinvestasi, berpandangan mengenai uang, dan bagaimana perspektif finansial, sebagian dibentuk oleh cara orangtua Anda memperlakukan uang saat Anda masih kecil. Kepribadian uang Anda langsung mempengaruhi hubungan Anda dengan uang, dan semakin Anda sadar mengenai hal ini, semakin Anda tidak tergantung pada uang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Anda berani mengambil risiko finansial.&lt;/span&gt; Berani mengambil risiko secara finansial tidak selalu berarti Anda berani berinvestasi sebesar Rp 100 juta dalam bisnis baru seorang teman, atau Anda hobi berbelanja dengan kartu kredit hingga tagihan Anda mencapai ratusan juta rupiah. Risiko finansial bisa juga digolongkan sebagai langkah yang cerdas, misalnya jika Anda membeli rumah sebagai investasi, atau mencari cara-cara untuk memperoleh uang dari hobi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Anda memiliki tabungan, investasi, atau account kartu kredit sendiri&lt;/span&gt;. Banyak perempuan yang ingin meninggalkan suami mereka, namun tidak sanggup karena mereka tidak memiliki penghasilan sendiri untuk membiayai hidup mereka. Bila Anda memiliki rekening di bank sendiri, itu sudah menandakan bahwa Anda perempuan independen dalam hal keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Anda memiliki tujuan keuangan secara individu maupun berpasangan&lt;/span&gt;. Tujuan Anda sebagai pasangan menikah, biasanya adalah mampu membayar tagihan rumah dalam hitungan sekian tahun. Tujuan Anda sebagai perempuan bekerja adalah meningkatkan penghasilan menjadi sekian juta rupiah sebulan. Sedangkan suami mungkin juga memiliki tujuan sendiri, namun berkaitan dengan investasi. Sebagai perempuan yang memiliki kebebasan dalam mengelola penghasilan, sebaiknya Anda juga menetapkan tujuan yang terpisah dari pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Anda memahami persoalan keuangan secara mendasar&lt;/span&gt;. Sebut saja mengenai asuransi kesehatan, dana pensiun, suku bunga, pajak penghasilan, dan lain sebagainya. Semakin Anda menguasai masalah keuangan, semakin Anda menjadi independen, karena Anda tahu apa yang harus Anda lakukan dengan uang Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1202122671799178885?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1202122671799178885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1202122671799178885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1202122671799178885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1202122671799178885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/12/sehatkah-keuanganku-ini.html' title='Sehatkah keuanganku ini'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dWZ0zFySmwY/TvLpQGbxvLI/AAAAAAAAAOw/EUmxKv-DBbo/s72-c/rich%2Bwoman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1240574008655540443</id><published>2011-04-28T14:44:00.003+07:00</published><updated>2011-04-28T14:52:39.875+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbak Ani'/><title type='text'>Himbauan mbak Ani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-JShwPTE0pYA/TbkctKRWaPI/AAAAAAAAAOk/aT8LMFZlZHA/s1600/mulyani-590x393.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JShwPTE0pYA/TbkctKRWaPI/AAAAAAAAAOk/aT8LMFZlZHA/s400/mulyani-590x393.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600539173788739826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pemerintah begitu senang mewartakan deflasi dua bulan terakhir, berbeda pandangan yang diberikan mbak Ani yang sudah meninggalkan negeri ini sejak Juni 2010 lalu demi mengemban tugas lebih besar di bank dunia sebagai Managing Director. Himbauan beliau sampaikan saat bertemu presiden dan jajaran menteri di Nusa Dua Bali beberapa saat lalu seperti dilansir detikfinance.com.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani meminta pemerintah mewaspadai risiko inflasi dan infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dilakukan di Hotel Intercontinental, Nusa Dua, Bali, Jumat malam (9/4/2011). Sekitar pukul 23.00 WITA Sri Mulyani pun keluar diantarkan Presiden beserta para menteri. Ketika ditanya mengenai apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani mengaku hanya bertukar pikiran terkait kebijakan perekonomian Indonesia dalam menghadapi tantangan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita bertukar pikiran mengenai berbagai perkembangan yang terjadi di berbagai kawasan seperti yang Anda ketahui bahwa tanggung jawab saya dalam hal ini adalah menyangkut negara-negara di Amerika Latin, di Middle East dan North Africa maupun East Asia Pacific," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi melakukan perbandingan dari persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi di tiga kawasan ini terutama pada middle income countries yang memiliki banyak kesamaan masalah ekonomi apakah itu menyangkut equality, apakah itu menyangkut kebutuhan infrastruktur maupun dari sisi kemampuan mereka untuk menjaga perekonomiannya dari shock yang sifatnya eksternal sehingga itu dijadikan semacam referensi utnuk melihat apakah indonesia dengan perencanaan dan kebijakan saat ini sedang dilakukan bisa mengatasi masalah itu," tutur Sri Mulyani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani menilai perekonomian Indonesia sudah berjalan cukup baik. Dia mengaku tidak memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah kan sudah menjelaskan perekonomian dan kita melakukan tukar pikiran. Jadi ada pertukaran yang cukup bagus mengenai apa-apa yang bisa dipelajari dari pelajaran negara-negara lain maupun di Indonesia sendiri punya pengalaman yang bisa di-share dengan negara-negara lain," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap mengingatkan pemerintah untuk lebih memerhatikan inflasi dan infratruktur dalam menghadapi tantangan eksternal seperti kenaikah harga pangan dan minyak dunia, serta berbagai konflik yang terjadi di Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih ada beberapa risiko yang mungkin harus dikelola, katakanlah seperti inflasi dan masalah infrastruktur dan lain-lain," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani kembali ke Indonesia pada tanggal 7 April malam untuk mengunjungi acara AFMM. Itulah pertama kalinya Sri Mulyani tampil ke publik Indonesia sejak dirinya menarik diri dari susunan Kabinet Indonesia Bersatu II karena lebih memilih menjadi Managing Director Bank Dunia sejak Juni 2010. Dia mengaku akan kembali ke Washington pada hari ini (9/4/2011).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1240574008655540443?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1240574008655540443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1240574008655540443' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1240574008655540443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1240574008655540443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/04/himbauan-mbak-ani.html' title='Himbauan mbak Ani'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JShwPTE0pYA/TbkctKRWaPI/AAAAAAAAAOk/aT8LMFZlZHA/s72-c/mulyani-590x393.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-5039700795384287286</id><published>2011-04-28T14:33:00.004+07:00</published><updated>2011-04-28T14:41:47.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='deflasi'/><title type='text'>Apa hubungan deflasi dengan prestasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7rFqQDcf278/TbkZ--65OLI/AAAAAAAAAOc/LTgzwOlEzJs/s1600/interest-rate-shape-diamond-art-illustration-thumb10917646.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7rFqQDcf278/TbkZ--65OLI/AAAAAAAAAOc/LTgzwOlEzJs/s400/interest-rate-shape-diamond-art-illustration-thumb10917646.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600536181444524210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan Maret dan April ini pemerintah begitu antusias mewartakan deflasi yang dicapai pemerintah. Orang awam bingung dibuatnya karena kalau inflasi dan harga di pasar murah masih ada hubungannya, tetapi ketika pemerintah mewartakan deflasi sementara barang dipasar harga merambat naik, trus apa artinya ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat tulisan di detikfinance.com mengenai deflasi bukan berarti prestasi, beberapa saat lalu yang kukopaskan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deflasi sebesar 0,32% yang terjadi pada Maret 2011 (april mencapai 0,25%) bukan sebuah prestasi yang diraih pemerintah. Pasalnya, deflasi terjadi karena penurunan harga bahan makanan yang memiliki andil dalam menurunkan inflasi sebesar 0,51%, sedangkan kelompok selain bahan makanan justru mengalami peningkatan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR-RI Arif Budimanta kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (3/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Deflasi ini bukan berarti prestasi, penurunan harga bahan makanan tidak diikuti oleh penurunan harga barang lain. Hal ini menggambarkan peningkatan beban produsen bahan makanan atau petani. Karena hargal jual produknya menurun sedangkan barang lainnya yang harus dibeli justru meningkat," ujar Arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Arif, deflasi yang bersumber dari bahan makanan memang sudah tentu terjadi pada Maret, mengingat kebijakan penghapusan tarif impor bahan makanan yang tertuang dalam PMK 241 berlaku hingga 31 Maret 2011. Sehingga, sambungnya bulan Maret menjadi pusat serbuan produk-produk bahan makanan impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melihat perbedaan inflasi antar daerah di Indonesia juga terlihat cukup besar perbedaan harga atau terjadi disparitas harga pada komoditi yang sama di daerah-daerah yang berbeda di Indonesia. Hal ini rasa-rasanya tidak elok bagi Negara Kesatuan Seperti Indonesia. Faktor utamanya sudah jelas yakni tidak tersedianya infrastruktur yang memadai," papar Politisi PDIP ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deflasi yang terutama disebabkan oleh deflasi bahan makanan ini menurut Arif, sepertinya menjadi 'akal-akalan' pemerintah untuk mencapai target inflasi tahun 2011 ini yakni sebesar 5,3%. Sehingga, Arif mengatakan menurunkan harga bahan makanan dilakukan dengan cara melakukan impor bahkan menurunkan tarif impor bahan makanan hingga Rp 0 pada musim panen beberapa komoditi pertanian terutama beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bagi saya ini catatan kelam untuk pemerintah yang telah mengorbankan petani untuk menutupi ketidak mampuannya dalam mengendalikan harga di Indonesia," kata Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2011 terjadi deflasi 0,32%. Utamanya karena penurunan harga bahan pokok seperti cabai dan beras. Deflasi ini merupakan yang tertinggi dari tiga tahun terakhir karena yang pernah dicapai April 2009 sebesar 0,31% dan Januari 2009 sebesar 0,07%.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-5039700795384287286?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/5039700795384287286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=5039700795384287286' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5039700795384287286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5039700795384287286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/04/apahubungan-deflasi-dengan-prestasi.html' title='Apa hubungan deflasi dengan prestasi'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7rFqQDcf278/TbkZ--65OLI/AAAAAAAAAOc/LTgzwOlEzJs/s72-c/interest-rate-shape-diamond-art-illustration-thumb10917646.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7949205741232954532</id><published>2011-03-28T14:20:00.003+07:00</published><updated>2011-03-28T14:26:34.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persiapan pensiun'/><title type='text'>9 dari 10 Orang Belum Siap Pensiun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KmINivppNwk/TZA4DeVIsLI/AAAAAAAAAOU/oo2kxvIrOWU/s1600/pensiun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KmINivppNwk/TZA4DeVIsLI/AAAAAAAAAOU/oo2kxvIrOWU/s400/pensiun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589028769899262130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Milist kagama sempat ramai membahas kesiapan setelah masa pensiun, yach...memang kita harus mempersiapkan pensiun sejak masih usia belia, sebagaimana aku selalu mengingatkan peserta kursus baik itu kursus persiapan pensiun maupun kursus apapun yang sedang aku beri materi manajemen keuangan. Diskusi di milist bersumber dari artikel kompas yang menyatakan bahwa 9 dari 10 orang belum siap pensiun, yang aku kopas dibawah ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak sembilan dari sepuluh orang di Indonesia belum siap menghadapi pensiun. Sekitar 65 persen pensiunan bahkan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan perencana keuangan Eko Endarto dalam acara&lt;br /&gt;Independent Financial Planner Expo di Jakarta, Sabtu (26/3). ”Kenapa&lt;br /&gt;pensiun penting? Karena ada nilai uang, biaya hidup, dan kondisi&lt;br /&gt;fisik,” kata Eko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Endarto memaparkan, sekitar 21 persen masyarakat tak tahu&lt;br /&gt;kebutuhan pensiun. Sekitar 60 persen pensiunan mengandalkan Jaminan&lt;br /&gt;Sosial Tenaga Kerja sebagai sumber penghasilan pada masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko lantas memaparkan kebutuhan hidup pada masa pensiun dengan asumsi&lt;br /&gt;saat ini berusia 30 tahun, akan pensiun pada usia 55 tahun, dengan&lt;br /&gt;usia harapan hidup sekitar 70 tahun atau 75 tahun. Dengan asumsi biaya&lt;br /&gt;hidup saat ini Rp 5 juta per bulan, nilai akan setara dengan Rp 54&lt;br /&gt;juta per bulan nantinya. Diperlukan dana minimal Rp 13 miliar untuk&lt;br /&gt;hidup setara dengan saat ini. ”Dana itu bisa diperoleh dengan&lt;br /&gt;investasi kurang dari Rp 2 juta per bulan apabila produknya tepat,”&lt;br /&gt;ujar Eko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencana keuangan Ligwina Poerwo Hananto menuturkan, ada tiga hal&lt;br /&gt;yang bisa digunakan untuk investasi, yakni bisnis, properti, dan surat&lt;br /&gt;berharga. Salah satu dari investasi itu bisa dilakukan, tetapi harus&lt;br /&gt;sesuai kesiapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspo yang digelar oleh 11 firma perencana keuangan independen di&lt;br /&gt;Indonesia pada hari Sabtu pekan lalu itu dipenuhi pengunjung. Mereka&lt;br /&gt;menyemut di sekeliling area unjuk bincang (talkshow) dan bersedia&lt;br /&gt;antre cukup lama untuk dicek kesehatan finansialnya oleh konsultan&lt;br /&gt;keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung bersedia membayar Rp 75.000 hingga Rp 150.000 —tergantung&lt;br /&gt;waktu pemesanan tiket masuk—untuk memperoleh tips mengelola keuangan&lt;br /&gt;dan berinvestasi. Mahasiswa, yang dapat masuk dengan gratis selama&lt;br /&gt;menunjukkan kartu tanda mahasiswa, juga ramai di area ekspo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Gozali, salah seorang perencana keuangan, mengakui, hadirnya&lt;br /&gt;orang-orang muda menunjukkan kesadaran berinvestasi sudah semakin&lt;br /&gt;meluas. ”Kalau dulu setingkat orang yang baru masuk kerja, sekarang&lt;br /&gt;mahasiswa pun sudah ingin tahu tentang berinvestasi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fransisca dan Nurmaya, mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta, mengaku&lt;br /&gt;datang untuk mengetahui cara-cara merencanakan dan mengelola keuangan&lt;br /&gt;nantinya, saat sudah memasuki dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya juga sudah berpikir, kira-kira investasi yang tepat setelah&lt;br /&gt;kerja nanti seperti apa, supaya uang gaji juga jelas arahnya,” kata&lt;br /&gt;Fransisca. (IDR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://cetak.kompas.com/read/2011/03/28/04460028/9.dari.10.orang.belum.siap.pensiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat mempersiapkan pensiun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7949205741232954532?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7949205741232954532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7949205741232954532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7949205741232954532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7949205741232954532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/03/9-dari-10-orang-belum-siap-pensiun.html' title='9 dari 10 Orang Belum Siap Pensiun'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KmINivppNwk/TZA4DeVIsLI/AAAAAAAAAOU/oo2kxvIrOWU/s72-c/pensiun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8116675980795077752</id><published>2011-03-07T14:04:00.003+07:00</published><updated>2011-03-07T14:10:09.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='money archetype'/><title type='text'>Apakah tipe money archetype anda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6xFNj_M4zAY/TXSEwkyun6I/AAAAAAAAAOM/VHhxtMiLxTY/s1600/phk3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6xFNj_M4zAY/TXSEwkyun6I/AAAAAAAAAOM/VHhxtMiLxTY/s400/phk3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581231808263921570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang biasa mengenal kepribadian pada keterkaitan dengan psikologi umum sehingga dikenla ada pribadi yang melankolis maupun maskulin, namun ternyata kepribadian bisa juga dilihat dari cara karakter pengelolaan uang, sebagaimana yang kubaca di female.kompas.com berikut. Artikelnya sich sudah dimuat tahun lalu, cuma baru kutemukan hari ini, meski terlambat, mudah-mudahan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;money archetype&lt;/span&gt; (budaya dalam diri saat menghadapi keuangan) yang berbeda. Perbedaan archetype ini membuat cara pandang seseorang terhadap uang menjadi berbeda pula. Termasuk bagaimana seseorang memperlakukan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe archetype bukan menunjukkan kepribadian Anda, namun lebih dalam mengarahkan tempat di mana anda berada. Artinya, bagaimana karakter dan kebiasaan Anda mengenai pengelolaan keuangan bisa dikenali dari sini. Dengan mengenali karakter ini, sebagai individu Anda bisa menghindari dari kebocoran keuangan. Dampak positif lainnya lebih terasa pada pasangan. Anda dan pasangan bisa lebih saling mengenali dan mampu mencari solusi keuangan yang menyeimbangkan hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coach Yuza Aziz dan Coach Tom MC Ifle, pemilik iCOACH, memaparkan delapan macam money archetype dan dampaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Innocent&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki tipe ini cenderung memiliki rasa takut , tidak percaya diri, dan tidak mau memikirkan masalah keuangan. Orang-orang tipe ini memiliki rasa ketakutan yang tinggi ketika dihadapkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan keuangan. Dia merasa tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengatur segala seuatu tentang uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya, jika seseorang mendapatkan uang dalam jumlah besar, akan mudah habis. Karena kebiasaan yang dimiliki orang dengan tipe ini cenderung tidak bertanggungjawab dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang karakter innocent-nya aktif dalam dirinya, cenderung tidak belajar tanggung jawab. Karena kebiasaannya, setiap mendapatkan uang hanya akan diserahkan kepada orang lain, misalnya kepada orangtua, untuk mengelolanya," kata Tom kepada Kompas Female, di sela workshop "Money Coaching" di Hotel Harris, Kelapa Gading Jakarta, Jumat (9/7/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Victim&lt;br /&gt;Kebanyakan orang yang memiliki tipe ini cenderung akan menyalahkan orang lain ketika mengalami suatu masalah. Mereka akan merasa khawatir jika masalah yang dihadapi akan berbalik menimpa diri mereka. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan diri, mereka akan menyalahkan orang lain sebagai penyebab terjadinya masalah tersebut. Karakter mendasarnya, orang tipe ini tidak mudah percaya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya, uang menjadi tidak produktif. Karena tipe victim ini tidak mempercayakan uangnya untuk investasi atau menabung di bank, misalnya. Uang hanya akan disimpan dalam brankas atau bahkan di bawah bantal, karena tidak percaya lembaga keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Martyr&lt;br /&gt;Orang-orang pada tipe ini memiliki kecenderungan berkorban buat orang lain. Meskipun demikian, setelah berkorban untuk orang lain, mereka mengharapkan suatu balasan. Sisi negatifnya, dengan banyaknya pengorbanan yang dilakukan untuk orang lain, orang tipe ini seringkali mengabaikan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya, tipe martyr ini tidak pernah bisa menabung. Orang lain akan sangat mengandalkan si martyr ini untuk meminjam uang. Bahayanya lagi, tipe ini tidak berani atau bahkan malas menagih piutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Efek negatif lainnya, karena terlalu banyak menyuapi, orang lain yang dibantunya menjadi manja dan tidak produktif," papar Tom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fool&lt;br /&gt;Tipe ini cenderung memiliki spontanitas yang tinggi, dan bertindak tanpa dipikirkan lebih matang. Mereka tidak berpikir tentang masa depan. Apa yang ada sekarang, itulah yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fool di sini lebih kepada konyol. Karakternya malas, mengharap uang cepat atau instan," kata Tom, menyebut tipe ini sebagai spekulator yang tidak disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya, spekulator ini berani berhutang hanya untuk kesenangan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tyran&lt;br /&gt;Orang-orang yang memiliki tipe ini cenderung takut kehilangan uang. Biasanya, orang pada tipe ini memiliki sifat yang serakah dan tidak pernah puas. Seringkali mereka bekerja terlalu keras tanpa memperdulikan berbagai hal lain di sekelilingnya. Bahkan tidak jarang juga, orang pada tipe ini tidak memperhatikan kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya, tipe ini selalu merasa tidak pernah cukup dengan kondisi keuangannya. Akhirnya cenderung memanipulasi dan terlalu mengontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Warrior&lt;br /&gt;Berbeda dengan kelima tipe di atas, tipe ini memiliki kecenderungan untuk menciptakan ide menjadi realitas. Orang-orang dengan tipe ini memiliki sifat yang bijaksana, mempunyai target yang jelas untuk masa depan, dan juga kalkulatif dalam perhitungan pemasukan dan pengeluaran. Mereka juga memiliki kepercayaan diri dan sukses dalam masalah keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe ini sangat sehat, kata Tom. Orientasinya yang jelas menuju sasaran membuatnya sukses secara finansial. Tipe seperti ini biasanya ditemui pada para pengusaha sukses yang disiplin dengan keuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Magician&lt;br /&gt;Orang yang memiliki tipe ini cenderung menjadikan masa lalu sebagai suatu pembelajaran. Mereka juga berusaha untuk mengubah suatu ide menjadi realitas walaupun terlihat tidak mungkin. Orang-orang dengan tipe ini cenderung memiliki sifat idealis, percaya diri, dan mengandalkan diri sendiri. Mereka percaya bahwa mereka memang dapat mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe seperti inilah yang diharapkan, kata Tom. Dia menjadi tuan atas uangnya dan tidak menjadi hamba atas uang, apalagi mendewakan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Creator/Artist&lt;br /&gt;Tipe ini biasanya mengikuti panggilan hati dalam melakukan berbagai hal. Mereka juga memiliki sifat yang idealis dan spiritual yang cukup baik. Mereka juga terbiasa untuk menciptakan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungannya, tipe ini bekerja demi passion dan tidak realistis. Bahkan terlalu ekstrem, seakan tidak membutuhkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang dengan karakter seperti ini mensabotase dirinya dengan penyangkalan. Membutuhkan uang tetapi seperti tidak butuh, bahkan mau bekerja meski tak dibayar," jelas Tom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengenali berbagai tipe ini, Anda sebagai individu apalagi bersama pasangan bisa saling menyeimbangkan diri. Dengan begitu akan lebih mudah menemukan perencanaan dan solusi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang manakah type anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8116675980795077752?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8116675980795077752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8116675980795077752' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8116675980795077752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8116675980795077752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/03/apakah-tipe-money-archetype-anda.html' title='Apakah tipe money archetype anda'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-6xFNj_M4zAY/TXSEwkyun6I/AAAAAAAAAOM/VHhxtMiLxTY/s72-c/phk3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1425076955693934397</id><published>2011-03-07T10:37:00.003+07:00</published><updated>2011-03-07T10:50:19.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anggaran'/><title type='text'>Bagaimana menyusun anggaran bulanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-g3i2PtcW-wk/TXRV1EwbY1I/AAAAAAAAAOE/HP8XNfjUuAY/s1600/570DQI5I1accounting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 248px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-g3i2PtcW-wk/TXRV1EwbY1I/AAAAAAAAAOE/HP8XNfjUuAY/s400/570DQI5I1accounting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581180208517178194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana mengatur pengeluaran setelah pensiun" Begitu pertanyaan salah satu peserta kursus persiapan pensiun minggu lalu. Pada kursus persiapan pensiun banyak diikuti oleh pasangan suami istri ini menjelang pensiun, ada yang kurang 5 tahun menjelang pensiun tetapi ada juga yang sudah tinggal beberapa bulan lagi pensiun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang banyak orang baru berpikir tentang "cupetnya: keuangan saat pensiun setelah saat pensiun menjelang, padahal semuanya sudah harus dipersiapkan jauh hari sebelum saat itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awal yang harus diatur dalam pengelolaan keuangan keluarga adalah menyusun anggaran bulanan, sepele tetapi sangat berpengaruh pada kantong. Tebal tipisnya kantong akan sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan diri dalam langkah awal ini.&lt;br /&gt;Bahkan penyusunan anggaran keuangan keluarga ini merupakan langkah awal kemandirian keuangan keluarga sebagaimana dilansir female.kompas.com (3/3/2011) berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset mengenai kesadaran finansial yang diadakan Citigroup Asia Pasific atau Citi Fin-Q pada 2010 menunjukkan, semakin banyak orang Indonesia yang menyadari pentingnya merencanakan keuangan. Dari 500 responden dengan penghasilan rata-rata Rp 10 juta per bulan, nilai Indonesia adalah 57 dari 100 poin, meningkat dari tahun sebelumnya, 52.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kesadaran yang meningkat ini tak dibarengi dengan implementasi. Hanya 47 persen responden yang mematuhi anggaran bulanan yang dibuatnya, sedangkan 38 persen responden masih dalam tahap berusaha mengikuti anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotman Simbolon, Vice President Customer Care Center Head Citibank, mengatakan, langkah awal agar bisa memiliki kemandiran finansial adalah dengan membuat anggaran. "Diawali dengan budgeting, lalu saving, investing, dan sharing. Budgeting penting untuk membantu Anda mencapai kemandirian finansial," jelas Hotman dalam Citibank Journalist Class di Jakarta, Rabu (2/3/2011) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan menyusun anggaran untuk mencapai kemandirian finansial diawali dengan menentukan tujuan finansial; kemudian mengumpulkan informasi keuangan personal; lalu mengurangi pengeluaran; dan terakhir membuat formula dalam penyusunan anggaran. Lebih lanjut, Hotman menjelaskan tahapan budgeting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menentukan tujuan finansial&lt;br /&gt;Agar bisa mandiri secara finansial, mulailah dengan menentukan tujuan finansial jangka pendek, menengah, dan panjang. Ajukan sejumlah pertanyaan kepada diri sendiri untuk membantu Anda memperjelas tujuan finansial. Apa yang menjadi prioritas utama Anda, apa saja kebutuhan Anda, dan apa yang menjadi keinginan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengumpulkan berbagai informasi keuangan pribadi&lt;br /&gt;Tahapan selanjutnya, kumpulkan seluruh data penghasilan dan pengeluaran. Data yang harus Anda kumpulkan di antaranya gaji bagi yang sudah bekerja atau uang saku dari orangtua, tagihan kartu kredit, pembayaran barang yang menjadi kebutuhan utama, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lakukan klasifikasi data menjadi tiga bagian untuk dijadikan landasan membuat anggaran. Bagian pertama, yaitu penghasilan, jumlahkan semua penghasilan dari seluruh sumber pendapatan. Bagian kedua, yaitu pengeluaran, jumlahkan semua pengeluaran tetap seperti cicilan rumah, dan pengeluaran variabel seperti uang bensin, telepon, dan lainnya. Ketiga adalah bagian bottom line, yakni selisih antara pendapatan dan pengeluaran yang akan memberikan ukuran apakah pengeluaran Anda sudah berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat bottom line Anda, jika selisihnya positif maka Anda bisa menyisihkan dana lebih untuk menabung atau menaikkan jumlah pembayaran kartu kredit atau utang. Kalau selisihnya negatif, artinya Anda membelanjakan lebih dari pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda membelanjakan lebih dari 15-20 persen gaji bersih, ditambah pembayaran utang atau tagihan kartu kredit, Anda berada pada posisi berbahaya. Teliti kembali pengeluaran Anda, terutama pengeluaran variabel untuk mengontrol pengeluaran. Jangan sampai gaji Rp 5 juta tetapi pengeluaran per bulan Rp 7 juta," tutur Hotman. "Bila perlu, catat pengeluaran bulanan," katanya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kurangi pengeluaran!&lt;br /&gt;Banyak orang yang membelanjakan uang untuk barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, walaupun mungkin diinginkannya. Karenanya, Anda perlu memonitor pengeluaran dengan membawa selalu catatan kecil. Catatan ini akan membantu Anda mengenali kebiasaan belanja setiap bulannya. Tentu saja Anda perlu disiplin mencatat semua pengeluaran harian dan bulanan dalam buku catatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bottom line Anda positif, kebiasaan mengurangi pengeluaran tetap perlu diterapkan. Mulailah dengan membawa makanan dari rumah dan mengurangi makan di restoran. Kurangi juga kebiasaan minum kopi dan makan di restoran cepat saji. "Anda bisa menghemat Rp 5 juta per tahun jika kebiasaan minum kopi sebesar Rp 20.000 tiap hari bisa dikurangi," saran Hotman. Berhenti dari kebiasaan merokok satu bungkus per hari juga bisa menghemat Rp 1 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buatlah formula anggaran&lt;br /&gt;Tahapan terakhir dalam menyusun anggaran adalah membuat formulasi. Tentukan komposisi presentasi anggaran dari gaji bulanan Anda. Seperti berapa persen yang Anda anggarkan untuk tabungan, biaya sewa atau cicilan rumah, makanan, transportasi, pakaian, jalan-jalan, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mengadopsi komposisi anggaran seperti dijelaskan perencana keuangan Ligwina Poerwo-Hananto pada kesempatan berbeda. Ligwina menyarankan, komposisi cicilan utang maksimal 30 persen; komposisi premi asuransi, kebutuhan rumah tangga, transportasi, kebutuhan anak dan keluarga, serta kesehatan adalah 20-40 persen dari penghasilan; komposisi kebutuhan pribadi seperti belanja pakaian, perawatan salon, atau membeli gadget adalah 20 persen. Sisanya, sekitar 10-30 persen, adalah untuk ditabung sebagai dana darurat.&lt;br /&gt;Selamat menyusun angaran bulanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1425076955693934397?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1425076955693934397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1425076955693934397' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1425076955693934397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1425076955693934397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/03/bagaimana-menyusun-anggaran-bulanan.html' title='Bagaimana menyusun anggaran bulanan'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-g3i2PtcW-wk/TXRV1EwbY1I/AAAAAAAAAOE/HP8XNfjUuAY/s72-c/570DQI5I1accounting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-146970249929856535</id><published>2011-02-28T16:07:00.003+07:00</published><updated>2011-02-28T16:25:51.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunga bank'/><title type='text'>bunga bank 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-tySMS9stjzw/TWtp-FjUIWI/AAAAAAAAAN8/vSEzQAUQI6E/s1600/42-21547730.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tySMS9stjzw/TWtp-FjUIWI/AAAAAAAAAN8/vSEzQAUQI6E/s400/42-21547730.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578669078791594338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bunga hutangku tahun 2010 kemarin bisa dapat 9%, sekarang mo hutang lagi, perlu cari info bunga gutang tahun 2011 dulu nich. Eee...nemu artikel detikfinance.com yang bisa menjadi bahan pertimbangan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia (BI) mengungkapkan suku bunga dasar kredit perbankan sampai pekan ketiga Februari 2011 berada di level 11,91%. Walaupun BI Rate mengalami kenaikan pada 4 Februrari 2011, bank sentral masih mencatat suku bunga dasar kredit perbankan tidak mengalami perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah ketika ditemui disela acara Sosialisasi Ketentuan 'Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar Kredit' di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (28/2/2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai dengan minggu ke-3 Februari 2011, SBDK rupiah perbankan tetap di level 11,91%, tidak mengalami perubahan meskipun BI rate telah naik sejak 4 Februari 2011. Bahkan SBDK valas mengalami penurunan bila dibandingkan minggu sebelumnya yakni sebesar 2 bps menjadi 4,73%," ujar Difi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, dibandingkan pekan sebelumnya rata-rata khusus untuk suku bunga deposito rupiah 1 bulan turun 3 bps menjadi 6,43%, sementara rata-rata deposito valas 1 bulan turun 1 bps menjadi 1%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan menurut jenis penggunaan, Difi menyampaikan rata-rata suku bunga kredit efektif rupiah perbankan tidak mengalami perubahan, bahkan kredit Konsumsi efektif rupiah turun 6 bps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara itu, pada suku bunga kredit efektif valas, Kredit Modal Kerja dan Kredit Konsumsi meningkat sebesar 2 bps sedangkan Kredit Investasi efektif turun 3 bps," tutur Difi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-146970249929856535?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/146970249929856535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=146970249929856535' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/146970249929856535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/146970249929856535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/02/bunga-bank-2011.html' title='bunga bank 2011'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tySMS9stjzw/TWtp-FjUIWI/AAAAAAAAAN8/vSEzQAUQI6E/s72-c/42-21547730.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-2104611340658375546</id><published>2011-02-25T12:44:00.003+07:00</published><updated>2011-02-25T12:51:59.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CPO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='price'/><title type='text'>Langit cerah 2011 (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ZjKTHVU6xPg/TWdDYoB5W6I/AAAAAAAAAN0/qZL-W-iuAdg/s1600/sawit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 163px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZjKTHVU6xPg/TWdDYoB5W6I/AAAAAAAAAN0/qZL-W-iuAdg/s400/sawit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577500753862941602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita lihat bahwa pemain utama produsen CPO dunia adalah Indonesia dan Malaysia, dengan Malaysia sebagai leader, sebenarnya merupakan kondisi ataupun situasi yang menyesakkan dada. Bagaimana mungkin kita yang mempunyai luasan areal kebun kelapa sawit berlipat kali areal Negeri Malaysia, tetapi produksinya kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Indonesia sebagai negara produsen dan eksportir besar mempunyai peluang untuk meningkatkan produksi dan produktivitasnya, ini menjadi tantangan di tahun 2011, apakah kita mampu, meski untuk peningkatan laju ekspor akan terhambat karena tingkat konsumsi dalam negeri masih meningkat pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produkstivitas kita masih berkutat di angka 3-4 ton minyak/ha sedangkan Malaysia sudah di angka 6-7 ton minyak/ha. Pembentukan kluster sawit adalah salah satu langkah jitu pemerintah untuk meningkatkan daya saing kelapa sawit kita maupun produk turunannya, sejalan dengan saran Soedjai Kartasasmita agar kita lebih focus dalam peningkatan daya saing tidak hanya sibuk melawan blackcampaign. Meski begitu upaya untuk peningkatan dan penggalian inovasi dalam proses dan produksi tetap harus digalakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prospek kelapa sawit masih sangat bagus ditahun 2011 ini hal ini bisa dilihat dari perkembangan harga CPO dunia. Cuaca buruk di beberapa belahan dunia terutama di Eropa dan Amerika Serikat berpengaruh pada lonjakan harga sawit. Saat ini harga patokan CPO asal Indonesia mencapai 1.280 dollar AS per ton, meski pada akhir Desember 2010, harga CPO mencapai 1.290 dollar AS per ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca dingin disertai badai salju membuat produsen minyak nabati seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari tidak bisa berproduksi, dan ini butuh waktu lama untuk recovery sehingga pad tahun 2011 ini meski harga melonjak, permintaan pasar dunia terhadap CPO tetap akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-0q0hL1fQrE8/TWdC3gHxPVI/AAAAAAAAANs/zeHJz5dYXkY/s1600/cpo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 525px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-0q0hL1fQrE8/TWdC3gHxPVI/AAAAAAAAANs/zeHJz5dYXkY/s400/cpo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577500184804408658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: mongabay.com, data diolah dari oil world&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-2104611340658375546?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/2104611340658375546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=2104611340658375546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2104611340658375546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2104611340658375546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/02/langit-cerah-2011-2.html' title='Langit cerah 2011 (2)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZjKTHVU6xPg/TWdDYoB5W6I/AAAAAAAAAN0/qZL-W-iuAdg/s72-c/sawit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-373762355231664569</id><published>2011-02-18T10:31:00.006+07:00</published><updated>2011-02-18T10:49:32.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelapa sawit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CPO'/><title type='text'>Langit cerah tahun 2011 (1)</title><content type='html'>Badai pasti berlalu….itulah judul lagu yang ngehit di era 80-an, saat ini cocok menjadi keyakinan yang dianut oleh sebagian besar Negara barat akibat badai salju yang memporak porandakan bangunan dan tatanan kehidupan. Dan hukum keseimbangan Allah berlaku, badai dibelahan bumi barat, rejeki di belahan Negara tropis, ambil contoh Indonesia, dengan hancurnya bisnis minyak nabati di negeri Om Obama, maka bisnis kelapa sawit menjadi cerah tak berawan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bicara perkebunan maka yang ada dibenak adalah perkebunan kelapa sawit atau si emas hijau yang memang menjadi komoditas andalan nasional. Secara internasionalpun minyak sawit (CPO) memiliki pangsa pasar terbesar diantara minyak nabati lain sampai dengan tahun 2012 sebagaimana data yang disajikan Oil World.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tabel  1. Pangsa Produksi dan Konsumsi Minyak Nabati Dunia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-f_Q1xxopn6A/TV3qf5XbAsI/AAAAAAAAANk/IhzWoC6Qq-U/s1600/tabel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 515px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-f_Q1xxopn6A/TV3qf5XbAsI/AAAAAAAAANk/IhzWoC6Qq-U/s400/tabel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574869747450446530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau dicermati lebih dalam, sebenarnya persaingan dalam perdagangan minyak kelapa sawit (CPO) hanya terjadi antara Indonesia dan Malaysia, serasa masih hangat dalam ingatan melihat laga macan Himalaya dengan Timnas yang berakhir dengan kemenangan Timnas tetapi sang juara dipegang macan Himalaya. Seperti itu pula kancah CPO ini, bicara luasan areal kemenangan ada di Negara kita, tetapi begitu laga diperdagangan dunia Malaysialah leadernya. Sampai kapan kita akan bertahan sebagai finalis atau runner up…????&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-373762355231664569?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/373762355231664569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=373762355231664569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/373762355231664569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/373762355231664569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/02/langit-cerah-tahun-2011-1.html' title='Langit cerah tahun 2011 (1)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-f_Q1xxopn6A/TV3qf5XbAsI/AAAAAAAAANk/IhzWoC6Qq-U/s72-c/tabel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6506977149833123036</id><published>2011-02-17T14:33:00.004+07:00</published><updated>2011-02-17T14:40:18.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='invesasi emas'/><title type='text'>Ayo berinvestasi emas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fUCoz0ECqpw/TVzQp3khsiI/AAAAAAAAANM/-TwUbfkt4oE/s1600/capital.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 175px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fUCoz0ECqpw/TVzQp3khsiI/AAAAAAAAANM/-TwUbfkt4oE/s200/capital.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574559856488198690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya-tanya, bagaimana caranya berinvestasi emas, ee...kemarin waktu di kelas KMP (kursus jabatan untuk BUMN Perkebunan) di LPP, ada seorang peserta bertanya bagaimana caranya berinvestasi. Aku jadi semakin penasaran untuk mencari info cara berinvestasi emas, dengan tidak sengaja siang ini aku temukan artikel yang kuinginkan di http://hargaharga.wordpress.com/2010/02/17/belajar-investasi-emas/. Maunya aku link ke blog ini, teapi karena belum bisa bkihn link ya, kuminta ijin unutk dikopas saja diblogku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda ada banyak aneka pilihan investasi dalam emas yang tersedia sekarang ini? Anda bisa berinvestasi dalam emas bukan hanya dalam bentuk emas perhiasan dan jugaemas batangan saja (bentuk investasi dalam emas yang paling banyak dikenal saat ini) tapi bisa juga Anda investasi emas dalam bentuk yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Anda bisa investasi emas dalam bentuk fisik (memiliki bentuk fisik seperti emas perhiasan, emas bantagan, koin emas, dll), Anda juga bisa berinvestasi pada paper aset seperti membeli saham perusahaan pertambangan emas maupun produk derivatif seperti membeli kontrak emas di bursa berjangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bahas satu persatu seputar macam-macam investasi emas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Emas Perhiasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tujuan Anda berinvestasi emas adalah untuk keuntungan jangka pendek, biasanya akan sulit mendapatkan keuntungan kalau Anda investasi dalam bentuk emas perhiasan. Ini dikarenakan sewaktu Anda datang ke toko emas dan membeli emas perhiasan, Anda harus membayar harga emas perhiasan yang dibeli ditambah ongkos pembuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nanti ketika suatu saat Anda mau menjualnya kembali, maka toko emas tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. Toko emas hanya akan membayar harga emasnya saja. Dan tidak semua toko emas mau menerima atau membeli emas perhiasan Anda. Beberapa toko emas kadang-kadang menolak pembelian emas perhiasan dari masyarakat. Penyebabnya bisa bermacam-macam, yang salah satunya adalah karena mereka takut kalau-kalau emas perhiasan itu tidak laku untuk dijual lagi karena model sudah ketinggalan jaman. Jadi kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut. Atau bisa juga toko emas tidak mau membeli emas perhiasan pada saat itu dikarenakan harga emas sedang berfluktuasi naik turun dan mereka tidak mau membeli diharga tinggi. Jadi kemungkinan emas perhiasan Anda dihargai harganya lebih rendah dibandingkan harga emas pada saat Anda mau menjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Emas Batangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi emas yang terbaik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas batangan). Emas ini cukup baik bila dijadikan sarana investasi, dan siapapun tak menyangkal bahwa emas batangan berbeda dengan emas perhiasan. Emas batangan lebih mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan. Karena itu, bila Anda ingin melakukan investasi emas, maka tak ada salahnya Anda mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas batangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Koin Emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koin Emas ONH (ongkos naik haji). Maksudnya, dari koin emas ini diharapkan bisa sebagai alternatif investasi bagi mereka yang ingin menabung untuk mempersiapkan biaya ibadah Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan ONH ini sebetulnya hanya taktik pemasaran saja. Kenyataannya, walau namanya Koin Emas ONH, tetapi investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya karena harga emasnya sama saja. Harganya sama dengan harga emas yang mengikuti harga mata uang asing (dolar AS), dan aman terhadap inflasi. Artinya, orang yang tidak beragama Islam sekalipun bisa berinvestasi dalam Koin Emas ONH ini karena sebetulnya investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya. Bahkan, penamaan ONH pada Koin Emas tersebut sebetulnya akan sangat menguntungkan pemegangnya, karena emas tersebut akan lebih memiliki positioning yang lebih baik dalam pemasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sertifikat Emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sertifikat emas adalah selembar kertas yang menjadi bukti kepemilikan atas emas yang tersimpan pada bank di suatu negara. Pemilik sertifikat emas ini hanya memegang satu lembar kertas saja yang hanya dapat diuangkan pada bank tersebut. Prinsip dari sertifikat emas ini merupakan alternatif investasi yang cukup menguntungkan karena pemiliknya tidak mengeluarkan biaya penyimpanan emas. Berbeda halnya bila membeli emas dalam bentuk fisik, yang memerlukan biaya untuk penyimpanannya seperti menyimpan emas di safe deposit box.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saham Pertambangan Emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa juga membeli saham perusahaan pertambangan emas sebagai alternatif Anda berinvestasi emas. Dalam keadaan pasar emas yang sedang naik atau bullish, saham-saham biasanya bergerak lebih cepat daripada harga emas fisik itu sendiri. Yang berarti ketika harga emas menanjak, maka harga sama-saham perusahaan pertambangan emas juga melompat lebih tinggi. Tapi untuk investasi emas dengan membeli saham perusahaan pertambangan emas ini, Anda harus hati-hati juga dan belajar investasi seputar saham terlebih dahulu, karena Anda berinvestasi dalam saham perusahaan pertambangan emas. Perusahaan pertambangan emas yang sahamnya dijual di pasar modal saat ini yaitu PT.Antam TBk dengan kode saham ANTM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kontrak Emas Berjangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di BBJ saat ini ada kontrak emas, 1 lot adalah 1 kilogram, emasnya adalah emas logam mulia yang kemurniannya 99,99%, kita dapat berdagang fisiknya tapi juga bisa berdagang berjangka. Tentunya Anda perlu belajar lebih lanjut untuk investasi emas dalam kontrak emas di Bursa Berjangka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal diatas merupakan macam-macam investasi dalam emas yang bisa Anda pilih dan lakukan. Tentunya yang termudah sebagai masyarakat umum adalah investasi emas batangan dan juga emas perhiasan. Dan bila tujuan investasi Anda dalam emas adalah untuk invest, lebih baik pilih emas batangan. Anda bisa invest di emas perhiasan, bila Anda suka membeli emas perhiasan untuk dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi emas!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6506977149833123036?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://purwatiwidiastuti.wordpress.com' title='Ayo berinvestasi emas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6506977149833123036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6506977149833123036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6506977149833123036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6506977149833123036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/02/ayo-berinvestasi-emas.html' title='Ayo berinvestasi emas'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fUCoz0ECqpw/TVzQp3khsiI/AAAAAAAAANM/-TwUbfkt4oE/s72-c/capital.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1845632708787007448</id><published>2011-01-27T09:52:00.000+07:00</published><updated>2011-01-27T09:52:34.114+07:00</updated><title type='text'>Tanah Sleman Termahal Kedua Setelah Bali - Tribun Jogja</title><content type='html'>&lt;a href="http://jogja.tribunnews.com/2011/01/08/tanah-sleman-termahal-kedua-setelah-bali"&gt;Tanah Sleman Termahal Kedua Setelah Bali - Tribun Jogja&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1845632708787007448?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jogja.tribunnews.com/2011/01/08/tanah-sleman-termahal-kedua-setelah-bali' title='Tanah Sleman Termahal Kedua Setelah Bali - Tribun Jogja'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1845632708787007448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1845632708787007448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1845632708787007448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1845632708787007448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/01/tanah-sleman-termahal-kedua-setelah.html' title='Tanah Sleman Termahal Kedua Setelah Bali - Tribun Jogja'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6988273595788265573</id><published>2011-01-24T14:26:00.003+07:00</published><updated>2011-01-24T14:32:10.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prospek perkebunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='setoran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komoditas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>Genjot setoran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TT0q7NgF5PI/AAAAAAAAANA/U0R1GjCZPhk/s1600/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TT0q7NgF5PI/AAAAAAAAANA/U0R1GjCZPhk/s200/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565651911224714482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kinerja BUMN perkebunan tahun 2010 lumayan menggembirakan, maka tahun 2011 diperkirakan harga komoditas masih kinclong, sehingga tidaklah salah bila pemerintah mencanangkan untuk menggenjot setoran dari BUMN terutama perkebunan, bahkan beliau menarrgetkan setoran perkebunan bisa 2 kali lipat tahun 2010. Walahu a'lam bisawab&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam Pembukaan Program Revitalisasi Lahan Sawit dan Karet di Sawang, Aceh Utara, Sabtu (15/1/2011)menyampaikan hal tersebut sebagaimana dilansir oleh detikfinance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih besar ruang, 1,5 kali lipat atau 2 kali lipat agar sebanding aset dengan penerimaan yang bisa didapat negara," tegas Mustafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2010, penerimaan negara dari setoran pajak dan dividen BUMN jumlahnya mencapai Rp 130 triliun. Dengan aset BUMN yang mencapai Rp 1.382 triliun, seharusnya setoran BUMN bisa naik 2 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya peningkatan penerimaan negara dari BUMN tersebut, lanjut Mustafa, adalah dengan peningkatan kinerja BUMN di sektor perkebunan. Apalagi saat ini harga komoditas internasional sedang melonjak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau saya memimpin perkebunan saya akan samakan dengan memimpin Bulog. Siapa yang sangka bisa mengadakan beras 3,6 juta ton. Pengadaan beras 1,2 juta ton saja orang masih gamang, saya bisa buktikan. Kita harus kerja keras. Perkebunan kita bisa capai 2 kali lipat," ujar Mustafa optimistis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6988273595788265573?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6988273595788265573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6988273595788265573' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6988273595788265573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6988273595788265573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2011/01/genjot-setoran.html' title='Genjot setoran'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TT0q7NgF5PI/AAAAAAAAANA/U0R1GjCZPhk/s72-c/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8311020718287337278</id><published>2010-12-31T11:52:00.003+07:00</published><updated>2010-12-31T11:58:49.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prospek perkebunan'/><title type='text'>Prospek perkebunan tahun 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TR1i8QMTjHI/AAAAAAAAAM4/kUsCd-zDasE/s1600/SAWITN8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TR1i8QMTjHI/AAAAAAAAAM4/kUsCd-zDasE/s200/SAWITN8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556706302523313266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari treakhir ditahun 2010, udara Yogya terasa gerah, semoga saja nanti malam tidak diguyur hujan deras, kalau gerimis sich itu sudah biasa sebagai penyejuk malam pergantian tahun yang selalu hingar bingar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara mungkin terasa gerah, tapi bisnis perkebunan terasa sejuk bahkan beberapa pengamat mengatakan prospek yang menggembirakan ada pada batu bara dan perkebunan. Senada dengan hal rersebut Dirjen Perkebunan yang baru Gamal Nasir mengungkapkan hal yang sama sebagaimana dilansir oleh detik finance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prospek sektor perkebunan pada tahun 2011 masih akan tetap menjanjikan dari berbagai hal termasuk bisnis. Dari sisi makro sektor perkebunan masih menjadi parameter penyerapan tenaga kerja, investasi pembangunan, nilai ekspor komoditi, surplus neraca perdagangan, dan pendapatan pekebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Prospek pembangunan perkebunan tahun 2011 masih cerah dan bisa diindikasikan melalui penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 300 ribu orang atau meningkat sebesar 32,74 % dibanding 2010 dan melibatkan 20,45 juta pekebun," kata  Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir Gamal Nasir di kantornya Kamis (30/12/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dilihat dari investasi pembangunan perkebunan juga meningkat sebesar Rp 51,73 triliun atau tumbuh sebesar 14,50% dibanding 2010. Dari nilai ekspor, komoditi perkebunan naik sebesar 17,65 % dibanding 2010atau menjadi 37,52 milyar USD. Surplus neraca perdagangan juga akan meningkat 17,73 % atau menjadi 33,97 miliar USD. Dilihat dari pendapatan pekebun minimal menjadi 1.660/kk/2 ha/ tahun dan NTP perkebunan rakyat menjadi 106,07 atau tumbuh 1 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamal juga menambahkan bahwa secara mikro, prospek pembangunan perkebunan digambarkan melalui indikator luas areal perkebunan yang meningkat sebesar 2.27 % atau menjadi 20,86 juta ha dibanding tahun 2010. Indikator kedua yaitu dilihat dari produksi tanaman perkebunan yang meningkat sebesar 6,59 % dibanding 2010 atau meningkat menjadi 36,90 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, untuk mencapai itu semua diperlukan usaha yang keras. Pada tahun 2010, ditemukan beberapa permasalahan yang menghambat kinerja sektor perkebunan, antara lain ketersediaan lahan untuk perluasan tanaman perkebunan, bencana alam yang dapat menggagalkan panen, dan sertifikasi lahan petani yang merupakan syarat utama bagi kegiatan revitalisasi perkebunan belum berjalan dengan baik. Selain itu juga pemerintah belum menyediakan dana tanggap darurat untuk menanggulangi bencana alam dan perubahan iklim yang ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk menanggulangi bencana alam dan perubahan iklim yang ekstrim, untuk tahun mendatang memang sudah disediakan, tetapi baru dikoordinasikan dengan dirjen keuangan,”imbuh Gamal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tunggu kiprah pak Dirjen baru menggantikan Pak Manggabarani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8311020718287337278?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8311020718287337278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8311020718287337278' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8311020718287337278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8311020718287337278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/12/prospek-perkebunan-tahun-2011.html' title='Prospek perkebunan tahun 2011'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TR1i8QMTjHI/AAAAAAAAAM4/kUsCd-zDasE/s72-c/SAWITN8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7975750957007063049</id><published>2010-08-05T08:27:00.005+07:00</published><updated>2010-08-05T11:33:29.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='redenominasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASEAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waktu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mata uang'/><title type='text'>Redenominasi langkah menuju mata uang ASEAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFo_DkqSq6I/AAAAAAAAAMY/8q4397uPKMo/s1600/GetImage.aspx.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFo_DkqSq6I/AAAAAAAAAMY/8q4397uPKMo/s200/GetImage.aspx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501779225399700386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masih kebayang keluhan teman yang tinggal di Belanda karena penyatuan uang Eropa menjadi Euro. Dia keki karena gaji disesuaikan dengan nilai tukar Belanda terhadap Euro tetapi harga dikebanyakan toko hanya mengubah satuan, katakan dari 5 gulden menjadi 5 Euro.Nach ini salah satu hal yang perlu kita antisipasi bila redenominasi rupiah dijalankan sebagai langkah antisipasi terhadap penyatuan mata uang ASEAN. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu langkah didepan sudah disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi penyatuan mata uang ASEAN, dengan harapan kehidupan kita menjadi lebih mudah, meski sampai sekarang beragam persepsi dan bahkan pro dan kontra tetap berlangsung, seperti yang dilansir detik finance. Tetapi tidak perlu kita menjadi panik, karena justru perbedaan pandangan ini nanti yang akan membuat keputusan menjadi lebih obyektif karena mempertimbangkan berbagai sudut pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana penyederhanaan nominasi mata uang rupiah atau redenominasi masih terus membuahkan persepsi beragam. Beberapa pihak berpendapat langkah redenominasi tak terlepas dari pembentukan masyarakat ekonomi ASEAN di 2015 khususnya menyangkut wacana penyatuan mata uang di ASEAN layaknya Uni Eropa (Euro).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut perkiraan beberapa pihak, redenominasi untuk mengantisipasi disatukannya mata uang ASEAN," kata CEO Kodel Group Fahmi Idris yang juga mantan menteri perindustrian saat berbincang dengan detikFinance, Kamis (5/8/2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fahmi kemungkinan Gubernur BI saat ini mencoba mengantisipasi  hal itu, dengan mengimbangi penguatan mata uang rupiah dengan negara-negara di regional ASEAN lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengusaha saat ini, kata dia, masalah rencana redenominasi ini lebih pada soal ketidakjelasan yang menimbulkan pro dan kontra, pada akhirnya berakibat pada kegalauan kalangan pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan, di internal pemerintah sendiri masih terjadi keterkejutan soal rencana ini termasuk Wapres Boediono. Belum lagi masalah pro kontra yang terjadi di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengusaha bingung, galau, pengusaha ingin stabil dan tenang. Kalau situasi pro kontra itu menakutkan bagi pengusaha," kata Fahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kata Fahmi, soal teknis dari redenominasi, ia meyakini bukan lah sebagai senering atau pemotongan nilai. Bagi pengusaha sepanjang redenominasi tak mempengaruhi nilai maka tak perlu dipersoalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahmi menambahkan, dengan kondisi saat ini yang masih terjadi pro dan kontra akan mempengaruhi psikoligis masyarakat. Bagi seorang  pengusahaa kondisi yang belum menentu akan menimbulkan ketidaknyamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Situasi ini menimbulkan kegalauan. Karena kalau galau membingungkan pengusaha. Prinsipnya pengusaha itu akan wait and see karena pemerintah belum satu suara," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7975750957007063049?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7975750957007063049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7975750957007063049' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7975750957007063049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7975750957007063049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/08/redenominasi-langkah-menuju-mata-uang.html' title='Redenominasi langkah menuju mata uang ASEAN'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFo_DkqSq6I/AAAAAAAAAMY/8q4397uPKMo/s72-c/GetImage.aspx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1916781486295484765</id><published>2010-08-04T14:10:00.004+07:00</published><updated>2010-08-04T14:22:14.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angka nol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='redenominasi'/><title type='text'>Redenominasi dan angka nol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkVGekqrsI/AAAAAAAAAMQ/AKzv2gbQlg4/s1600/JH004519.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkVGekqrsI/AAAAAAAAAMQ/AKzv2gbQlg4/s200/JH004519.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501451620840025794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Begitu BI melontarkan ide denominasi, pro dan kontra terjadi, bahkan mantan presidenpun tak ketinggalan berkomentar. Hal biasa terjadi dimanapun setiap ide baru ataupun perubahan menimbulkan pro dan kontra. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan turunnya kinerja. Ya khan? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lha apa sich redenominasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang," ujar Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Selasa (3/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darmin menjelaskan, redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju kearah yang lebih sehat. Sedangkan sanering adalah pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, dimana yang dipotong hanya nilai uangnya. Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang, hanya dihilangkan beberapa angka nolnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang). Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian," urai Darmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menegaskan, redenominasi sama sekali tidak merugikan masyarakat karena berbeda dengan sanering atau pemotongan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam redenominasi nilai uang terhadap barang (daya beli) tidak akan berubah, yang terjadi hanya penyederhanaan dalam nilai nominalnya berupa penghilangan beberapa digit angka nol," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia memandang bahwa keberhasilan redenominasi sangat ditentukan oleh berbagai hal yang saat ini tengah dikaji sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa negara yang berhasil melakukannya. Redenominasi tersebut biasanya dilakukan di saat ekspektasi inflasi berada di kisaran rendah dan pergerakannya stabil, stabilitas perekonomian terjaga dan ada jaminan terhadap stabilitas harga serta adanya kebutuhan dan kesiapan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, lanjut Darmin, di toko-toko yang menjual sebuah barang akan tercatat 2 label harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit, lanjut Darmin, kalau harga barangnya Rp 10.000 maka akan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiah baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1916781486295484765?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1916781486295484765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1916781486295484765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1916781486295484765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1916781486295484765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/08/redenominasi-dan-angka-nol.html' title='Redenominasi dan angka nol'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkVGekqrsI/AAAAAAAAAMQ/AKzv2gbQlg4/s72-c/JH004519.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4282824944711553804</id><published>2010-08-04T14:00:00.003+07:00</published><updated>2010-08-04T14:08:50.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosialisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='redenominasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biaya'/><title type='text'>Masa Sosialisasi Redenominasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkR8krWJpI/AAAAAAAAAMI/vTOVx6_5Y_8/s1600/moneya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkR8krWJpI/AAAAAAAAAMI/vTOVx6_5Y_8/s200/moneya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501448152145077906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pergantian mata uang negara-negara Eropa menjadi Euro bukan perjalanan pendek alias instan, begitu ide langsung diterapkan. Bahkan ketika sudah diterapkanpun masih juga ada masyarakat yang mengeluhkan banyak toko yang langsung mengganti label harga dari mata uang lama ke Euro tanpa memperhitungkan nilau tukar sementara gaji yang diterima diperhitungkan nilai tukarnya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika BI melontarkan kebijakan redenominasi pastilah telah dilakukan kajian yang mendalam. Bahkan pjs Gubernur BIpun menyatakan bahwa sampai sekarang masih berlanjut kajian/studi tentang redenominasi sebagaimana yang beliau sampaikan waktu ditanya Wapres Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi sekarang ini masalahnya adalah menjaga ketenangan dan kestabilan suasana, tidak usah terpengaruh oleh hasil studi (redenominasi). Nanti pada waktunya akan kita bahas bersama-sama," ujar Boediono dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (3/8/2010) sebagaimana dilansir detik finance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono sebelumnya memanggil Menteri Keuangan Agus Martowardojo dengan Pjs Gubernur BI Darmin Nasution untuk mengklarifikasi soal rencana redenominasi tersebut. Wapres mengakui memang benar BI melakukan kajian redenominasi dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intinya itu adalah studi dari BI, jadi statusnya studi. Dan memang itu adalah domainnya BI. Bank sentral dimana pun bisa mempelajari berbagai opsi. Tapi studi itu tadi saya ketemu Pak Darmin saya cek langsung, studi itu berlanjut dan belum selesai," jelas Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Boediono, rencana pemberlakuan redenominasi rupiah ini masih harus melalui proses yang panjang. Sehingga kebijakan ini tidak akan diberlakukan dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Redenominasi itu di berbagai negara memang sudah dilakukan, misalnya Turki dan sebagainya. Itu biar dipelajari, sekali lagi ini statusnya studi, dan studi itu mau jadi policy itu panjang prosesnya," imbuh Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya di Gedung BI, Darmin mengatakan BI memang serius menggodok kebijakan tersebut. BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang dimulai dari tahun 2011 dan tuntas selesai di 2022.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darmin memaparkan, redenominasi akan dimulai pada tahun 2011 dimana pada tahap pertama dilakukan tahapan sosialisasi sampai dengan tahun 2012.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4282824944711553804?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4282824944711553804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4282824944711553804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4282824944711553804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4282824944711553804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/08/masa-sosialisasi-redenominasi.html' title='Masa Sosialisasi Redenominasi'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkR8krWJpI/AAAAAAAAAMI/vTOVx6_5Y_8/s72-c/moneya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8206914269254657326</id><published>2010-08-04T13:46:00.003+07:00</published><updated>2010-08-04T13:58:33.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='redenominasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perekonomian'/><title type='text'>Apa itu redenominasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkPezCmJxI/AAAAAAAAAMA/tyfDr37BX60/s1600/513808254_215cf09651.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 176px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkPezCmJxI/AAAAAAAAAMA/tyfDr37BX60/s200/513808254_215cf09651.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501445441581360914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat kejadian beberapa tahun lalu saat jalan-jalan ke negeri Om Obama, karena kebiasaan di Indonesia, bawa duit ratusan ribu bahkan jutaan hanya untuk belanja rutin bulanan khan bukan hal aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach waktu ke negeri Om Obama pun bawa pecahan 100 dollar ga masalah. Tapi anehnya waktu mau bayar dikasir untuk membayar barang yang dibeli dengan uang 100 dolar, bukannya langsung diterima oleh kasir, malah dipanggilin supervisornya, trus aku diliatin dari atas sampai bawah trus balik atas lagi. Asem ki, pasti aku gak dipercaya ya punya uang 100 dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pemerintah akan memberlakukan kebijakan untuk melakukan redenominasi seperti  direncanakan oleh Bank  Indonesia (BI), kupikir ini memang harus dilakukan karena kondisi perekonomian Indonesia yang semakin membaik. Kebijakan ini bisa membuat perekonomian makin praktis. Besuk lagi kalau kenegeri Om Obama atau Negeri tulip ga perlu bawa duit segepok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Redenominasi memang harus dilakukan sehingga aktivitas ekonomi meningkat. Selain itu perekonomian menjadi praktis sebab nilai uang menjadi tidak terlalu besar digitnya," jelas Fauzi Ichsan, ekonom Standard Chartered Bank, seperti dilansir dalam detik finance hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara VP Research &amp;amp; Analys PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere meyakini redenominasi rupiah atau pengurangan nominal justru menegaskan keyakinan Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat ekonomi yang stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara rasional, ini (redenominasi) hanya bisa dilakukan saat inflasi pada tingkat yang redah, dan ekonomi yang stabil. Ini berarti positif, dan ekonomi kita on track," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzi mengingatkan BI untuk menggencarkan sosialisasi kebijakan redenominasi ini sehingga bisa menekan dampak psikologis di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi jangan sampai masyarakat berpikir redenominasi itu adalah  pemangkasan nilai mata uang," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sosialisasi kebijakan ini, Ichsan berpendapat BI bisa meniru cara  yang dilakukan Uni Eropa saat ingin menyeragamkan mata uangnya menjadi Euro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus belajar dari Euro, dulu di Eropa ada 2 mata uang yaitu Euro  dan mata uang negara masing-masing. Ini dilakukan selama proses adaptasi. Jadi contohnya di Perancis saat itu masih ada mata uan Franc dan Euro, demikian juga di negara lain. Namun setelah beberapa tahun,  Eropa menarik mata uang negara-negara asal, dan memberlakukan Euro  secara keseluruhan," tutur Fauzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ichsan, redenominasi ini bisa dilakukan dalam waktu 5 tahun saja. Waktu 1 tahun digunakan untuk sosialisasi kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi 5 tahun cukup. 1 tahun untuk sosialisasi dengan memperkenalkan  mata uang baru. Nanti baru dalam beberapa tahun, mata uang rupiah yang  lama bisa ditarik," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang dimulai dari tahun 2011 dan tuntas pada di 2022.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi akan dilakukan hingga 2012, dan tahun 2013 akan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, lanjut Darmin, di toko-toko yang menjual sebuah barang akan tercatat 2 label harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit, lanjut Darmin, kalau harga barangnya Rp 10.000 maka akan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat, dulu kenalanku yang di Belanda sempat mengeluh juga karena banyak toko yang hanya langsung mengubah harga 5 gulden jadi 5 euro tanpa memperhitungkan kurs tukarnya. Ini perlu diperhitungkan juga kalau ngrubah rupiah lama ke rupiah baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8206914269254657326?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8206914269254657326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8206914269254657326' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8206914269254657326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8206914269254657326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/08/apa-itu-redenominasi.html' title='Apa itu redenominasi'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TFkPezCmJxI/AAAAAAAAAMA/tyfDr37BX60/s72-c/513808254_215cf09651.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4298162254834300184</id><published>2010-06-30T15:52:00.003+07:00</published><updated>2010-06-30T15:59:45.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BKF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UGM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anggito abimanyu'/><title type='text'>Forget and Forgive jurus Anggito Abimanyu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCsHbzcu-DI/AAAAAAAAAL4/HNBDLCvqLL4/s1600/anggito+abimanyu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCsHbzcu-DI/AAAAAAAAAL4/HNBDLCvqLL4/s200/anggito+abimanyu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488488745129670706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah mengundurkan diri sebagai BKF dan mulai aktif sebagai pengajar di FEB UGM, Anggito Abimanyu masih bingung dengan status kepegawaiannya. Saat pindah dari Diknas ke Depkeu saja lama, apalaghi sekarang ya. Mudah-mudahan saja cepat selesai.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Titok sudah kembali ke kampus, kegiatannya sudah membumi dengan dunia akademis yang sudah sepuluh tahun di "tinggalkan" karena harus berpindah ke ibukota. Tapi namanya panggilan hati, trenyata mengajar lebih memukau daripada jasi pejabat, maka ketika orang masih suka mengusik kisah lara beliau saat di metropolitan beliau akan menjawab "forgive and forget" seoperti dilansir oleh detik.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan tanya soal itu. Kalau tanya soal basket, jazz, marching band pasti saya jawab. Bagi saya forget and forgive. It is time to pay back. Secara fisik saya benar-benar kembali di sini," pungkas Anggito yang mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito Abimanyu secara resmi mundur dari BKF per 24 Mei, setelah nasibnya sebagai Wakil Menteri Keuangan diombang-ambingkan selama 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito Abimanyu sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya kepada lingkungan istana karena tidak ada konfirmasi dan pemberitahuan kepada dirinya soal pembatalan dirinya menjadi Wakil Menteri Keuangan. Padahal Anggito sudah menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja soal penunjukkannya sebagai Wakil Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY akhirnya menunjuk Wakil Menkeu Anny Ratnawati untuk mendampingi Agus Marto sebagai Menkeu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang saat ditanya soal status kepegawaiannya, beliau menjawab: "Biar nanti Pak Eko yang akan berjuang mengurusnya lagi sehingga saya mendapat gaji seusai dengan hak saya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah mundur dari jabatan Kepala BKF Kementerian Keuangan, Anggito belum tahu apakah bisa cepat mengurus status kepegawaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya belum tahu apa nanti bisa. Sebab pengajuan saya mengundurkan diri ke Menkeu sudah dijawab tapi belum ada surat resminya," kata staf pengajar FEB ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun kemudian meminta kepada Kepala Bagian Keuangan FEB UGM, Eko untuk mengurus berbagai hal terutama berkaitan administrasi keuangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4298162254834300184?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4298162254834300184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4298162254834300184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4298162254834300184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4298162254834300184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/06/forget-and-forgive-jurus-anggito.html' title='Forget and Forgive jurus Anggito Abimanyu'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCsHbzcu-DI/AAAAAAAAAL4/HNBDLCvqLL4/s72-c/anggito+abimanyu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8901926461885906071</id><published>2010-06-30T13:46:00.004+07:00</published><updated>2010-06-30T13:51:41.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mas titok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='piala dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anggito abimanyu'/><title type='text'>Waktu luang Anggito Abimanyu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCrpa2gsiKI/AAAAAAAAALw/m9eGeL25gtw/s1600/anggito+abimanyu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCrpa2gsiKI/AAAAAAAAALw/m9eGeL25gtw/s200/anggito+abimanyu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488455743422892194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga ekonom, maka saat cerita tentang piala duniapun komentar Anggito Abimanyu alias mas Titok tidak lepas dari analisis ekonomi yang melanda Eropa, emang ilmu dasar nggak akan lari kemana-mana ya mas&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pulang kembali ke Yogya untuk mengabdikan diri kembali ke almamaternya UGM, Anggito Abimanyu punya lebih banyak waktu luang dibanding saat masih menjabat di Betawi, seperti yang dilansir detik.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang saya punya waktu untuk nonton TV," katanya saat berbincang dengan wartawan di kantor Menko Perekonomian Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (25/6/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito begitu fasih bercerita soal beberapa pertandingan piala dunia misalnya soal kekalahan Jerman terhadap Serbia dengan skor 0-1, bahkan kemenangan Jerman terhadap Ghana 1-0 detil ia sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito juga berseloroh soal kekalahan para tim Eropa seperti Perancis, Denmark, Yunani, Italia tidak terlepas faktor krisis yang sedang membelit Eropa saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yunani sudah kalah, Perancis kalah. Mereka seharusnya tidak ikut World Cup. Mereka mengatur dunia tetapi keadaan ekonomi tidak terlalu bagus," canda jebolan FE UGM itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, Anggito Abimanyu telah mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala BKF pada 24 Mei lalu setelah nasibnya sebagai Wakil Menteri Keuangan terkatung-katung. Anggito memilih balik menjadi dosen di kampusnya, UGM, sesaat setelah Presiden SBY menunjuk Anny Ratnawati sebagai Wamenkeu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8901926461885906071?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8901926461885906071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8901926461885906071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8901926461885906071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8901926461885906071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/06/waktu-luang-anggito-abimanyu.html' title='Waktu luang Anggito Abimanyu'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCrpa2gsiKI/AAAAAAAAALw/m9eGeL25gtw/s72-c/anggito+abimanyu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-883516717728877093</id><published>2010-06-30T08:39:00.004+07:00</published><updated>2010-06-30T12:39:27.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ETF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen risiko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reksadana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RDTK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alokasi aset'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diversifikasi'/><title type='text'>Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 5)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqhFDZNEoI/AAAAAAAAALo/PlJBdVUbW3Q/s1600/a_return_on_investment_ROI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqhFDZNEoI/AAAAAAAAALo/PlJBdVUbW3Q/s200/a_return_on_investment_ROI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488376204086809218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita bahas tentang alokasi aset, tulisan ini kita bahas tentang diversifikasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diversifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wikipedia member gambaran diversifikasi dalam topic bahasan manajemen investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer pengelola dana dengan memperhatikan latar belakang alokasi aset, akan mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi aset sesuai profil risiko nasabahnya dan membuat daftar perencanaan penempatan investasi yang sesuai. Daftar tersebut akan menunjukkan persentase penempatan dana pada masing-masing saham atau obligasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori diversifikasi portofolio ini diperkenalkan oleh Harry Max Markowitz [2] dan efektivitas dari diversifikasi ini membutuhkan manajemen korelasi antara imbal hasil dan tingkat pengembalian modal, isu internal terhadap portofolio bersangkutan, korelasi silang antara tingkat pengembalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan diversifikasi awal (membagi pilihan jenis investasi) maka Anda perlu melakukan diversifikasi lebih lanjut yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Bagi dana saham Anda pada beberapa sector ekonomi yang menjanjikan potensi keuntungan bukan yang Anda masih ragu akan potensi keuntungannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih reksadana yang Anda beli dalam beberapa jenis seperti reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran, reksadana terproteksi, reksadana index, atau kalau Anda termasuk orang yang super wealthy Anda bisa memilih reksadana dengan tujuan khusus (RDTK) atau reksadana terbaru yaitu Exchange Trade Fund (ETF) (Lebih detil bisa dibaca pada artikel “mencicip legitnya reksadana” pada edisi LPP.com sebelumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda bisa juga membeli obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah dengan risiko sangat rendah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba mengalokasikan asset Anda yang berharga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-883516717728877093?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/883516717728877093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=883516717728877093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/883516717728877093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/883516717728877093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/06/pentingnya-alokasi-aset-tulisan-4_30.html' title='Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 5)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqhFDZNEoI/AAAAAAAAALo/PlJBdVUbW3Q/s72-c/a_return_on_investment_ROI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6457302305144525544</id><published>2010-06-30T08:33:00.003+07:00</published><updated>2010-06-30T08:38:17.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wealth manager'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajer investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alokasi aset'/><title type='text'>Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqfwftVJwI/AAAAAAAAALg/ax7mw823SWE/s1600/42-21547730.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqfwftVJwI/AAAAAAAAALg/ax7mw823SWE/s200/42-21547730.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488374751398536962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alokasi asset&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus Wikipedia, menjelaskan alokasi asset dengan berbagai golongan aset adalah obligasi, properti, derivatif dan komoditi, dimana manajer investasi dibayar jasanya untuk melaksanakan penempatan investasi pada berbagai asset ini. Berbagai golongan aset ini memiliki dinamika pasar yang berbeda-beda dan saling mempengaruhi satu sama lainnya, sehingga penempatan dana investasi pada berbagai aset tersebut dapat membawa pengaruh signifikan pada performa investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elvyn G Masassya mengatakan alokasi asset pada hakekatnya adalah investasi dengan melakukan klasifikasi yang berbeda untuk tiap jenis asset. Klasifikasi ini meliputi: Jenis investasi, Jumlah investasi, Risiko, Potensi keuntungan, Jangka waktu, dan Cara mengelola investasi (aktif atau pasif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memilih investasi di sector riil atau berinvestasi “kertas berharga” tapi jangan kaget kalau kertas Anda semula bernilai jutaan bahkan milyaran berubah menjadi seharga kertas tisu seperti yang diumpamakan oleh Sandiaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan alokasin asset harus disesuaikan dengan tujuan investasi Anda, apakah Anda seperti pada umumnya investor yang menginginkan return yang besar dari setiap jenis investasi Anda, dan kalau bisa return tinggi diperoleh dalam jangka pendek atau Anda menginginkan return yang stabil dalam jangka panjang. Tujuan investasi yang berbeda akan menghasilkan strategi alokasi aset (portofolio investasi) yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, investasi yang dipilih harus juga disesuaikan dengan kebutuhan Anda akan dana tersebut. Prinsip dasarnya: “Makin panjang dana investasi dibutuhkan, Anda dapat semakin agresif dalam berinvestasi, sebaliknya, semakin pendek dana investasi dibutuhkan, investasinya harus semakin konservatif”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga setelah tujuan investasi ditetapkan, barulah memilih alokasi asset investasi yang relevan sekaligus memperhitungkan ekspektasi serta risiko yang ada disetiap pilihan investasi. Dengan mengetahui karakter risiko (risk averter, moderate, risk seeker), Anda dapat menentukan jenis investasi yang sesuai, sehingga investor tersebut dapat terhindar dari pengambilan risiko yang terlalu tinggi dan/atau terlalu rendah dari karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda hendak melakukan investasi secara aktif dan dilakukan sendiri, yang berarti keberhasilan dan kegagalan investasi Anda tidak sepenuhnya tergantung pada pergerakan pasar, tetapi lebih kepada diri Anda dalam mengambil inisiatif. Secara umum urutan risiko dan return dari yang paling aman untuk dipertimbangkan dalam berinvestasi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Deposito&lt;br /&gt;• Obligasi pemerintah&lt;br /&gt;• Property&lt;br /&gt;• Saham&lt;br /&gt;• Benda koleksi (seni, prangko, barang antic)&lt;br /&gt;• Future (produk derivatif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila anda memilih bermain secara pasif dimana kerugian dan keuntungan akan tergantung pada pasar. Pilihan bermain pasif ini bisa juga dilakukan dengan menyerahkan keputusan pilihan investasi pada orang lain (manajer investasi ataupun wealth manager) maka Anda bisa membeli reksadana ataupun produk-produk unit link, yang sudah menggabungkan investasi dengan asuransi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6457302305144525544?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6457302305144525544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6457302305144525544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6457302305144525544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6457302305144525544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/06/pentingnya-alokasi-aset-tulisan-4.html' title='Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 4)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqfwftVJwI/AAAAAAAAALg/ax7mw823SWE/s72-c/42-21547730.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8002652034028806768</id><published>2010-06-30T08:23:00.004+07:00</published><updated>2010-06-30T08:30:30.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen risiko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alokasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aset'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prinsip investasi'/><title type='text'>Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqdNmQAglI/AAAAAAAAALY/9zDoSoNtN3M/s1600/6a00d8345161c269e20120a5ef68b9970c-800wi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 121px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqdNmQAglI/AAAAAAAAALY/9zDoSoNtN3M/s200/6a00d8345161c269e20120a5ef68b9970c-800wi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488371952835920466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan lalu kita telah sebutkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4 prinsip investasi &lt;/span&gt;yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Return and risk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Time horizon  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Concentration and diversification&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Market timing and volatility&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berani mengambil risiko (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk seeker&lt;/span&gt;) akan berinvestasi pada return yang paling besar meski risiko yang dihadapi juga paling tinggi dengan bermain saham, sedang orang yang konservatif (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk averter&lt;/span&gt;) akan memilih investasi yang paling aman dari pasar uang seperti deposito, biarlah mendapat return yang kecil yang penting hartanya aman. Sedang berada ditengah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;moderate&lt;/span&gt;) akan mengambil reksadana, meski tidak mendapat return yang tertinggi tetapi risiko masih lebih kecil karena dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dibanding harus bermain saham sendiri. Setiap orang perlu belajar mengenal risk appetite masing-masing, sehingga dapat dengan lebih mudah menentukan jenis investasi yang hendak diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi untuk periode pendek akan memberikan return yang berbeda dari investasi jangka menengah atau jangka panjang. Ambil contoh return deposito jangka waktu 3 bulan akan berbeda dengan deposito jangka waktu 1 tahun. Begitupula jika Anda berinvestasi pada tanah ataupun property. Berapa lama jangka waktu investasi yang Anda pilih akan dipengaruhi akan kebutuhan uang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip investasi yang umum didengungkan adalah jangan taruh semua telur pada satu keranjang yang sama, ilustrasi diawal tulisan ini menjelaskan, besarnya risiko yang ditanggung apabila menempatkan investasi tanpa melakukan diversifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diversifikasi saja belum cukup untuk bisa meraih sukses berinvestasi, tetapi harus juga diikuti dengan perhitungan mengenai berapa besar alokasi dana pada setiap instrument investasi. Anda dan B sama-sama memilih investasi di saham, obligasi dan reksana, komposisi B 50:25:25, sedang Anda 25:40:35, maka return yang Anda peroleh akan berbeda dengan return yang diperoleh B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berinvestasi mempunyai andil yang cukup signifikan dalam memperoleh hasil. Anda berinvestasi pada saat harga saham sedang anjlok akan membutuhkan dana berbeda dengan berinvestasi saat harga saham sedang tinggi. Harga saham akan selalu bergerak naik dan turun (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;volatily&lt;/span&gt;) di pasar. Pada saat harga saham jatuh, maka investasi Anda juga akan jatuh, begitupula sebaliknya. Pendeknya, semua tergantung pada pergerakan pasar dengan konsep paling dasar “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;buy low sell high&lt;/span&gt;” (beli pada saat harga rendah dan jual pada saat harga tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda kasus apabila Anda melakukan investasi di tanah, semakin lama harga tanah akan semakin tinggi, sedikit sekali atau bahkan tidak pernah harga tanah turun, sehingga nilai investasi Anda akan semakin besar, kecuali terjadi bencana alam di lokasi tanah Anda, seperti kasus gempa di Yogya tahun 2006, maka tanah di daerah Bantul meluncur jatuh dari tebing, sampai saat ini harga tanah belum pulih seperti sediakala.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Alokasi asset&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus Wikipedia, menjelaskan alokasi asset dengan berbagai golongan aset adalah obligasi, properti, derivatif dan komoditi, dimana manajer investasi dibayar jasanya untuk melaksanakan penempatan investasi pada berbagai asset ini. Berbagai golongan aset ini memiliki dinamika pasar yang berbeda-beda dan saling mempengaruhi satu sama lainnya, sehingga penempatan dana investasi pada berbagai aset tersebut dapat membawa pengaruh signifikan pada performa investasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8002652034028806768?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8002652034028806768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8002652034028806768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8002652034028806768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8002652034028806768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/06/pentingnya-alokasi-aset-tulisan-3.html' title='Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 3)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqdNmQAglI/AAAAAAAAALY/9zDoSoNtN3M/s72-c/6a00d8345161c269e20120a5ef68b9970c-800wi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8795124167930997741</id><published>2010-06-30T08:08:00.003+07:00</published><updated>2010-06-30T08:20:39.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='factor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wealth'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alokasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prinsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aset'/><title type='text'>Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqbOVNvyfI/AAAAAAAAALQ/D7cJoJW6n-c/s1600/capital.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqbOVNvyfI/AAAAAAAAALQ/D7cJoJW6n-c/s200/capital.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488369766419646962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa sich faktor risiko yang ada. Ada banyak faktor, tapi tulisan ini hanya akan fokus pada faktor alokasi aset yang sudah diawali pembahasannya pada tulisan 1. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu mencermati hasil penelitian yang dilakukan oleh Boston Consulting Group. Sejak Januari 2000, kelompok milioner dunia telah kehilangan 5,3 triliun dollar AS sebagai akibat pasar keuangan dunia yang cenderung menurun. Jumlah yang tidak sedikit, bahkan pendapatan/ Revenue dari wealth management telah terjun bebas sejak tahun 1999 sampai sebesar 14 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikemukakan lebih lanjut bahwa permintaan yang terus meningkat terhadap wealth manager untuk segera melakukan revisi mengenai strategi investasi mereka di pasar-pasar mapan di Eropa dan Amerika Utara (GARP Risk Review, September/Oktober 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah artinya hal tersebut? Sebagai investor (berapapun besarnya uang yang Anda investasikan Anda layak bergelar investor), kita perlu lebih berhati-hati dalam melakukan investasi. Kalau para milioner yang kekayaannya dikelola oleh manajer investasi -sekarang merebak jabatan wealth manager- yang tangguh saja kehilangan kekayaannya akibat pasar keuangan dunia yang cenderung menurun apalagi kita yang sampai sekarang masih belajar berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak factor yang menyebabkan seseorang sukses atau gagal dalam berinvestasi. Salah satu factor yang akan kita bahas dalam artikel kali ini adalah strategi atau cara mengalokasikan asset investasi. Faktor alokasi asset ini merupakan factor yang paling menentukan dalam kesuksesan berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, Anda dan dua teman Anda mempunyai uang masing-masing Rp 100 juta. Lalu Anda bertiga mulai melakukan investasi. Teman Anda A menginvestasikan uangnya pada tanah, B dan Anda tidak menempatkan telur pada satu keranjang yang sama (Don’t  put all eggs in one) yaitu menginvestasikan pada saham, obligasi dan reksadana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hasilnya akan sama? Tentu saja berbeda, bahkan Anda dan B juga berbeda karena meskipun sama-sama melakukan investasi disaham, obligasi dan reksadana tetapi pilihan jenis saham, obligasi dan reksadananya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan jenis akan mempengaruhi return/hasil yang didapat. Diversifikasi merupakan pilar pertama dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth managemen&lt;/span&gt;t, melindungi dan menjaga kekayaan, yang dilakukan dengan diversifikasi, asuransi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hedging&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Investasi&lt;br /&gt;Dalam berinvestasi ada 4 prinsip yang harus dipegang, yaitu:&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Return and risk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Time horizon  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Concentration and diversification&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Market timing and volatility&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan mendatang akan kita urai satu demi satu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8795124167930997741?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8795124167930997741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8795124167930997741' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8795124167930997741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8795124167930997741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/06/pentingnya-alokasi-aset-tulisan-2.html' title='Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 2)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqbOVNvyfI/AAAAAAAAALQ/D7cJoJW6n-c/s72-c/capital.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-2443224486375722068</id><published>2010-06-30T07:51:00.005+07:00</published><updated>2010-06-30T08:07:07.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen risiko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alokasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aset'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang pensiun'/><title type='text'>Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqYHNOF2sI/AAAAAAAAALI/apYyjY2s1og/s1600/goldenaccountant.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqYHNOF2sI/AAAAAAAAALI/apYyjY2s1og/s200/goldenaccountant.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488366345479641794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya akan tampilkan tulisan Pentingnya Alokasi Aset secara berseri, tulisan ini dipicu kejadian dialami seorang pengusaha muda yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta di negeri ini. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan [elajaran kita semua. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Papa apa sich pekerjaanmu? Kalau kau kerja mana uangnya? Tanya sang istri berturutan&lt;br /&gt;Ma, papa mau jawab, tapi jangan ceraikan aku ya? Pinta sang suami&lt;br /&gt;Emang kenapa sich, ada wanita lain? Balik Tanya sang istri&lt;br /&gt;Bukan, dulu kertas-kertas saham yang kumiliki nilainya sangat besar, tapi sekarang kertas itu tidak ada harganya lagi, tidak lebih dari harga kertas tisu. Jelas sang suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu cuplikan kisah yang Sandiaga Uno, Ketua HIPMI dan Ketua Kadin yang sempat ditayangkan di TV one, sempat  bangkrut saat krisis global melanda Indonesia sejak akhir tahun 2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ilustrasi yang sangat tepat untuk menggambarkan kegagalan investasi atau bisa dikatakan juga sebagai risiko atau kerugian yang harus ditanggung akibat  investasi yang diempatkan pada satu jenis pilihan. Hal ini banyak terjadi di masyarakat, karena kecenderungan menginginkan memiliki investasi yang mempunyai imbal hasil tertinggi dengan mengabaikan factor risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak factor yang menyebabkan seseorang sukses atau gagal dalam berinvestasi. Salah satu factor yang akan kita bahas dalam artikel kali ini adalah strategi atau cara mengalokasikan asset investasi. Faktor alokasi asset ini merupakan factor yang paling menentukan dalam kesuksesan berinvestasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-2443224486375722068?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/2443224486375722068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=2443224486375722068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2443224486375722068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2443224486375722068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/06/pentingnya-alokasi-aset-tulisan-1.html' title='Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 1)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/TCqYHNOF2sI/AAAAAAAAALI/apYyjY2s1og/s72-c/goldenaccountant.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-5477944393831162260</id><published>2010-05-25T14:25:00.002+07:00</published><updated>2010-05-25T14:40:40.838+07:00</updated><title type='text'>Tiga hal menurut SMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_t-8Uxtt5I/AAAAAAAAALA/oCha3ov9EZY/s1600/menkeu021208590x387.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 131px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_t-8Uxtt5I/AAAAAAAAALA/oCha3ov9EZY/s200/menkeu021208590x387.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475109346833446802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari-hariku lagi dipenuhi dengan sosok SMI dan AA (Sri Mulyani Indrawati dan Anggito Abimanyu) duet ekonom terbaik Indonesia saat ini, yang sayangnya harus menyingkir karena tak mampu bermain politik karena yang mereka miliki benar-benar hanya kemampuan profesional tidak ada bau-bau politik yang belakangan tahun menjadi aroma dihampir setiap kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkesan ungkapan SMI acara Ramah Tamah Keluarga Besar Kementerian PPN/Bappenas dengan Sri Mulyani Indrawati, di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (25/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Sri Mulyani menyampaikan terdapat tiga hal yang membuat hidup manusia tidak membosankan. Ketiga hal itu adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;masalah di masa lalu&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tekanan yang begitu besar&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harapan yang luar biasa untuk masa depan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kadang-kadang kita frustasi dalam artian memiliki masalah masa lalu yang begitu banyak, ada tekanan yang begitu besar, namun ada harapan yang luar biasa ke depan. Ketiga hal itu adalah tantangan yang harus dijawab. Ketiga hal inilah yang membuat membuat hidup manusia tidak membosankan. Saya yakin kecintaan ke negeri kita ini begitu besar dan kecintaan itu yang mempertahankan kita untuk bekerja lebih baik," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat acara perpisahan Sri Mulyani dengan para warga Bappenas, Mantan Kepala Bappenas ini menyatakan orang-orang Indonesia bisa sangat dengan mudah tertawa sampai keringatan. Begitu halnya yang sering ia lakukan bersama teman-temannya di Bappenas dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Sri Mulyani tidak yakin ke depannya bisa 'Ngguyu Sampe Gembrobyos' (Tertawa Sampai Keringatan) di Bank Dunia seperti yang sering dialaminya saat bekerja di Bappenas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi Pak Bagus mengatakan ngguyu sampai gembrobyos (ketawa sampai keringatan), saya rasa saya akan banyak ketawa dan saya memang harus ketawa terus. Tapi kalau gembrobyos tadi saya tidak tahu. Kalau orang Indonesia gembrobyos bisa dilakukan tanpa exercise, makan pun gembrobyos. Jadi gampang kalau di Indonesia. Saya tidak tahu kalau di Bank Dunia apakah bisa gembrobyos atau tidak," ujarnya disambut tawa hadirin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-5477944393831162260?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/5477944393831162260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=5477944393831162260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5477944393831162260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5477944393831162260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/05/tiga-hal-menurut-smi.html' title='Tiga hal menurut SMI'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_t-8Uxtt5I/AAAAAAAAALA/oCha3ov9EZY/s72-c/menkeu021208590x387.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8990869360667451186</id><published>2010-05-25T13:46:00.004+07:00</published><updated>2010-05-25T14:25:11.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menteri keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BKF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anggito abimanyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri mulyani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='integritas'/><title type='text'>Airmata duet ekonom Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_t7S7DNVKI/AAAAAAAAAK4/Vk7xouUSokA/s1600/duet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_t7S7DNVKI/AAAAAAAAAK4/Vk7xouUSokA/s200/duet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475105337017980066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya terkesan ucapan Sri Mulyani (SMI) dalam acara perpisahan dengan pegawainya di kementrian keuangan "sekarang saya bisa nangis karena saya bukan menteri keuangan, karena kalau menteri keuangan menangis, rupiah bisa melorot"  Tentang airmata juga disampaikan oleh Anggito terkait pekerjaannya sebagai kepala BKF, katanya "sudah habis air mata saya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lengser dari kancah perekonomian Indonesia, dunia ekonomi yang sangat dipahami dan dicintai, tetapi "orang-orang pinter" negeri ini berkata dan menginginkan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito mengaku masih banyak agenda BKF yang belum diselesaikan. Namun, apa mau dikata, ia harus tetap pergi untuk mengabdi ke kampusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BKF saya yang lahirkan, masih banyak unfinished agenda,itu yang membuat saya gamang meninggalkan, karena bertugas tapi belum selesai. But I have to go," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito merasa yakin teman-temannya pasti akan mampu menyelesaikan agenda yang belum selesai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman-teman saya yang akan menyelesaikan," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Anggito menyatakan sudah saatnya untuk saling memaafkan dan merelakan atas keputusannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembicaraan terakhir dengan Pak Agus, beliau ikhlas dan memahami alasanya tujuan, silahkan di charge batere dulu. Saya akan bantu dari luar. Forget and forgive. Itu sudah jalan, kalau ada kesalahan ya mohon dimaafkan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito Abimanyu secara resmi akan mundur dari BKF per 24 Mei, setelah nasibnya sebagai Wakil Menteri Keuangan diombang-ambingkan selama 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito Abimanyu sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya kepada lingkungan istana karena tidak ada konfirmasi dan pemberitahuan kepada dirinya soal pembatalan dirinya menjadi Wakil Menteri Keuangan. Padahal Anggito sudah menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja soal penunjukkannya sebagai Wakil Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY akhirnya menunjuk Wakil Menkeu Anny Ratnawati untuk mendampingi Agus Marto sebagai Menkeu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8990869360667451186?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8990869360667451186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8990869360667451186' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8990869360667451186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8990869360667451186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/05/airmata-duet-ekonom-indonesia.html' title='Airmata duet ekonom Indonesia'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_t7S7DNVKI/AAAAAAAAAK4/Vk7xouUSokA/s72-c/duet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1523284525311189815</id><published>2010-05-25T13:31:00.004+07:00</published><updated>2010-05-25T13:46:08.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiskal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menteri keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BKF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anggito abimanyu'/><title type='text'>Duet terbaik mundur dari kancah keuangan negeri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tyCHKlkjI/AAAAAAAAAKo/u95TtuwLtXI/s1600/mulyani-590x393.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tyCHKlkjI/AAAAAAAAAKo/u95TtuwLtXI/s200/mulyani-590x393.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475095152607728178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani yang beberapa kali terpilih sebagai menteri keuangan terbaik tingkat Asia dan dunia akhirnya mundur dari jabatan menkeu untuk melanjutkan kiprahnya dibidang keuangan keahliannya pada tingkat dunia menjadi managing director world bank...wooouuuuwww.....selamat ibu, doa'ku menyertaimu. Tanpa disangka kepergian SMI (inisial yang dipakai untuk menyebut Sr Mulyani) ternyata diikuti pasangan duetnya yang tak kalah mumpuni dibidang kebijakan fiskal, dialah Anggito Abimanyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunduran diri dua jago keuangan di negeri ini sangat menyedihkan, tetapi melihat bahwa keduanya menjadi bulan-bulanan beberapa bulan terakhir, keputusan SMI menjadi direktur pelaksana bank dunia dan Anggito Abimanyu kembali ke almamater UGM adalah keputusan terbaik. Semoga para petinggi negeri ini mampu mencari pengganti sebaik mereka berdua bahkan kalau ada yang lebih baik dari duet ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementrian keuangan dan badan kebijakan fiskal adalah dua institusi yang harus saling mengisi sehingga kompetensi pejabatnyapun harus mumpuni dan saling melengkapi, sehingga pengganti Anggito haruslah mampu menjadi sparring partner menkeu, sebagaimana yang diungkapkan Anggito dalam perpisahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu berharap penggantinya memiliki kemampuan yang mumpuni sehingga mampu mendukung kinerja Menteri Keuangan. Kepala BKF selama ini adalah rohnya menteri keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cari The Best Resources yang ada karena BKF ini harus men-support menteri, otaknya, karena dia ikut ke DPR, Junior Minister. Makro, APBN, sektor riil, risiko, sama internasional. Rohnya menteri ada di BKF. Karena fungsinya benar-benar menyerap, memfungsikan dan merekomendasikan," tegasnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (24/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggito juga menyampaikan sebaiknya pengganti dirinya sebagai Kepala BKF mampu menutupi kekurangan yang dimiliki Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang jadi kekurangannya, dia (Menteri Keuangan) bisa cari di BKF," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Pelaksana Tugas sepeninggalnya, Anggito mengharapkan bisa dari pihak internal. Namun, untuk penggantinya, dia berharap bisa dicari yang benar-benar memiliki kemampuan di bidang fiskal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau definitif betul-betul cari resources yang ada, baik dari pemerintah, Kemenkeu, maupun dari universitas. Kan saya dari universitas juga, Kepala BKF, PJs itu nggak apa-apa. Lain misalkan dengan Dirjen pajak, perbendaharaan,  itu harus definitive karena dia menandatangani uang, kalau ini kan tidak," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting, lanjut Anggito, penggantinya mau belajar dan tetap memegang asas kepantasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda ingat saya kan golongan 3B jadi eselon I, 10 tahun saya jadi PJs, gak apa-apa juga. Yang terpenting jam terbang, pengalaman dan pengetahuan, dan bergaul, tanpa melupakan asas kepantasan," tukasnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1523284525311189815?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1523284525311189815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1523284525311189815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1523284525311189815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1523284525311189815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/05/duet-terbaik-mundur-dari-kancah.html' title='Duet terbaik mundur dari kancah keuangan negeri'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tyCHKlkjI/AAAAAAAAAKo/u95TtuwLtXI/s72-c/mulyani-590x393.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8068592012066909068</id><published>2010-05-25T13:07:00.003+07:00</published><updated>2010-05-25T13:27:38.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BKF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abimanyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harga diri'/><title type='text'>Mundurnya sang Abimanyu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_ttz8eijkI/AAAAAAAAAKg/v0Kwd7VopdI/s1600/anggito+abimanyu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_ttz8eijkI/AAAAAAAAAKg/v0Kwd7VopdI/s200/anggito+abimanyu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475090511173946946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berulang kali nama Anggito Abimany masuk bursa orang top di negeri ini, berulang kali pula nama itu kemudian hilang dari peredaran. Keputusan terakhir sang Abimanyu untuk kembali mengabdi pada almamater sungguh sangat arif bijaksana. Mas titok, begitu panggilan akrab Anggito, akan kembali bertemu dengan mahasiswa yang memujanya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang kecewa dengan lengsernya sang Abimanyu, aku termasuk salah satunya, tapi aku juga bahagia karena sang Abimanyu akan terhindar dari bulan-bulanan kepentingan politik. Selamat datang kembali ke Yogya mas Titok, Yogya sangat merindukanmu selama sepuluh tahun terakhir ini. Kami akan ikut menjaga harga dirimu, sebagaimana alasanmu mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat terkesan dengan pesan sang Abimanyu dalam acara perpisahan beliau dengan karyawannya di BKF. Dalam pidato terakhirnya di tengah seluruh pegawainya dalam acara perpisahan sore ini (24/5/2010), Anggito menyampaikan bahwa keputusannya tersebut adalah murni menjaga harga dirinya. Dirinya pun berharap agar dia menjadi orang terakhir yang menjadi korban dari permasalahan yang saat ini menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan lagi ada yang menangisi kepergian saja. Saya tidak punya kata-kata lain selain ucapan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada BKF dari saya dan keluarga. Biarlah saya menjadi orang terakhir yang menghadapi masalah ini," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya pun berpesan kepada segenap pegawai BKF yang kelak menjadi pemimpin agar ketika menjadi pemimpin tidak bersikap sewenang-wenang. Dia pun mengingatkan menjadi pemimpin itu hanya bersifat sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang saya lakukan adalah yang lazim dan biasa, mari kita cam-kan, menjadi pemimpin itu hanya sementara, tidak ada pemimpin yang abadi, makanya jangan sewenang-wenang. Orang lain juga punya harga diri jadi sebaiknya tidak sewenang-wenang," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang disampaikannya tersebut sepertinya sedikit menyentil beberapa pihak. Namun sekali lagi dia menyampaikan agar manusia semestinya tidak takut dengan manusia melainkan dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak boleh takut pada manusia, tapi kepada Allah," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aku juga akan mendapatkan pengganti pemimpin di institusiku seperti Abimanyu yang satu ini. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8068592012066909068?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8068592012066909068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8068592012066909068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8068592012066909068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8068592012066909068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/05/mundurnya-sang-abimanyu.html' title='Mundurnya sang Abimanyu'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_ttz8eijkI/AAAAAAAAAKg/v0Kwd7VopdI/s72-c/anggito+abimanyu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7890080653684902946</id><published>2010-05-25T12:51:00.003+07:00</published><updated>2010-05-25T13:06:34.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HPE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CPO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bea keluar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produk turunan'/><title type='text'>Bea Keluar CPO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tou4dVoAI/AAAAAAAAAKY/UHNCVU-Z6No/s1600/Crude_Palm_Oil_RBD_Palm_Oil_Olein_Cooking_Oil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tou4dVoAI/AAAAAAAAAKY/UHNCVU-Z6No/s200/Crude_Palm_Oil_RBD_Palm_Oil_Olein_Cooking_Oil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475084926637678594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alat yang digunakan oleh pemerintah untuk mengatur laju ekspor minyak sawit mentah (CPO) adalah bea masuk. Buan mei ini Departemen Perdagangan menetapkan bea keluar Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah sebesar 4,5% mulai 1 Mei. Bea keluar itu sama dengan April, namun naik jika dibandingkan Januari hingga Maret yang sebesar 3% &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI No 19/M-DAG/PER/4/2010 tentang penetapan harga patokan ekspor atas barang ekspor yang dikenakan bea keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut permendag baru yang dikutip detikFinance, Selasa (27/4/2010), bea kaluar CPO itu didasarkan pada harga referensi CPO yang ditetapkan sebesar US$ 823,74/MT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.011/2008 tentang penetapan barang ekspor yang dikenakan bea keluar dan tarif bea keluar, maka diputuskan bea keluar baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap penetapan dan pengenaan tarif bea keluar terhadap barang ekspor berupa kelapa sawit dan CPO dan produk turunannya, maka berlaku ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi hingga US$ 700 per ton, maka tarif bea keluarnya adalah 0%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 701-750 per ton, maka bea keluarnya adalah 1,5%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 751-800 per ton, maka bea keluarnya adalah 3%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 801-850 per ton, maka bea keluarnya adalah 4,5%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 751-900 per ton, maka bea keluarnya adalah 6%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 901-950 per ton, maka bea keluarnya adalah 7,5%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 951-1.000 per ton, maka bea keluarnya adalah 10%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 1.001-1.050 per ton, maka bea keluarnya adalah 12,5%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 1.051-1.100 per ton, maka bea keluarnya adalah 15%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 1.101-1.150 per ton, maka bea keluarnya adalah 17,5%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 1.151-1.200 per ton, maka bea keluarnya adalah 20%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi US$ 1.201-1.250 per ton, maka bea keluarnya adalah 22,5%&lt;br /&gt;   * Untuk harga referensi lebih dari atau sama dengan US$ 1.251 per ton, maka bea keluarnya adalah 25%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HPE kelapa sawit, CPO dan produk turunannya untuk periode 1 Mei-31 Mei 2010 adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Buah dan Kernel Kelapa Sawit: US$ 389/MT&lt;br /&gt;   * CPO: US$ 752/MT&lt;br /&gt;   * Crude Olein: US$ 787/MT&lt;br /&gt;   * RBD Palm Olein: US$ 797/MT&lt;br /&gt;   * RBD Palm Kernel Olein: US$ 967/MT&lt;br /&gt;   * Crude Stearin: US$ 779/MT&lt;br /&gt;   * Crude Palm Kernel Oil (CPKO): US$ 983/MT&lt;br /&gt;   * Crude Kernel Olein: US$ 983/MT&lt;br /&gt;   * Crude Kernel Stearin: US$ 983/MT&lt;br /&gt;   * RBD Palm Kernel Oil: US$ 1.017/MT&lt;br /&gt;   * RBD Palm Oil: US$ 797/MT&lt;br /&gt;   * RBD Palm Stearin: US$ 787/MT&lt;br /&gt;   * RBD Palm Kernel Stearin: US$ 1.336/MT&lt;br /&gt;   * Biodiesel dari minyak sawit: US$ 935/MT&lt;br /&gt;   * RBD Palm Olein dalam kemasan bermerak kurang 25 kg: US$ 797/MT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7890080653684902946?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7890080653684902946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7890080653684902946' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7890080653684902946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7890080653684902946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/05/bea-keluar-cpo.html' title='Bea Keluar CPO'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tou4dVoAI/AAAAAAAAAKY/UHNCVU-Z6No/s72-c/Crude_Palm_Oil_RBD_Palm_Oil_Olein_Cooking_Oil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-525731590808422593</id><published>2010-05-25T12:43:00.003+07:00</published><updated>2010-05-25T12:51:16.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelapa sawit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMPOG'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='isu lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RSPO'/><title type='text'>Serangan terhadap sawit membuat dua saudara bersatu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tlRf-ui5I/AAAAAAAAAKQ/YUcOv9Va4ts/s1600/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tlRf-ui5I/AAAAAAAAAKQ/YUcOv9Va4ts/s200/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475081123315747730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Isu lingkungan yang menerpa bisnis kelapa sawit menjadikan Indonesia dan Malaysia menjadi kompak, aku jadi teringat istilah yang sering digunakan olah kolegaku "burung sejenis akan bertengger di dahan yang sama". Kali ini Indonesia dan Malaysia sebagai produsen besar CPO dunia menghadapi serangan terhadap bisnis kelapa sawit. Mau tidak mau seranagn ini membuat dua bersaudara kembali "bercengkerama" &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dilansir detik finance, Indonesia dan Malaysia bekerjasama di bidang sawit. Kedua negara ini meresmikan kerjasama di bidang sawit dengan membentuk Indonesia-Malaysia Palm Oil Group (IMPOG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan untuk  berkolaborasi telah dicapai antara Indonesia dan Malaysia awal Maret lalu. Sebanyak enam asosiasi pengusaha kelapa sawit Indonesia-Malaysia yaitu GAPKI, Apkasindo, MPOA, SOPPOA, FELDA dan APIMI sepakat berkolaborasi membentuk forum kerjasama sesama produsen sawit dalam rangka sustainable palm oil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama ini bertujuan untuk menangani isu-isu terkait sektor sawit seperti isu gas rumah kaca, lahan gambut, perluasan lahan, dan restriksi area kelapa sawit yang selama ini selalu menjadi batu sandungan para pengusaha kedua negara karena adanya tuduhan-tuduhan miring oleh banyak pihak termasuk NGO-NGO internasional maupun lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RI dan Malaysia selanjutnya meresmikan kolaborasi di bidang sawit di Malaysia, Senin (3/5/2010). IMPOG akan dipimpin oleh Asosiasi Investor Perkebunan Malaysia di Indonesia, yang sekaligus akan menjadi sekretariat pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepemimpinan akan dirotasi setiap 2 tahun sekali," demikian komunike bersama yang dikutip dari harian Malaysia, The Star, Selasa (4/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunike bersama itu, IMPOG telah membangun sebuah steering committee untuk fokus pada research and development, isu yang berhubungan dengan sustainabilitas dan komunikasi kepada para stakeholder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"IMPOG tidak mendiskusikan skema sertifikasi sustainabilitas alternatif untuk minyak sawit. Namun pertemuan itu sepakat menjalin kerjasama dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk skema yang lebih praktis dan bisa diimplementasikan," demikian komunike bersama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Purboyo Guritno mengatakan, saat ini adalah waktu yang tepat bagi para produsen CPO di Indonesia dan Malaysia untuk mengadopsi strategi yang proaktif guna melawan kampanye hitam dari negara-negara Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh ini kita mengambil sikap defensif, dengan harapan aksi-aksi anti industri sawit akan menyerah seiring membaiknya pengetahuan akan dampak positif industri ini pada pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-525731590808422593?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/525731590808422593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=525731590808422593' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/525731590808422593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/525731590808422593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/05/serangan-terhadap-sawit-membuat-dua.html' title='Serangan terhadap sawit membuat dua saudara bersatu'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tlRf-ui5I/AAAAAAAAAKQ/YUcOv9Va4ts/s72-c/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7198917666042515428</id><published>2010-05-25T12:31:00.003+07:00</published><updated>2010-05-25T12:43:34.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hektar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CPO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produktivitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WTO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sawit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malaysia'/><title type='text'>Serangan kembali pada emas hijau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tjW3-F7DI/AAAAAAAAAKI/2HQWfglYNZ8/s1600/crude+palm+oil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tjW3-F7DI/AAAAAAAAAKI/2HQWfglYNZ8/s200/crude+palm+oil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475079016631626802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat waktu terjadi serangan terhadap emas hijau pada saat kita terkena krisi ekonomi tahun 1997-1998. Pada periode itu dunia menggempur bisnis sawit dengan menghembuskan isu trans fat, dan jadilah ekspor CPO terguncang baik dari Indonesia maupun Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini 12 tahun kemudai serangan kembali dengan mencanangkan isu lingkungan. Langkah manis diambil dua bersaudara Indonesia dan Malaysia untuk melakukan kampanye bersama ke Eropa bulan Juni mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Suswono dalam acara Dewan Ketahanan Pangan di Hotel Red Top, Jakarta, Selasa (25/5/2010)berkata " Bulan depan saya akan ke Helsinky dan Roma untuk meng-counter yang dilakukan banyak pihak terhadap sawit kita. Kita akan adakan konferensi, ya fair-lah. Bersama dengan Malaysia kita sepakat akan melakukan campaign. Bersama" sebagaimana berita yang dilansir detik finance.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suswono mengungkapkan tugasnya berkampanye ke Eropa agar masalah tudingan miring terhadap sawit Indonesia, bisa mendudukan persoalan sawit RI maupun Malaysia tidak merusak lingkungan seperti yang ditudingkan LSM lingkungan, produsen, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini yang akan kita optimalkan. Kalau ada hambatan perdagangan baru kita akan lakukan (pengaduan ke WTO). Kalau kita dirugikan kita bisa melakukannya," ucap Suswono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan masalah sawit ini, saat ini sudah bercampur antara isu lingkungan dengan kepentingan ekonomi. Meski selama ini pihak Barat (Eropa) selalu beralibi mengenai masalah aspek lingkungan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada tuduhan seperti itu kita cari saja tim independen. Kalau masih ada tim independen masih menolak juga, berarti memang ada kepentigan ekonomi di situ," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai produksi sawit (CPO) Indonesia pada tahun 2010 ini pemerintah optimis akan mencapai 21-23 ton. Angka ini meningkat jauh dari capaian produksi sawit Indonesia di tahun 2009 yang hanya mencapai 19,8 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita akan meningkatkan produktivitas, sekarang ini masih 2,5 ton per hektar, atau masih dibawah Malaysia 4 ton per hektar. Jadi kita lebih meningkatkan produktivitas bukan menambah areal baru," tegasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7198917666042515428?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7198917666042515428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7198917666042515428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7198917666042515428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7198917666042515428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/05/serangan-kembali-pada-emas-hijau.html' title='Serangan kembali pada emas hijau'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S_tjW3-F7DI/AAAAAAAAAKI/2HQWfglYNZ8/s72-c/crude+palm+oil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-3258298819692468861</id><published>2010-03-04T12:54:00.004+07:00</published><updated>2010-03-04T13:14:04.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PTPN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='distributor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='distributor gula'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='impor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ijin'/><title type='text'>Si Emas Putih yang banyak menghias media</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S49PTk3ne-I/AAAAAAAAAKA/CrcRNdm9QCM/s1600-h/ingredients_evaporatedCaneSugar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S49PTk3ne-I/AAAAAAAAAKA/CrcRNdm9QCM/s200/ingredients_evaporatedCaneSugar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444657672247278562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat lalu CPO si emas hijau menjadi komoditas yang banyak dibahas dimedia, kini giliran si emas putih alias gula yang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;head line&lt;/span&gt; beberapa media akhir-akhir ini. Hal ini tak lain dan tak  bukan karena membumbungnya harga gula dipasaran dan belum terrealisirnya target impor gula oleh beberapa perusahaan plat merah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Perdagangan, seperti yang dimuat dalam detik finance mendesak kepada seluruh perusahaan plat merah khususnya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang mendapatkan tugas mengimpor gula untuk melakukan komunikasi kepada pemerintah daerah dalam melakukan distribusi gula ke masyarakat. Hal ini penting agar kasus tertahannya gula impor milik PTPN di Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur tidak terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah minta kepada dirut-dirut PTPN yang memasukan gula impornya ke Tanjung Perak harus melakukan komunikasi dengan pemda," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo saat ditemui di kantornya Selasa malam (23/2/2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subagyo menjelaskan upaya tersebut sangat penting, mengingat izin rekomendasi ditribusi gula impor harus melalui dinas perdagangan pemda setempat. Jika izin rekomendasi tidak keluarkan maka gula impor khususnya yang akan distribusikan ke Jawa Timur tidak bisa beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia perlu duduk bersama membicarakan dengan pemda sehingga pemda paham kendala apa yang dialami oleh PTPN," serunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menepis bahwa langkah pemda Jawa Timur tersebut bertujuan menginginkan harga gula tetap tinggi. Mengingat selama ini wilayah Jawa Timur menjadi salah satu pusat produksi gula nasional yang menaungi ribuan para petani tebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah daerah ingin harga tinggi, itu nggak mungkin," kilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya dikabarkan sebanyak 10.000 ton gula impor milik PTPN X tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak sehingga tidak bisa beredar di pasar Jawa Timur. Hal ini karena pemda Jawa Timur menahan distribusi gula dengan belum memberikan izin rekomendasi distrubusi gula impor kepada distributor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah 10.000 ton gula impor itu merupakan bagian dari total alokasi 103.000 ton yang diberikan kepada PTPN X. Selain itu, kementerian perdagangan juga menugaskan kepada  PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI),PTPN XI, PTPN IX, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Perum Bulog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alokasi  total impor gula yang diberikan kepada 6 perusahaan itu mencapai 500.000 ton yang proses impornya sampai 15 April 2010. Dari total alokasi 500.000 ton itu hanya 410.500 ton yang sudah ditenderkan dan sisanya yang 89.500 ton belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha kalau sudah begini semua jadi repot khan, yang sudah terlanjur ngimpor nggak bisa mendistribusi dan mendapatkan uangnya kembali.&lt;br /&gt;Yang mestinya punya kewenangan mengeluarkan ini, tak juga ada ijin keluar.&lt;br /&gt;Mestinya target swasembada gula terrealisir menjadi semakin menjauh dari pandangan mata&lt;br /&gt;Mestinya harga gula bisa murah menjadi sebuah asa yang tek jua nyata&lt;br /&gt;Trus siapa yang harus dimintain menyelesaikan ini semua ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-3258298819692468861?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/3258298819692468861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=3258298819692468861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3258298819692468861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3258298819692468861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/03/si-emas-putih-yang-banyak-menghias.html' title='Si Emas Putih yang banyak menghias media'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S49PTk3ne-I/AAAAAAAAAKA/CrcRNdm9QCM/s72-c/ingredients_evaporatedCaneSugar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6225928278750713775</id><published>2010-03-04T12:36:00.004+07:00</published><updated>2010-03-04T12:45:48.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gula'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='impor'/><title type='text'>Mungkinkah kita kekurangan gula</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S49I1emj2dI/AAAAAAAAAJ4/Z7ipUTzHYRw/s1600-h/gula-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S49I1emj2dI/AAAAAAAAAJ4/Z7ipUTzHYRw/s200/gula-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444650558099282386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ijin impor gula sudah diberikan ibu menteri tahun lalu, bahkan nik dari 300.000 ton menjadi 500.000 ton, namun beliau sempat "tensi" karena belum juga ada greget impor, sampai-sampi beliau mengancam akan memberikan ijin pada pihak lain lagi kalau yang sudah diberi ijin tak juga melakukan impor. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini ada berita keraguan akan jatah impor gula bisa dicapai seperti dilansir detik finance. Hati ini jadi bertanya-tanya "mungkinkah kita akan kekurangan gula" sebagaimana pesimisnya pedagang gula yang dalam hal ini dilontarkan oleh ketua Asosiasi Pedagang gula dan terigu Indonesia (Apegti). Dia menyatakan pada detik finance bahwa sangat pesimistis realisasi izin impor gula sebanyak 500.000 ton hingga 15 April 2010 akan tercapai. Pedagang mengklaim realisasi impor gula diperkirakan hanya akan tercapai sebesar 100.000 ton saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Apegti Natsir Mansyur mengatakan berdasarkan informasi yang ia dapat realisasi impor gula hingga awal Maret 2010 baru mencapai kurang lebih 60.000 ton yang berasal dari Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PTPN X. Padahal kata dia, proses izin impor gula sudah berlangsung sejak awal Januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita siap-siap kekurangan gula," ucapnya di sela-sela acara pameran eco products, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (4/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan harga gula impor yang sudah masuk ke dalam negeri saat ini dinilai terlalu mahal. Natsri mencontohkan gula impor dijual Rp 9.600 per kg. Sedangkan harga gula rafinasi dalam negeri justru hanya Rp 9.150 per kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Realisasi impor tidak akan sampai 500.000 (ton), paling-paling hanya 100.000 (ton)," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natsir menambahkan, meski pada bulan April atau Mei telah terjadi musim giling di dalam negeri ia memperkirakan harga gula paling murah di tingkat konsumen minimal Rp 8.500 per kg, itupun jika ditopang oleh produksi yang cukup dan pasokan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan mimpi sekarang ini harga gula di bawah Rp 10.000," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita masih bisa berharap bahwa institusi yang telah diberi kepercayaan untuk impor gula mampu melakukan tugasnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6225928278750713775?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6225928278750713775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6225928278750713775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6225928278750713775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6225928278750713775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/03/mungkinkah-kita-kekurangan-gula.html' title='Mungkinkah kita kekurangan gula'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S49I1emj2dI/AAAAAAAAAJ4/Z7ipUTzHYRw/s72-c/gula-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-3618630404697637060</id><published>2010-02-25T15:41:00.007+07:00</published><updated>2010-03-02T09:49:18.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ETF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campuran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reksadana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='macam'/><title type='text'>Macam Reksadana (tulisan 5)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4x8px1JahI/AAAAAAAAAJw/BE9Jp_brVgM/s1600-h/093943p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4x8px1JahI/AAAAAAAAAJw/BE9Jp_brVgM/s200/093943p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443863106776820242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa macam reksadana yang bisa dipilih, secara umum ada 4 yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana campuran. Namun disini saya akan menyampaikan juga reksadana yang lain yaitu reksadana terproteksi, reksadana untuk tujuan khusus (RDTK), dan reksadana indeks.  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Reksadana pasar uang&lt;/span&gt;. Investasi akan ditanamkan pada instrumen pasar uang seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi (surat utang) berjangka waktu kurang dari satu tahun. Produk pasar uang memberikan hasil tetap berupa bunga, maka risiko penurunan nilai menjadi kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Reksadana pendapatan tetap. Sebagian besar investasi ditanamkan ke dalam obligasi, sisanya kedalam saham dan instrumen pasar uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Reksadana saham. Investasi ditanamkan pada instrumen pasar saham. Saham mempunyai kemungkinan naik turun nilainya selama masa kepemilikan, sehingga risiko reksadana saham ini menjadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Reksadana campuran. Investasi ditanamkan di saham 50% dan obligasi 50%. Infovesta Utama yang dimuat dalam majalah investor Maret 2009, menggolongkan reksadana campuran kedalam jenis reksadana campuran agresif dan moderat. Reksadana campuran agresif atau campuran A, bila alokasi saham selama 12 bulan &gt;60%, dan reksadana campuran moderat atau campuran B bila alokasi saham selama 12 bulan &lt;60%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Reksadana Terproteksi atau capital protected fund (CPF): reksadana terproteksi memberikan proteksi atawa perlindungan kepada investor. Apa yang diproteksi? Yang diproteksi adalah nilai investasi awal yang disetorkan oleh investor. Investasi awal investor akan tetap 100% pada saat jatuh tempo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Reksadana Index: reksadana ini dijual dengan basis indek yang ada dibursa. Sebelum membentuk reksadana indeks, MI menentukan satu indeks tertentu yang akan dipakai sebagai acuan. Selanjutnya, MI akan menginvestasikan duit investor ke dalam saham-saham yang menjadi anggota indeks tersebut. Porsi investasi di dalam masing-masing saham tidak asal, melainkan harus sama dengan bobot masing-masing saham di salam indeks acuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Reksa dana dengan tujuan khusus (RDTK). Investasi ditanamkan pada produk diluar pasar modal. Bentuknya bisa langsung ke sektor riil atau ke satu perusahaan tertentu. Reksa dana ini hanya diperuntukkan bagi investor sophisticated dan berkantong tebal (ultra high network individual). Dana yang dibutuhkan untuk RDTK minimal Rp 5 milyar, atau US$ 500.000 atau EUR 500.000. RDTK ini tidak ditawarkan secara terbuka kepada investor publik. Salah satu alasan NISP tidak mengeluarkan produk RDTK adalah karena rumitnya pengelolaan ini, meskipun Bahana TCW Investment telah meluncurkan RDTK untuk pelabuhan pada desember 2008 dengan jumlah penawaran Rp 325 milyar dan return minimal 20%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Exchange Trade Fund (ETF): reksadana ini termasuk produk baru dari beberapa manajer investasi walaupun aturan tentang reksadana ini sudah di siapkan oleh Bapeppam LK sekitar akhir tahun 2006. ETF ini adalah merupakan kombinasi dari reksadana tertutup (closed-end mutual fund) yaitu investor tidak dapat menjual kembali pada perusahaan penerbitnya dan reksadana terbuka (open-end mutual fund) dimana investor bisa menjual kembali kepada penerbitnya. ETF biasanya mengacu kepada indeks saham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beragam jenis reksa dana yang ada, maka sebelum menentukan produk mana yang akan dipilih anda harus mendapat info yang komplit dari penjual/penerbit reksa dana, bacalah prospektusnya dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-3618630404697637060?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/3618630404697637060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=3618630404697637060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3618630404697637060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3618630404697637060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/macam-reksadana.html' title='Macam Reksadana (tulisan 5)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4x8px1JahI/AAAAAAAAAJw/BE9Jp_brVgM/s72-c/093943p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1400728554833824443</id><published>2010-02-24T10:54:00.003+07:00</published><updated>2010-02-24T11:07:32.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen risiko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reksadana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dana'/><title type='text'>Bagaimana memilih Reksadana (tulisan 4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4Sl90ZZq8I/AAAAAAAAAJQ/XcnNdVYKHJw/s1600-h/mutual-fund.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4Sl90ZZq8I/AAAAAAAAAJQ/XcnNdVYKHJw/s200/mutual-fund.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441656731226188738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca pembahasan sampai pada manfaat reksadana, mungkin sekarang anda tertarik untuk berinvestasi ke reksadana. Tetapi anda bingung bagaimana harus memulai, nach sebelum berangkat ke manajer investasi pilihan anda atau ke bank yang telah bekerjasama dengan manajer investasi, anda perlu membaca tip memilih reksadana dan hal-hal apasaja yang perlu anda perhatikan dalam berinvestasi di reksadana berikut. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips memilih reksadana&lt;br /&gt;Sebagaimana pilihan investasi yang beragam yang bisa diambil oleh investor. Maka dalam memilih reksadanapun perlu beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperhitungkan. Secara garis besar berikut 6 tips memilih reksadana dalam majalah investor maret 2009:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tentukan tujuan investasi dan jangka waktu investas. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenali risk profile atau kemampuan menerima risiko&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hitung kemampuan dana untuk berinvestasi. Berapa besar cicilan investasi yang bisa disisihkan setiap bulan secara berkala, selama jangka waktu investasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lakukan alokasi aset untuk menyesuaikan profil risiko dengan target return. Pilih manajer investasi yang memiliki reputasi dan track record yang baik. Pilih produk sesuai dengan point 1-3. Prediksi return reksadana sangat beragam. Lihat table.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lakukan rebalancing portofolio minimal setahun sekali. Melalui rebalancing portofolio, investor bisa mengoptimalkan keuntungan dan meminimalisasi risiko&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disiplin dalam berinvestasi. Apabila investor sudah menargetkan menyisihkan sejumlah dana tertentu setiap bulan, lakukan secara berkala, jangan berhenti. Jadikan cicilan investasi sebagai prioritas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi di reksadana &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;disebarkanoleh Bank Indonesia sebagai bagian dari Program Edukasi Masyarakat dalam rangka Implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Reksadana bukan merupakan produk bank, sehingga tidak dijamin oleh bank, serta tidak termasuk dalam cakupan objek program penjaminan pemerintah atau penjaminan simpanan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semakin tinggi potensi keuntungan yang dapat Anda raih, semakin besar pula risiko hilangnya nilai investasi Anda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pastikan memperoleh Bukti Kepemilikan Unit Penyertaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pastikan memiliki hak untuk menjual kembali sebagian atau seluruh Unit Penyertaannya, kepada Manajer Investasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dapatkan laporan posisi Nilai Aktiva Bersih dari Unit Penyertaan dan laporan tahunan posisi penyertaan serta pembaharuan prospektus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketahui dan pahami rencana investasi portfolio yang akan ditanam dari produk Reksadana baik potensi hasil dan risiko dengan membaca prospektus secara cermat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pahami tujuan rencana keuangan pribadi dan pemilihan produk sesuai dengan profil risiko.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetap menyediakan dana yang cukup dan menabung secara teratur untuk mengantisipasi timbulnya risiko investasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pilih jangka waktu investasi yang sesuai dengan rencana keuangan Anda dan jangan mudah terpengaruh pendapat orang lain, serta berpikir&lt;/span&gt; dan bertindak realistis dalam berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pastikan Anda membaca syarat dan ketentuan dari setiap produk perbankan yang akan Anda gunakan! Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1400728554833824443?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1400728554833824443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1400728554833824443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1400728554833824443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1400728554833824443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/bagaimana-memilih-reksadana-tulisan-4.html' title='Bagaimana memilih Reksadana (tulisan 4)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4Sl90ZZq8I/AAAAAAAAAJQ/XcnNdVYKHJw/s72-c/mutual-fund.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-9136239743586905080</id><published>2010-02-22T07:21:00.004+07:00</published><updated>2010-02-22T07:29:07.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='likuiditas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reksadana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biaya'/><title type='text'>Apa sih manfaat Reksadana (tulisan 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4HPczXfWwI/AAAAAAAAAJI/9jtHkEJia_A/s1600-h/reksadana1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4HPczXfWwI/AAAAAAAAAJI/9jtHkEJia_A/s200/reksadana1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440857918572288770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu apa itu reksadana dan bagaimana sejarahnya sampai bisnis reksadana berkembang seperti sekarang ini, mungkin terpikir kemudian kenapa aku harus memilih reksadana? Kenapa aku tidak menabung saja, khan tidak perlu repot-repot dan pening-pening mikirin sudah berapa uangku sekarang karena uang akan otomatis bertambah direkening bank kita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa manfaat dari reksadana dikemukakan para pakar akademisi maupun praktisi. Wikipedia menyebutkan ada beberapa manfaat yang menjadikan reksadana sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dikelola oleh manajemen professional&lt;/span&gt;: pengelolaan portofolio suatu reksadana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diversifikasi investasi&lt;/span&gt;: diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Transparansi informasi&lt;/span&gt;: reksadana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Likuiditas yang tinggi&lt;/span&gt;: agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, investor dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya Rendah&lt;/span&gt;: karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah tahu manfaat reksadana, apakah terbersit keinginan untuk mencicipi legitnya reksadana? Atau masih ada ganjalan yang belum terjawab? Kalau memang belum merasa mendapat informasi komplit reksadana, tunggu tulisan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-9136239743586905080?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/9136239743586905080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=9136239743586905080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/9136239743586905080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/9136239743586905080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/apa-sih-manfaat-reksadana-tulisan-3.html' title='Apa sih manfaat Reksadana (tulisan 3)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S4HPczXfWwI/AAAAAAAAAJI/9jtHkEJia_A/s72-c/reksadana1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7722847247075580028</id><published>2010-02-18T13:29:00.005+07:00</published><updated>2010-02-18T15:05:20.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='defisit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obligasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yunani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Bilakah Yunani kembali bersinar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3z0c5rQDTI/AAAAAAAAAI4/FwDdVGh5srs/s1600-h/228.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3z0c5rQDTI/AAAAAAAAAI4/FwDdVGh5srs/s200/228.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439491227312459058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dubai sudah mulai kendor disorot dunia karena penyelesaiannya lebih cepat dan efeknya tidak berlarut-larut bagi negara lain, berbeda dengan permasalahan ekonomi Yunani negeri nan eksotis ini. Dilain sisi juga Dubai diurus oleh Uni Emirat Arab yang relatif beritanya tidak segencar Uni Eropa yang membawahi Yunani.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita sedih dilansir bisnis Indonesia yang menulis Pemimpin Uni Eropa (UE) gagal meyakinkan investor obligasi bahwa Yunani dapat mengatasi masalah anggarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan itu menyebabkan imbal hasil surat berharga Yunani berdurasi 2 tahun masih di atas 5%, angka tertinggi di kawasan Euro, meskipun pejabat UE mendesak negara itu mengurangi defisit anggaran pada pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premi terhadap investor  dipertahankan di atas 4% agar investor tidak melepas surat berharga pengganti sekuritas acuan Jerman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka ini terbesar sejak negara Mediterania bergabung menggunakan euro. Imbal hasil itu juga lebih dari 10 kali lipat atau 35 basis poin di atas rata-rata imbal hasil surat berharga sejenis sejak 1 dekade terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memicu imbal hasil naik ke posisi tertinggi sejak 10 tahun terakhir, investor obligasi mengawasi tekanan UE dalam mendukung Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli strategi papan atas di Societe Generale SA Albert Edwards pada 12 Februari mengatakan jika tidak mampu membatasi defisit yang mencapai empat kali di atas batas maksimum UE, euro akan terus melemah, seperti yang pernah terjadi akibat kondisi di Portugal dan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7722847247075580028?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7722847247075580028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7722847247075580028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7722847247075580028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7722847247075580028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/bilakah-yunani-kembali-bersinar.html' title='Bilakah Yunani kembali bersinar'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3z0c5rQDTI/AAAAAAAAAI4/FwDdVGh5srs/s72-c/228.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-9188934696476766526</id><published>2010-02-18T12:19:00.004+07:00</published><updated>2010-02-18T13:23:55.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyeleundupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ACFTA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilegal'/><title type='text'>Waspadai produk ilegal terkait ACFTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3zcklZySvI/AAAAAAAAAIo/PMckrf1PRjg/s1600-h/sugaar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3zcklZySvI/AAAAAAAAAIo/PMckrf1PRjg/s200/sugaar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439464971030383346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ini adalah tulisan akan kegelisahanku terhadap kesiapan negara ini menghadapi ACFTA. Selama ini kita dihadapkan berita pemusnahan barang-barang ilegal masuk kenegeri ini. Bahkan kalau untuk komoditi gula perlu acara sidak-sidak dan menemukan berton-ton gula ilegal digudang. Belum juga masalah ini terselesaiakan secara tuntas, kini kita dihadapkan dengan maraknya barang ilegal dari China.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana dengan adanya ACFTA yang tidak memberikan jaminan atas legalitas produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus kita lakukan, Direktur Lembaga Perlindungan Konsumen Surabaya Paidi Prawiro Redjo mengatakan sebelum ada ACFTA, tidak sedikit produk ilegal impor yang beredar di Indonesia, apalagi setelah adanya perdagangan bebas seperti itu, sebagaimana dilansir dalam bisnis Indonesia hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya untuk membendung hal tersebut adalah masyarakat sendiri untuk berhati-hati terhadap maraknya peredaran produk ilegal. Dia mewanti-wanti agar konsumen waspada terhadap serbuan barang ilegal dari sejumlah negara anggota ACFTA. “Sejauh ini perdagangan bebas tersebut tidak memberikan jaminan legalitas terhadap produk yang akan diperdagangkan antarnegara,” ujarnya di Surabaya hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paidi, pengawasan terhadap produk ilegal di di lapangan masih minim. Bukan saja di Indonesia tetapi juga di masing-masing pelabuhan di negara-negara Asean maupun China juga lemah dan berpotensi terjadinya peningkatan penyelundupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada jaminan 100% barang yang masuk itu legal. Jadi konsumen mesti mengantisipasi sendiri ketika membeli,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya konsumen harus memperhatikan atau kritis ketika membeli produk-produk, misalnya dengan meminta kartu garansi serta jeli melihat tanda-tanda keabsahan dari produk bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu tanda yang juga bisa dijadikan jaminan bahwa produk itu legal adalah petunjuk atau cara pemakaian yang menggunakan bahasa Indonesia dalam kemasannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita lindungi produk dalam negeri dengan membeli produk legal. Memang sering kita temui produk ilegal lebih murah, tetapi kalau kita tidak mencintai produk kita sendiri dan lebih suka membeli produk ilegal, maka pelan tapi pasti industri kita akan mati tergencet laju barang-barang ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-9188934696476766526?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/9188934696476766526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=9188934696476766526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/9188934696476766526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/9188934696476766526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/waspadai-produk-ilegal-terkait-acfta.html' title='Waspadai produk ilegal terkait ACFTA'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3zcklZySvI/AAAAAAAAAIo/PMckrf1PRjg/s72-c/sugaar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4860770353024899630</id><published>2010-02-18T09:59:00.003+07:00</published><updated>2010-02-18T10:59:43.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajer investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen keuangan rumah tangga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reksadana'/><title type='text'>Apa itu Reksadana (tulisan 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3y6nr7GVII/AAAAAAAAAIg/2ESd0woE1cI/s1600-h/101740-02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 177px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3y6nr7GVII/AAAAAAAAAIg/2ESd0woE1cI/s200/101740-02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439427640924984450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terngiang komentar kolegaku dan merenungkan arti komentarnya "tidak boleh nulis itu, kalau tidak bermain". Apakah dia berpikir saham sama dengan reksadana, karena yang dia tunjuk adalah sososk kolegaku yang getol bermain saham. Rasanya koq tidak mungkin, karena yang berkomentar itu akuntan seniorku. Lha sebenarnya apa sich reksadana itu? Koq sampai ada yang bingung membedakan antara saham dan reksadana.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu reksadana.&lt;br /&gt;Menurut kamusnya Wikipedia yang bisa diunduh di http://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana disebutkan Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun memiliki risiko, produk reksadana cukup digemari di Indonesia bahkan pertumbuhan reksadana diperkirakan semakin sehat dan bongsor seperti istilah yang dipakai KONTAN, bahkan sudah ada 15 reksadana baru yang sedang antre untuk mendapatkan izin terbit dari Bapepam-LK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai investor, kita perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang investasi dan reksadana dulu sebelum terjun berinvestasi dalam reksadana, jangan hanya terbujuk rayu dari kata-kata salesnya saja yang biasanya memang cantik-cantik dan pandai memikat calon investor, jangan pula sampai terjebak milih reksadana bodong seperti Antaboga yang ramai dibicarakan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai ilmunya Sun Tzu dalam bukunya Art of War, “If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah reksadana&lt;br /&gt;Kemunculan produk-produk keuangan termasuk reksadana sering menjadi barometer perkembangann investasi disuatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksadana termasuk produk keuangan yang baru muncul pertengahan tahun 1996 di Indonesia, tetapi ada yang menyatakan produk pertama reksadana berupa sertifikat danareksa yang dikeluarkan tahun 1976, meski dalam sejarahnya sudah lahir tahun 1744 di Belanda dan berkembang menjadi reksadana modern di Boston tahun 1924.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan munculnya reksadana, maka dunia keuangan dan investasi di negeri ini menjadi lebih bergairah untuk berkembang bahkan mengalami pertumbuhan pesat selama tahun 2006 dan 2007, sebelum akhirnya prahara datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan industri reksadana mulai menurun seiring penurunan pasar uang dan pasar saham. Anjloknya nilai saham yang bertubi-tubi, membuat return reksadana ikutan anjlok, terutama yang merasakan efeknya adalah reksadana saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa praktisi reksadana memprediksikan bisnis reksadana berprospek cerah, meski bukan berarti tanpa kendala sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4860770353024899630?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4860770353024899630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4860770353024899630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4860770353024899630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4860770353024899630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/apa-itu-reksadana-tulisan-2.html' title='Apa itu Reksadana (tulisan 2)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3y6nr7GVII/AAAAAAAAAIg/2ESd0woE1cI/s72-c/101740-02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-9089375773039745142</id><published>2010-02-17T16:21:00.005+07:00</published><updated>2010-02-17T16:35:46.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campuran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reksadana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang pensiun'/><title type='text'>Sekilas reksadana (tulisan 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3u381TwDsI/AAAAAAAAAIY/xmDSsnQ8tIA/s1600-h/accounting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 181px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3u381TwDsI/AAAAAAAAAIY/xmDSsnQ8tIA/s200/accounting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439143230709960386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Apa sekarang sudah mulai main saham seperti pak Budi?" sapa kolegaku saat kami ketemu dalam peringatan lustrum lembaga awal bulan ini.&lt;br /&gt;"Belum" jawabku&lt;br /&gt;"lho kenapa nulis tentang saham, tidak boleh begitu" sambungnya sesudah beliau tahu ada artikelku dimuat dimajalah kantor.&lt;br /&gt;Bengonglah aku dibuatnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung percakapan itu semalaman, apakah orang masih rancu ya perbedaan antara saham dan reksadana. Apakah masih banyak ya, orang diluar sana yang menganggap reksadana sama dengan saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menulis topik reksadana dalam blog ini secara serial, sebagaimana tulisan sebelumnya tentang manajemen risiko dan wealth management. Mudah-mudahan bisa sedikit membantu memahami apa itu reksadana. Seperti juga pernah aku terima pertanyaan tentang reksadana di selah satu milist yang kuikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kerbau telah berlalu berganti dengan tahun macan. Kerbau yang lamban namun kuat membajak sawah berganti dengan macan yang trengginas. Maka tidaklah diragukan kalau beberapa ekonom dan pengamat mengemukakan pandangan optimis akan pertumbuhan ekonomi ditahun macan ini. Memang kelabu Dubai world yang menaikkan suhu perbankan Eropa, mendungnya perbankan Austria dan Yunani, serta masih suramnya perekonomian uwak Sam masih memoleskan tintanya di jagat ekonomi dunia. Namun itu tidak menghadang langkah PTPN 3 dan 4 untuk go public serta 3 BUMN lain seperti yang disampaikan oleh Meneg BUMN dipenghujung tahun kerbau lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, prospek emas hijau kembali berkilau begitupun legitnya emas putih kembali mennggigit, meski produksi CPO ditahun 2010 akan tumbuh 7,8% dibawah pertumbuhan tahun 2007 sebesar 12,8% (riset kontan). Sedangkan produksi gula yang tidak memenuhi target produksi tahun 2009, kondisi ini memberi kesempatan bagi produsen (PTPN) untuk melakukan impor yang akan berakhir di April 2010, seperti yang disampaikan Mendag beberapa saat lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditahun macan ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai kisaran 5,3% hingga 6%, LIPI memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9%. Untuk mencapai pertumbuhan sebesar itu tentu saja dibutuhkan investasi yang juga besar. Ekonom dari Universitas Indonesia Chatib Basri dalam sebuah presentasinya mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 1% dibutuhkan investasi sebesar 4,5% APBN. Salah satu andalannya adalah sektor swasta dan pasar modal, yang tahun ini rencananya akan diramaikan oleh pendatang baru dari  BUMN termasuk PTPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pingin berinvestasi dengan ikut memiliki saham PTPN tapi tak punya kesempatan untuk membeli. Jangan kuatir, masih banyak saham yang bisa dibeli. Tidak paham dengan saham jangan kuatir, masih banyak kesempatan untuk berinvestasi. Tidak punya uang banyak, jangan kuatir, ada investasi yang bisa dimulai dengan dana satu juta rupiah. Yach, tahun macan tahun optimis, kita tidak perlu memperbesar rasa khawatir yang tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar ungkapan “don’t put you eggs in one bascket”. Ya, ungkapan ini sering terdengar kalau kita berbicara topik investasi dan risiko. Begitupun ungkapan ini juga berlaku dalam jagat wealth management. Tidak perlu takut membeli produk investasi. Begitu banyak ragam investasi yang bisa diambil, dari yang paling sederhana atau tradisional sampai yang modern ataupun sudah sophisticated. Satu hal pasti, tidak ada resep mujarab untuk investasi paling mak nyuuus, meminjam istilah pak Bondan Winarno dengan wisata kulinernya. Karena setiap individu punya preferensi akan risiko yang berbeda, sehingga pilihan investasi paling mak nyuus buat satu orang akan berbeda pada orang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pilihan bagi pemula yang pingin berinvetasi, salah satu pilihan umum adalah reksadana (mutual fund), salah satu produk investasi yang akan terasa manis ditahun macan ini. Namun sebelum mengambil keputusan investasi atau reksadana apa yang akan diambil sebaiknya tetapkan dulu tujuan investasi anda, kenali juga profil risiko diri, apakah termasuk yang suka mengambil risiko, atau termasuk yang tidak suka bermain risiko. Orang yang senang atau berani mengambil risiko akan berani mengambil investasi dengan risiko tinggi seperti saham, sedang yang tidak suka bermain risiko akan cenderung mengambil investasi yang aman seperti deposito atau ORI. Dalam ilmu manajemen risiko berlaku prinsip semakin tinggi result yang diperoleh akan semakin besar risiko yang ada sampai dengan batas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-9089375773039745142?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/9089375773039745142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=9089375773039745142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/9089375773039745142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/9089375773039745142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/sekilas-reksadana-tulisan-1.html' title='Sekilas reksadana (tulisan 1)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3u381TwDsI/AAAAAAAAAIY/xmDSsnQ8tIA/s72-c/accounting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6908429656305320680</id><published>2010-02-17T10:07:00.004+07:00</published><updated>2010-02-17T10:40:52.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PTPN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='regrouping'/><title type='text'>IPO PTPN batal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3tkckQ226I/AAAAAAAAAII/2JrumGvpD_A/s1600-h/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 110px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3tkckQ226I/AAAAAAAAAII/2JrumGvpD_A/s200/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439051416913501090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah gencar disiapkan dan digodog IPO (go public) tiga PTPN yaitu PTPN 3, 4 dan 7 sampai dengan awal tahun ini, minggu lalu dalam rapat kerja antara Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR di Jakarta, Kementerian BUMN memastikan membatalkan rencana melepas saham perdana PTPN 3, 4 dan 7 seperti dilansir Bisnis Indonesia kamis 11 februari 2010.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri BUMN, Mustafa Abubakar, menyatakan pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap seluruh BUMN perkebunan terlebih dahulu dengan cara pengelompokan kembali (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;regrouping&lt;/span&gt;). Dengan pengelompokan berbasis komoditas, perusahaan pelat merah yang menggarap perkebunan (14 PTPN dan RNI) nantinya terbatas pada empat atau lima perusahaan saja, misalnya BUMN karet, BUMN sawit, BUMN gula, BUMN teh, atau BUMN kakao. Opsi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regouping &lt;/span&gt;berdasarkan komoditas tersebut dikaji selain opsi regrouping berbasis wilayah (region) yang sudah pernah diwacanakan beberapa waktu lalu,lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kemudian dilakukan dan dihasilkan adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blue print&lt;/span&gt; yang jelas dan keputusan yang tegas. Pada jaman pemerintahan Soeharto wacana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regrouping &lt;/span&gt;ini pernah pula dilontarkan dan dibahas. Mudah-mudahan kali ini, wacana yang dilontarkan kembali pak Meneg BUMN bisa menjadi solusi manjur atas kinerja perusahaan pelat merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat lalu, organisasi perusahaan pelat merah ini sempat digodog untuk menjadi holding, bahkan menurut tulisan bisnis Indonesia tersebut, rencana holding selama 10 tahun terakhir senantiasa timbul dan tenggelam seiring dengan pergantian pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya penggodogan rencana IPO maupun holding tidaklah sedikit, kalaupun toh akhirnya kedua rencana itu batal semua berganti dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regrouping&lt;/span&gt;, mudah-mudahan tambahan kinerja yang dihasilkan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regrouping &lt;/span&gt;bisa menutup biaya persiapan perubahan organisasi plat merah ini, bahkan kinerjanya menjadi cemerlang secermerlang bintang dilangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita dukung rencana pemerintah untuk meningkatkan kinerja perusahaan perkebunan pelat merah dengan melakukan yang terbaik dalam pekerjaan kita mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang dan mulai dari diri sendiri, menyitir himbauan Aa Gym yang gencar dilontarkan beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6908429656305320680?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6908429656305320680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6908429656305320680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6908429656305320680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6908429656305320680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/ipo-ptpn-batal.html' title='IPO PTPN batal'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3tkckQ226I/AAAAAAAAAII/2JrumGvpD_A/s72-c/palm-oil-plantations125x110_tcm13-141043.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-3016604592556488869</id><published>2010-02-13T09:54:00.002+07:00</published><updated>2010-02-13T10:08:05.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni eropa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yunani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legenda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='krisis'/><title type='text'>Yunani ooohh Yunani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3YXV2kALOI/AAAAAAAAAIA/pNYU3YwoE6w/s1600-h/Griechenland-Der-Parthenon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3YXV2kALOI/AAAAAAAAAIA/pNYU3YwoE6w/s200/Griechenland-Der-Parthenon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437559264287665378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku menulis rasa terkejut campur heran akan kesulitan ekonomi Dubai, kini aku tergelitik untuk nulis kesulitan ekonomi negeri nan eksotik Yunani, kubilang eksotik, karena sangat kuimpikan bisa kukunjungi suatu saat nanti, semoga tidak gagal lagi sebagaimana rencanaku kesana 13 tahun lalu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunani yang penuh legenda cukup menghentak mata dunia ketika tahun 2004 menjadi penyelenggara olimpiade, semua mata terpana akan kecanggihan acara pembukaan maupun penutupan olimpiade begitu pula dengan kecanggihan arena-arena perlombaan. Ternyata kecanggihan itu mahal harganya. Kecanggihan olimpiade 6 tahun lalu, menjadi salah satu penyebab dari sekian banyak penyebab "kebangkrutan" Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutangnya menumpuk sekitar 300 milyar euro, kelompok uni eropapun dibikin blingsatan oleh krisis yang melanda Yunani ini, bahkan indeks IHSGpun bergolak karena konstraksi ekonomi Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik Finance menulis berita kalau Komisi Eropa telah menyetujui rencana anggaran Yunani untuk mengatasi defisit anggaran negara tersebut yang mencapai 13%. Konsekuensinya UE akan mengawasi Yunani secara ketat, demikian dipantau detikfinance siang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara anggota UE hanya boleh mengalami defisit anggaran maksimal 3% untuk menjaga stabilitas kurs mata uang Euro. Akibat krisis ekonomi global, hampir semua negara UE melampaui norma ini, namun Yunani terparah. Buntutnya, Yunani mengalami kesulitan mencari tambahan utang. Dikhawatirkan situasi ini akan menyeret negara-negara UE yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunani kini melakukan sanering dengan membekukan gaji pegawai, menaikkan beberapa jenis pajak, menunda usia pensiun dan memangkas anggaran militernya.&lt;br /&gt;Mari kita tunggu hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-3016604592556488869?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/3016604592556488869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=3016604592556488869' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3016604592556488869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3016604592556488869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/yunani-ooohh-yunani.html' title='Yunani ooohh Yunani'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S3YXV2kALOI/AAAAAAAAAIA/pNYU3YwoE6w/s72-c/Griechenland-Der-Parthenon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8861389439936682080</id><published>2010-02-03T11:05:00.002+07:00</published><updated>2010-02-03T11:26:25.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='china'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ACFTA'/><title type='text'>Kenapa barang China bisa murah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S2j6tAAngbI/AAAAAAAAAH4/WVzhGeYbNtU/s1600-h/ACFTA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S2j6tAAngbI/AAAAAAAAAH4/WVzhGeYbNtU/s200/ACFTA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433868601426149810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat komentar Sofyan Wanadi saat dikonfirmasi bahwa kita tidak mungkin berkompetisi melawan produk China. Dia bilang: "Lupakan saja. Seluruh dunia sudah tidak tahan. Jepang, Korea, Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Semua memberi proteksi terhadap barang-barang China melalui macam-macam cara, terutama melalui standar nasional industrinya. Barang tidak bisa masuk kalau tidak bisa memenuhi standar kualitas mereka. Di Indonesia ini, yang masuk barang rongsokan semua."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya, bagaimana kita bisa bersaing melawan gempuran produk China, bahkan ada sebuah koran yang menulis bahwa CD bekaspun akan berbondong-bondong menggelontor pasar Indonesia. Sungguh sebuah ironi, kalau hal ini benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tanya soal harga pada China, mereka sudah wealth management slogan minded "PALUGADA" apa lu minta, gua ada...sebuah pelayanan yang well service.&lt;br /&gt;kalau kau punya duit sejuta dia akan bikin barang seharga sejuta, kalau kau minta barang berkualitas, dia juga akan memenuhinya dengan barang yang berkualitas sesuai permintaan. Soal kualitas, jangan kuatir mereka punya rangkin kualitas yang bertingat, dari yang paling top sampai yang paling amburadul. So, apa mau dilawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian, kenapa bisa murah. Koran temu menyebutkan 7 alasan kenapa barang China bisa murah, yaitu:&lt;br /&gt;1. memaksimalkan peran UKM&lt;br /&gt;2. infrastuktur mendukung&lt;br /&gt;3. insentif ekspor&lt;br /&gt;4. produktivitas buruh tinggi&lt;br /&gt;5. produksi dalam jumlah besar&lt;br /&gt;6. regenerasi mesin tua&lt;br /&gt;7. dukungan industri komponen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, bagaimana sekarang kita bisa bahu membahu melawan gempuran produk China ini, jangan sampai kita hanya ribut mempermasalahkan kesalahan masa lalu, yang juga tidak bisa diselesaikan dengan  memuaskan banyak pihak. Ayo, kita bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8861389439936682080?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8861389439936682080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8861389439936682080' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8861389439936682080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8861389439936682080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/02/kenapa-barang-china-bisa-murah.html' title='Kenapa barang China bisa murah'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S2j6tAAngbI/AAAAAAAAAH4/WVzhGeYbNtU/s72-c/ACFTA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6248602015468773074</id><published>2010-01-20T12:17:00.006+07:00</published><updated>2010-01-21T10:40:39.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CPO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sawit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kakao'/><title type='text'>BUMN Perkebunan diminta ekspor barang jadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S1ac2FEIoCI/AAAAAAAAAHg/sn1lNGvCtH8/s1600-h/gicl%2448171919.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S1ac2FEIoCI/AAAAAAAAAHg/sn1lNGvCtH8/s200/gicl%2448171919.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428698853728100386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ya kepalaku ini koq masih juga dipenuhi tentang ACFTA, ada apa dengannya? Aku sendiri bertanya terus dalam hatiku, apakah ini karena kekhawatiran yang begitu besar ya? Atau malah cenderung dibesar-besarkan. Yach, tanyalah pada rumput yang bergotyang,kata Ebiet G Ade&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha bagaimana tidak kuatir, minggu lalu saya sempat baca judul artikel di surat kabar lokal Yogya yang memuat judul kurang lebihnya bilang kalau celana dalam bekas dari Chinapun bisa masuk Indonesia....wuich..kebayang ngerinya dach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kubaca berita di detik finance, Meneg BUMN, meminta BUMN perkebunan untuk mengekspor produk jadi ke China, bukan lagi produk mentah seperti CPO, sheet, dan kakao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"CPO yang selama ini dieskpor sebagian akan diolah menjadi minyak goreng, oleokimia dan industri surfaktan," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2010). Begitupun dengan hasil jadi dari karet yang bisa berupa ban dan batang sawit yang selama ini belum diekspor akan diolah terlebih dahulu particle board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhir september tahun 2009 lalu, produk ekspor BUMN perkebunan yang dikirim ke China antara lain CPO sebanyak 1,9 juta ton senilai US$ 1,17 juta, karet sebanyak 371.068 ton setara US$ 526.000 dan kakao sebanyak 5.283 ton senilai US$ 11.569.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach kemudian yang perlu disiapkan adalah bagaimana BUMN itu siap untuk alih kemudi dari produsen bahan mentah menjadi bahan jadi. Sebuah pekerjaan rumah yang sangat besar, perlu pemikiran yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6248602015468773074?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6248602015468773074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6248602015468773074' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6248602015468773074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6248602015468773074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/01/bumn-perkebunan-diminta-ekspor-barang.html' title='BUMN Perkebunan diminta ekspor barang jadi'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S1ac2FEIoCI/AAAAAAAAAHg/sn1lNGvCtH8/s72-c/gicl%2448171919.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-994841198764788858</id><published>2010-01-14T15:49:00.006+07:00</published><updated>2010-01-14T16:04:55.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SNI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='standard'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='china'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mulu'/><title type='text'>SNI untuk mengatasi produk China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S07dtEnRr9I/AAAAAAAAAHY/rBEWJXMElTs/s1600-h/Nubia_group-072-139.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 187px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S07dtEnRr9I/AAAAAAAAAHY/rBEWJXMElTs/s200/Nubia_group-072-139.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426518367430356946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa tiga hari ini kepalaku dipenuhi dengan pikiran tentang ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Mungkin karena lebih banyak kekhawatiran tentang kelangsungan usaha di Indonesia negeri tercinta ini, dibanding senengnya bisa menapatkan barang-barang murah untuk keperluan pribadi. Mungkin juga kekhawatiran terhadap pemerintah untuk mensikapi, men jaga dan melindungi usaha kecil (UKM) di negeri tercinta ini. Mungkin juga dikarenakan melihat majunya perekonomian negeri beruang itu dibanding dengan kemajuan begeri tercinta. Mungkin semua itu bercampur jadi satu, sehingga memunculkan tulisan-tulisan yang tak seberapa ini   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sich, kalau ngelihat negeri China sejak dari Senzhen, Guangzhou, Beijing, Shanghai, semua menunjukkan kemajuan perekonomian yang sangat pesat. Walau kalau kita berjalan masuk gang dari pusat perbelanjaan yang megahm begitu banyak rumah kumuh dan anak-anak kurus belepotan, tidak jauh mungkin dari keadaan kampung dibelakang daerah sudirman maupun thamrin di jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi peningkatan produk-produk China yang tersebar ke belahan bumi ini tidak bisa dipungkiri, kalau China memang menjadi negara besar dan bahkan diprediksi akan memimpin dunia bersama India di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya yang ditempu pemerintah untuk melindungi indsutri dalam negeri adalah dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) seperti yang disampaikan Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) Sahala Lumban Gaol mengatakan, jika SNI tidak diberlakukan segera maka bisa berdampak kepada kinerja perusahaan BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penerapan SNI itu penting untuk menjadi semacam standarisasi produk yang masuk ke Indonesia sekaligus untuk memproteksi konsumer," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (8/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, selain produk yang masuk dari China, SNI tersebut juga harus diberlakukan terhadap produk buatan pabrik milik perusahaan China di dalam negeri. "Perusahaan China yang ada di sini juga harus pakai SNI, supaya ada perdagangan yang fair ," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, salah satu masalah yang akan dihadapi BUMN adalah sangat beragamnya produk China yang akan masuk. Dari satu produk saja, perusahaan China bisa membuat hingga lima tingkatan kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau barang China kw 1 diadu dengan kw 1 lokal itu masih bersaing. Tapi kalau dilawan kw 5 kan harganya produk China lebih murah walaupun kualitasnya jauh. Tapi orang kita kan memang suka yang murah-murah," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, ada beberapa BUMN yang tidak terkena dampak FTA. Namun yang terkena dampaknya jauh lebih banyak lagi, baik itu dampak positif maupun negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, sekarang bagaimana kita bisa memanfaatkan upaya perlindungan pemerintah terhadap persaingan dengan produk China.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-994841198764788858?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/994841198764788858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=994841198764788858' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/994841198764788858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/994841198764788858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/01/sni-untuk-mengatasi-produk-china.html' title='SNI untuk mengatasi produk China'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S07dtEnRr9I/AAAAAAAAAHY/rBEWJXMElTs/s72-c/Nubia_group-072-139.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6410052884010790835</id><published>2010-01-14T15:11:00.003+07:00</published><updated>2010-01-14T15:42:28.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='murah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mutu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produk'/><title type='text'>Bagaimana menghadapi produk China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S07Y1u2ov5I/AAAAAAAAAHQ/4qB2c2cVJ5A/s1600-h/image00888.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S07Y1u2ov5I/AAAAAAAAAHQ/4qB2c2cVJ5A/s200/image00888.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426513018649886610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ACFTA sudah berjalan 14 hari, kekhawatiran akan gempuran barang-barang dari CHina yang murah mengisi benak banyak orang maupun pengusaha yang terutama barangnya juga bisa diproduksi oleh China dan banyak ditemukan diseantero bumi tercinta ini. Sebuta saja industri sandang, sejak dari tekstil sampai dengan baju-bajunya&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, produk kita banyak yang kalah murah, meski mutu tidak kalah. tetapi masyarakat masih banyak yang membeli barang dengan pertimbangan pertama harga bukan mutu. Jadilah para pengusaha mengernyitkan dahi, pusing mencari solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Bidang Pengkajian UKMK Kementerian Negara Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, dari segi harga produk-produk Indonesia masih sulit bersaing dengan produk dari China dengan harga yang jauh lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari segi harga kita sulit bersaing karena faktor biaya tinggi seperti infrastruktur, peraturan-peraturan yang menghambat, dan mahalnya untuk mendapatkan pembiayan di Indonesia," ujarnya dalam diskusi 'Polemik' di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (9/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayan mengatakan bagi pengusaha di Indonesia, bunga kredit di Indonesia bisa dikatakan yang tertinggi di Asia dan ini menjadi salah satu penghambat dunia usaha untuk bisa berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi menghadapi FTA ini, PR kita adalah meningkatkan daya saing produk dalam negeri, baik dari perusahaan besar maupun kecil. Pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan daya beli masyarakat," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, mari kita beramai-ramai meningkatkan daya saing produk kita, agar tidak kalah atau bahkan hancur dengan gempuran produk China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6410052884010790835?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6410052884010790835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6410052884010790835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6410052884010790835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6410052884010790835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/01/bagaimana-menghadapi-produk-china.html' title='Bagaimana menghadapi produk China'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S07Y1u2ov5I/AAAAAAAAAHQ/4qB2c2cVJ5A/s72-c/image00888.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1853554686302686314</id><published>2010-01-14T08:01:00.002+07:00</published><updated>2010-01-14T08:18:11.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjasama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='krisis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dana'/><title type='text'>Belanda jangan sampai lepas...wolak walike jaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S05wNxXkTuI/AAAAAAAAAHI/f3DD1YvtIrI/s1600-h/money-net.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S05wNxXkTuI/AAAAAAAAAHI/f3DD1YvtIrI/s320/money-net.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426397982920822498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belanda jangan sampai lepas, itu sebuah judul berita yang sangat menarik perhatian saya kemarin. Kebayang pelajaran sejarah di sekolah waktu SPM, SMA, selalu saja bercerita tentang perjuangan para pahlawan negara dengan mempertaruhkan nyawa untuk mengusir Belanda dari bumi pertiwi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam puluh lima tahun berlalu, keadaan berubah total, sekarang para "pahlawan" memperjuangkan untuk mempertahankan Belanda datang kenegeri ini. Indonesia berusaha maksimal merawat pasar (Belanda) ini dengan mengirim delegasi promosi dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar Dr Sapta Nirwandar dalam konferensi pers Vakantiebeurs 2010 Utrecht, Belanda, salah satu bursa pariwisata terbesar di Eropa, yang dimulai hari ini Selasa (12/1/2010) dan akan berlangsung sampai 17/1/2010 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para "pahlawan" juga berjuang agar Belanda tetap mengucurkan dana dalam bentuk bantuan kerjasama ke bumi pertiwi. Karena Belanda akhirnya memangkas dana Bantuan Kerjasama Pembangunan. Besar dana dipangkas untuk tahun-tahun mendatang mendekati EUR600 juta atau sekitar Rp8,5 triliun, dari semula EUR5,31 miliar menjadi EUR4,72 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatah Bantuan Kerjasama Pembangunan untuk Indonesia termasuk cukup berat dipangkas, yakni mencapai 25%. Pemangkasan bantuan kerjasama pembangunan ini tak terelakkan menyusul krisis ekonomi di Belanda sebagai dampak krisis kredit, Bruto Nationaal Product/BNP atau Gross Domestic Product/GDP yang menyusut hingga mendekati -5% dan perkiraan resesi akan terus membelit negeri ini dan utangnya yang terus meningkat di tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kebayang lagi, apakah negara-negara bekas jajahan Inggris ataupun Perancis juga meneriakkan agar mantan penjajahnya tidak lepas ya...Aaachh...wolak walike jaman....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1853554686302686314?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1853554686302686314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1853554686302686314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1853554686302686314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1853554686302686314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/01/belanda-jangan-sampai-lepaswolak-walike.html' title='Belanda jangan sampai lepas...wolak walike jaman'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S05wNxXkTuI/AAAAAAAAAHI/f3DD1YvtIrI/s72-c/money-net.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8223139686530551827</id><published>2010-01-13T15:05:00.003+07:00</published><updated>2010-01-13T15:13:55.533+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kadin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertumbuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='optimis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ACFTA'/><title type='text'>Pertumbuhan ekonomi 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S02AitEwfsI/AAAAAAAAAHA/PT-6L1SCrMw/s1600-h/cash-flow.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S02AitEwfsI/AAAAAAAAAHA/PT-6L1SCrMw/s320/cash-flow.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426134459754774210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disaat masyarakat masih pro dan kontra, setuju dan tidak setuju, positif dan negatis, optimis dan pesimis mengenai mulai berlakunya ACFTA per 1 Januari 2010. Pemerintah dan Kadin menyikapi positif dengan merevisi target pertumbuhan menjadi lebih tinggi&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun kemarin pertumbuhan masih belum mempertimbangkan secara matang efek ACFTA ini mungkin ya, sehingga perlu ada revisi pada awal tahun ini. Semoga saja revisi ini, karena baik pemerintah maupun Kadin melihat dampak positif yang lebih besar pada dunia usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dilansir dalam berita detik finance kedua institusi ini merevisi target pertumbuhan tahun 2010 ini.&lt;br /&gt;Sebagai bentuk optimisme dunia usaha dalam negeri pada tahun ini,  Kadin telah merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun 2010 ke arah yang lebih optimis dari proyeksi roadmap kadin sebelumnya yaitu dari 5,4%-5,9% menjadi 5,4%-6,5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Target pemerintah 4,5% menjadi 5,5% itu alamiah karena alamiahnya seperti itu, tapi harus lebih tinggi pertumbuhan ekonomi (6,5%)," kata Faisal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faisal menjelaskan optimisme ini didasarkan dari optimisme pertumbuhan proyeksi investasi sebesar 8,6% dari roadmap Kadin yang hanya 7,5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini ditopang oleh adanya proyeksi pertumbuhan kredit perbankan hingga 20% dari pelaku perbankan, peningkatan arus penanaman modal asing langsung, perbaikan kualitas belanja modal pemerintah dan percepatan proyek-proyek infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan asumsi pertumbunan ekonomi 2010 versi Kadin ini juga mempengaruhi proyeksi pertumbuhan sektor lainnya seperti manufaktur dari 3,9% menjadi 5%, sektor konstruksi dari 6,9% menjadi 7,5%, hotel dan restoran dari 5,7% menjadi 6,5%, namun yang turun hanya sektor finansial yang diturunkan dari 7,4% menjadi 6,9%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisnis kita tahun 2010 semakin maju, jumlah pengangguran menurun, angka kesejahteraan meningkat. amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8223139686530551827?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8223139686530551827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8223139686530551827' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8223139686530551827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8223139686530551827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/01/pertumbuhan-ekonomi-2010.html' title='Pertumbuhan ekonomi 2010'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S02AitEwfsI/AAAAAAAAAHA/PT-6L1SCrMw/s72-c/cash-flow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-3592388250540090</id><published>2010-01-13T11:26:00.003+07:00</published><updated>2010-01-13T15:05:32.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='distributor gula'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komoditi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ACFTA'/><title type='text'>Bagaimana industri gula terkait ACFTA 2010 ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S01OD6ElbBI/AAAAAAAAAG4/JhgY6C5geJ8/s1600-h/1159925787p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 171px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S01OD6ElbBI/AAAAAAAAAG4/JhgY6C5geJ8/s320/1159925787p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426078955086375954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak tanggal 1 Januari 2010 ACFTA fektif berlaku, perjanjian antara China dan Indonesia. Pro dan kontra masih tetap berjalan, meski mau tidak mau, suka tidak suka, ACFTA harus dilaksanakan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang pasar komoditi kita yang bergitu sensitif terhadap bea masuk, bagaimana jadinya dengan industri gula umumnya dan produksi BUMN yang berkecimpung di bisnis gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikata, sampai dengan saat ini, gempuran gula impor ilegal belum bisa diselesaikan dengan tuntas, berbagai cara dan upaya sudah dilakukan. Berbagai institusi sudah dikerahkan, selalu saja berita adanya gula impor ilegal menumpuk digudang bisa kita temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pula yang dikemukakan oleh &lt;/span&gt;Ketua LP3E Faisal Basri dalam acara konferensi pers di kantor Kadin, Jakarta, Selasa (12/1/2010) seperti dimuat di detik finance, bahwa "Pengaruh ACFTA tidak terlau  berpengaruh, yang jadi persoalan adalah barang yang masuk secara ilegal,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya lagi, perdagangan bebas AC-FTA tahun 2010 hanyalah penurunan tarif bea masuk dari 5% ke 0% dalam jadwal Normal Track 1 (NT 1). Faisal menambahkan di luar itu, Indonesia semenjak tahun 1998 lalu secara sukarela sudah menurunkan bea masuk secara bertahap dan hanya melindungi secara khusus untuk produk-produk sensitif seperti gula dan beras. Ini berarti industri gula masih bisa bernafas lega dengan masih adanya perlindungan dari pemerintah. Semoga industri gula tidak terlena dengan perlindungan yang menyejukkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu anggota LP3E Pande Raja Silalahi menambahkan seharusnya kalangan dunia usaha di Tanah Air tidak perlu khawatir dengan adanya AC-FTA. Ia mengharapkan dunia usaha dan masyarakat jangan terbelunggu dengan pemikiran barang China akan deras setelah adanya AC-FTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita sikapi secara positif dengan memproduksi barang secara efektif dan efisien agar mampu bersaing dengan barang-barang China yang sudah kulonuwun dengan sopan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-3592388250540090?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/3592388250540090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=3592388250540090' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3592388250540090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3592388250540090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2010/01/bagaimana-industri-gula-terkait-acfta.html' title='Bagaimana industri gula terkait ACFTA 2010 ini'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/S01OD6ElbBI/AAAAAAAAAG4/JhgY6C5geJ8/s72-c/1159925787p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8261901768724470402</id><published>2009-12-07T12:59:00.002+07:00</published><updated>2009-12-07T13:49:26.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cina'/><title type='text'>Cina marah…..lho kenapa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxylIElC83I/AAAAAAAAAGs/CsMDqLzVqRk/s1600-h/BudgetAllocation.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxylIElC83I/AAAAAAAAAGs/CsMDqLzVqRk/s320/BudgetAllocation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412382410279154546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemerintah Cina marah dan menuding beberapa bank Amerika menipu. Kemarahan ini dipicu oleh sejumlah 60 BUMN Cina dari 130 BUMN yang ada merugi sebesar 11,4 milyar yuan atau setara 16 trilliun rupiah karena membeli produk derivative dari bank-bank negeri paman Sam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kata wakil ketua Pengawasan Aset dan Komisi Administrasi BUMN mister Li Wei, pada tingkat tertentu produk investasi yang ditawarkan bank-bank AS menyebabkan kehancuran perusahaan Negara. Produk derivative yang dibeli BUMN itu ditawarkan dengan janji untuk melindungi kemerosotan nilai asset perusahaan terhadap kenaikan harga komoditas dan fluktuasi kurs serta suku bunga. Produk ini adalah jenis investasi yang amat kompleks ditawarkan dengan penjelasan sangat minim. Seperti yang diturunkan dalam berita internasional harian kompas sabtu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat cerita salah satu profesor keuangan di kelas ketika besannya terpesona produk valas yang ditawarkan sangat memikat oleh penjualnya. Semua penjelasan mengenai keuntungan dibeberkan dengan antusias namun kemungkinan rugi tak disinggung-singgung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, valas gonjang-ganjing, karena dia harus menjaga nilai kecukupan investasi “US $” yang dia beli  maka dia selalu harus menambah uang agar US $ nya tidak turun. Makin lama dia mengisi lebih besar dari nilai pembelian diawal dengan return yang jelas-jelas minus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan kasus BUMN Cina ini, dia tergiur oleh tawaran bank-bank papan atas USA, sebut saja Goldman, Merrill Lynch, Morgan dan City Corp dengan anggapan bahwa produk mereka pasti selalu akan memberi hasil positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang mereka lupa atau mungkin juga belum paham permainan produk derivative, produk keuangan yang memang agar kompleks dibandingkan invetasi properti atau reksadana. Lebih disayangkan lagi, nilai kontrak derivative sekitar 125 milyar yuan dibeli akhir oktober 2008, sebulan setelah Lehman Brothers bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang dijadikan dasar pengambilan keputusan investasi yang sangat besar dilakukan pada Negara yang sedang dilanda krisis ekonomi akibat subprime mortgage setahun sebelumnya. Sekalipun bank yang dipilih adalah bank-bank papan atas, tetaplah akan sulit dijadikan pegangan mengingat dasar fondasi keuangan negaranya sedang kacau. Kebangkrutan Lehman Brothers dan Merrill Lynch adalah salah satu indikator krisis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran sangat berharga tentang pentingnya penguasaan produk investasi yang hendak di beli dan pengetahuan ekonomi dan keuangan makro suatu Negara bila kita hendak berinvestasi di negeri orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tidak mendengar berita BUMN negeri kita juga merugi sedemikian besar karena melakukan investasi dalam produk keuangan yang berisiko tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8261901768724470402?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8261901768724470402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8261901768724470402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8261901768724470402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8261901768724470402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/12/cina-marahlho-kenapa.html' title='Cina marah…..lho kenapa'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxylIElC83I/AAAAAAAAAGs/CsMDqLzVqRk/s72-c/BudgetAllocation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8416986397959491645</id><published>2009-12-07T12:51:00.003+07:00</published><updated>2009-12-07T12:57:35.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dana'/><title type='text'>Suntikan dana ke bank….untuk apa sich</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyY2FDRZFI/AAAAAAAAAGk/fBywsqtdRkE/s1600-h/cashflow5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyY2FDRZFI/AAAAAAAAAGk/fBywsqtdRkE/s320/cashflow5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412368907028751442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tahun lalu saat Obama mengawal rakyat paman Sam, langkah perbaikan ekonomi dan keuangan Negara adalah dengan memberi suntikan dana ke dunia perbankan yang tidak tidak sedikit. Pro dan kontra timbul disana sini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kini pemerintah Inggris juga mengucurkan dana untuk penyelamatan dunia perbankan yang juga tidak sedikit yaitu 850 milyar poundsterling (atau setara 12.750 trilliun rupiah). Tujuannya tidak beda dengan om Obama, hasil protes yang dituaipun juga tidak jauh beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana sebanyak itu akan digunakan untuk pembelian saham-saham agar indeks tidak anjlok, jaminan-jaminan atas utang, dan pemberian asuransi yang terkait dengan lembaga-lembaga keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga jumlah dana yang digelontorkan ini bisa meningkat kalau Dubai World benar-benar tak mampu membayar utang dan bunganya tepat waktu, sesuai rencana Dubai World yang mau mengajukan pengunduran jadwal pembayaran hutangnya pada bank-bank di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma dari utang Dubai World yang mencapai US $60 milyar itu, berapa besarnya yang berasal dari bank-bank di Inggris. Makin besar pinjaman dari bank-bank di Inggris, akan makin besar kebutuhan dana untuk penyuntikan kesehatan bank-bank yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi bahan renungan adalah, fondasi sistem keuangan Inggris adalah konvensional, tidak terpana oleh kilauan gebyar margin bisnis keuangan, tidak bergerak ekspansif mengejar keuntungan. Lha koq ternyata dalamnya rapuh dan kelimpungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat pekerjaan BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) dulu, diawal kerja mengumumkan kekayaan perbankan yang berada dalam karantina/direcovery senilai kurang lebih 600 triliun rupiah, tak berapa lama kemudia keluar pernyataan kalau kekayaannya 400 triliun rupiah..wach kepala bingung membayangkan kenapa dalam jangka pendek nilai kekayaan bisa langsung menyusut besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah bank di Inggris juga serapuh bank di Indonesia waktu itu ya. Apakah rapuhnya sistem yang ada didalamnya ini yang menyebabkan bonus para bankir menjadi sangat fantastis. Bahkan tahun kemarin sempat diulas oleh sebuah majalah besarnya bonus untuk para banker ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu pemberian bonus yang besar ini juga ikut menyembul seiring dengan berita suntikan dana yang luar biasa besar, sementara hasilnya masih diragukan. Atau bisa dikatakan bank-bank Inggris masih diragukan kemampuannya untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi tarik ulur, pemerintah berencana memangkas besarnya bonus para bankir, dilain pihak para petinggi Royal Bank of Scotland (RBS) mengancam mengundurkan diri. Sementara bank Inggris yang mampu mencapai target pemerintah untuk meningkatkan pinjaman kepada pebisnis hanya RBS dan Lyods Banking Group (LBG). Rasa penasaran timbul untuk mengetahui siapa yang akan jadi pemenang kali ini ya, mengingat tahun kemarin pemerintah tak mampu mengerem laju pemberian bonus yang begitu fantastis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ketua NAO (kantor audit nasional) Inggris, Amyas Morse, seperti  dimuat di harian kompas, Pemerintah bisa dibenarkan “menyuntikkan” dana rakyat untuk menyelamatkan bank-bank Inggris. Sulit membayangkan skala kekacauan jika bank-bank besar dibiarkan runtuh. Meski sejauh mana bank-bank itu masih akan membebani rakyat, masih dibutuhkan waktu untuk membuktikannya. Tapi dia juga mengkritik besarnya belanja untuk jasa konsultasi penyelesaian keuangan. Jasa nasehat darurat oleh Credit Suisse (Bank asal Swiss) diperkirakan mencapai 15,4  juta pound atau 300.000 poundsterling per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba muncul pikiran, mungkinkah kebijakan pengucuran dana ke bank Century yang sekarang ramai diperbincangkan ini juga mengacu alasan yang sama dengan pemerintah Inggris ini ya? Atau alasannya om Obama di negeri paman sam sana? Walahualam bishawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8416986397959491645?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8416986397959491645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8416986397959491645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8416986397959491645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8416986397959491645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/12/suntikan-dana-ke-bankuntuk-apa-sich.html' title='Suntikan dana ke bank….untuk apa sich'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyY2FDRZFI/AAAAAAAAAGk/fBywsqtdRkE/s72-c/cashflow5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6541213687691123674</id><published>2009-12-07T12:31:00.002+07:00</published><updated>2009-12-07T12:44:30.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dubai'/><title type='text'>Dubaiku sayang, Dubaiku malang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyU7CdXy9I/AAAAAAAAAGc/mZJH22TgC2c/s1600-h/burj_dubai_b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 123px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyU7CdXy9I/AAAAAAAAAGc/mZJH22TgC2c/s320/burj_dubai_b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412364594185751506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dubaiku sayang. Ya rasa sayang, cinta, suka, senang, gembira ria meliputi hati saat melihat kemegahan terpancar di hampir seantero Dubai. Sebut saja kemegahan menara Al Buruj, reklamasi pantai berbentuk pohon kurma, arena ski tertutup serta berbagai villa mewah dan kondominium bertebaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kini Dubaiku malang yang ada. Karena ternyata kemegahan yang gemerlap dibangun sejak tahun 2000 bukan diatas fondasi minyak, tetapi uang dari pihak ke tiga. Dan kini, Dubai World, perusahaan pemerintah yang mengelola kelimpungan sehingga perlu mengajukan pengunduran utang pokok pada sejumlah bank Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ternyata Dubai tidak segemerlap tampilannya, tidak sekokoh fondasi minyak di Iran yang mesti di embargo oleh paman Sam tetap masih bisa bertahan sampai sekarang, bahkan sempat membuat petinggi paman Sam kepanasan karena petinggi Iran bersikukuh mengelola uranium bahan bom nuklir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kemudian menuduh sang pemimpin Dubai dengan dasar, karena tidak ada anak buah yang salah, yang salah adalah pemimpin. Kini mata terfokus pada sang penguasa Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktum. Dia pemimpin visioner, mempunyai impian mengubah Dubai yang gurun menjadi modern semegah London dan New York. Diapun berusaha mewujudkan impiannya sejak tahun 2000. Kiprahnya tidak hanya sebatas Negara di Uni Emirat Arab tetapi merambah seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemahirannya banyak lembaga keuangan, selebriti, politisi ataupun taipan minyak menggelontorkan duit baik dalam bentuk pinjaman seperti yang dilakukan perbankan Eropa ataupun investasi dengan membeli villa mewah dan kondominium di Dubai. Aduch, koq jadi membayangkan, kira-kira Donald Trump sudah menanamkan duitnya di real estate Dubai seberapa banyak ya? Atau mungkin ada anggota dewan republik ini yang sempat inden salah satu villa disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis Dubai membuka mata bahwa tidak semua Negara gurun nan tandus itu kaya minyak. Bahkan pebisnis, analis hebat seluruh dunia sempat terkecoh dengan pertumbuhan dan kemegahan Dubai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bisa dipahami kalau mister Simon Henderson, pakar energy Teluk pada Washington Institute for Near East Policy berkomentar seperti yang dikutip harian kompas sabtu 5 desember 2009 “di masa lalu, penguasa Dubai dipercaya soal keuangan karena semua orang mengira minyak akan mendukungnya. Mulai saat ini akan berbeda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita siapkan adalah apa dampak krisis Dubai ini di negeri tercinta. Apakah akan berdampak besar atau kecil saja atau bahkan mungkin tidak ada dampaknya seperti yang disampaikan pejabat penting dinegeri ini minggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingat petuah mbah kita dulu “urip sing sak madya”. Ya, kalau penguasa Dubai hidup seadanya pasti tidak akan membuat negaranya mengalami krisis seperti sekarang, tetapi juga tidak akan ada mencapai kemegahan yang sudah bisa dikenyam oleh beberapa gelintir orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kemajuan selalu menuntut pengorbanan. Pandai-pandailah kita mengawal kemajuan. Semoga penguasa Indonesia tidak meniru gaya penguasa Dubai yang hidup besar pasak daripada tiang.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6541213687691123674?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6541213687691123674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6541213687691123674' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6541213687691123674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6541213687691123674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/12/dubaiku-sayang-dubaiku-malang.html' title='Dubaiku sayang, Dubaiku malang'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyU7CdXy9I/AAAAAAAAAGc/mZJH22TgC2c/s72-c/burj_dubai_b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7447166726023032009</id><published>2009-12-07T11:00:00.004+07:00</published><updated>2009-12-07T12:31:30.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petani'/><title type='text'>Petani Indonesia kembali pecahkan rekor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyTAq0T7aI/AAAAAAAAAGU/0OYtnCzxZOk/s1600-h/petani11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 199px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyTAq0T7aI/AAAAAAAAAGU/0OYtnCzxZOk/s320/petani11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412362491895475618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku tergelitik oleh judul “iklan” layanan masyarakat biro hukum dan humas secretariat jendral departemen pertanian di harian tempo hari minggu. Ada rasa bangga dan bahagia tapi terbersit juga sedikit rasa bingung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan di iklan tersebut dengan dilengkapi table dan grafik bahwa pertumbuhan produksi 5,83% (sumber data BPS, angka ramalan) merupakan capaian terbesar dalam dua decade terakhir. Capaian ini memperpanjang rekor pertanian Indonesia, bahwa dalam tiga tahun berturut-turut, petani Indonesia berhasil memecahkan rekor pertumbuhan produksi padi nasional (4,96%, 5,54% dan 5,83%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan pertumbuhan produksi padi adalah jagung dan kedelai. Bahkan keduanya mempunyai peningkatan yang lebih besar dari padi, yaitu 8,22% (jagung) dan 24,59% (kedelai). Sungguh sangat menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Menteri Pertanian, Suswono mengatakan “Alhamdulillah. Angka-angka itu cukup membesarkan hati. Dengan dasar itu, saya optimis swasembada beras dan jagung bisa berkelanjutan”. Tadinya, banyak pihak cemas El Nino bisa menjadi musibah bagi pertanian.&lt;br /&gt;Sekarang kita melihat tanda-tanda baik bahwa isu El Nino itu kini bisa membawa berkah, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penutup iklan, pak menteri mengatakan bahwa keberhasilan pertanian merupakan buah kerja keras banyak pihak. Khususnya petani, penyuluh, dan aparat pemerintah di daerah maupun pusat. Atas nama pemerintah beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Terima kasih, petani Indonesia. Terima kasih pahlawan pangan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, beberapa bulan lalu menteri perdagangan menyatakan bahwa swasembada tebu bisa segera terwujud. Beliau yakin dengan angka prognosa yang diterima. Bahwa gula akan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tak berselang lama, muncul lagi berita, beliau menyatakan bahwa berdasar angka prognosa yang ada akan dilakukan impor gula untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat harga gula terasa manis -beberapa saat lalu gula sempat dijuluki sebagai emas putih sebelum muncul istilah emas hijau untuk CPO- perusahaan perkebunan plat merah sudah tidak mempunyai persediaan gula, petani sudah pula selesai menerima hasilnya. Momen menikmati manisnya emas putih menjadi permisi numpang lewat didepan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau petani padi sudah berhasil mewujudkan swasembada beras berkelanjutan, semoga si emas putih gula segera menyusul dalam waktu dekat.Bagaimana kiprah petani tebu. Revitalisasi gula telah dijalankan. Distribusi gula telah pula bergandengan antara perusahaan plat merah dengan Bulog.&lt;br /&gt;Mari kita tunggu saat-saat menikmati swasembada gula itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7447166726023032009?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7447166726023032009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7447166726023032009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7447166726023032009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7447166726023032009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/12/petani-indonesia-kembali-pecahkan-rekor.html' title='Petani Indonesia kembali pecahkan rekor'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxyTAq0T7aI/AAAAAAAAAGU/0OYtnCzxZOk/s72-c/petani11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4102289967793467714</id><published>2009-12-07T09:18:00.002+07:00</published><updated>2009-12-07T10:12:44.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emas hijau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CPO'/><title type='text'>Emas hijau kembali menggeliat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sxxya2B-3lI/AAAAAAAAAGM/2zpDDyemFP8/s1600-h/crude+palm+oil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sxxya2B-3lI/AAAAAAAAAGM/2zpDDyemFP8/s320/crude+palm+oil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412326657698487890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu lalu saat minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) merajai pasar minyak nabati dunia dan mendatangkan sejumlah devisa pada Negara serta membuat petani sawit menjadi kaya, tabloid kontan menurunkan berita dengan menjuluki minyak sawit sebagai emas hijau.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat harga minyak bumi dunia merambat naik dengan gerakan lincah dari US $ 70 per barrel sampai mendekati US $ 200, emas hijau semakin bersinar kemilau. Banyak petani menuai berkah dari geliat minyak bumi yang berefek pada kenaikan harga CPO dan itu berarti harga jual tandan buah segarpun terkerek naik. Dari semula berkisar Rp. 700,00 per kg menjadi Rp. 2.100,00 per kg. Pengusaha sawit tersenyum lebar menikmati keuntungan, begitupun perusahaan perkebunan sawit baik swasta maupun yang ber plat merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eforia kenaikan harga minyak bumi begitu memabukkan sehingga ada pengamat yang mengatakan bahwa harga minyak mentah dunia tak akan mungkin turun dibawah US $ 80 per barrel. Namun sayang keyakinan itu tak terbukti, gerakan lincah itu kemudian menggeliat turun bahkan harga rata-rata minyak mentah tahun 2009 hanya sedikit diatas US $ 60 per barrel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang emas hijaupun menjadi kusam. Beberapa petani tak memanen buahnya karena upah panen tandan buah segar (TBS) lebih mahal dari harga jualnya. Petani menjerit, begitupula perusahaan perkebunan kelapa sawit. Tidak sedikit buah dibiarkan busuk dipohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prospek emas hijau diperkirakan kembali bersinar di tahun 2010, hal ini dilontarkan oleh beberapa kalangan. Harga minyak bumi akan merambat naik meski tidak akan menggeliat seperti 2-3 tahun lalu, yang jelas akan berimbas pada kenaikan harga jual CPO. Secara bersamaan, permintaan minyak nabati dunia tumbuh 5,5 juta ton lebih tinggi dari pertumbuhan pasokan dunia sebesar 3,25 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CPO yang memiliki harga lebih murah dari minyak nabati lain seperti kedelai, jagung, sun flower mempunyai prospek lebih cerah untuk meraih keuntungan dari ceruk pasar yang sudah ada. Dorab (pedagang komoditas berbasis di London) mengatakan bahwa produksi kedelai Argentina dan Brasil diprediksi merosot akibat hujan, sedang produksi kedelai Negara lain selain negeri paman Sam tak bisa diandalkan karena rendahnya ekspansi lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain di bisnis kelapa sawit akan menuai kembali kemilau emas hijau. Minyak mentah sawit akan semakin mengukuhkan posisi sebagai pemain besar dalam pasar minyak nabati karena menguasai 60-70% pasar. Dan ini berarti akan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia bersaing dengan Negara tetangga Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pelaku bisnis sawit tidak kehilangan momen bagus ditahun 2010. Dan semoga konferensi minyak sawit Indonesia di Nusa Dua Bali jum’at lalu mampu mendongkrak semangat pelaku sawit untuk mendongkrak produksi ditengah hembusan berita bahwa harga pupuk akan mulai naik pada April 2010. Semoga emas hijau berkilau kembali seperti 2-3 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4102289967793467714?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4102289967793467714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4102289967793467714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4102289967793467714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4102289967793467714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/12/emas-hijau-kembali-menggeliat.html' title='Emas hijau kembali menggeliat'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sxxya2B-3lI/AAAAAAAAAGM/2zpDDyemFP8/s72-c/crude+palm+oil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-696454177657596027</id><published>2009-12-07T08:39:00.001+07:00</published><updated>2009-12-07T09:17:59.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><title type='text'>Wajah investasi 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sxxlr-jtCGI/AAAAAAAAAGE/UCLiXWUChA0/s1600-h/investment1_vjvj.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 115px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sxxlr-jtCGI/AAAAAAAAAGE/UCLiXWUChA0/s320/investment1_vjvj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412312658394024034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari lagi akan kita tinggalkan tahun 2009. Rancangan bisnis menghadapi tahun 2010 telah selesai digarap, dengan asumsi kondisi yang berbeda, ada beberapa pengamat mengatakan krisis telah berakhir, ada pula yang mengatakan bahwa tahun 2010 adalah merupakan puncak krisis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mengacu pada perbaikan ekonomi negeri paman Sam sebagai pencetus krisis global ditahun 2007 maka bisa setuju pendapat bahwa tahun 2010 perekonomian sudah menggeliat meninggalkan keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kalau mengacu krisis Dubai World dan rentetannya keterpurukan perbankan di perbankan Inggris maka orang akan setuju bahwa 2010 menjadi puncak krisis, terlebih macan Asia yang pertumbuhannya sangat melejit Cina sedang mengalami gerah karena 68 dari 130 BUMNnya merugi sampai 11,4 milyar yuan karena transaksi derifatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan kondisi tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia agar berhati-hati terhadap perubahan (bubble) ekonomi Indonesia. Pasalnya ekonomi global secara keseluruhan mengalami penyesuaian di tahun 2010-2012. Walaupun krisis belum berakhir, namun kondisi ekonomi perlahan mulai pulih dan mulai memasuki dunia baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Sri Mulyani dalam pembukaan Investor Summit 2009 di Jakarta “Untuk itu saya juga memperingatkan kepada korporasi bahwa kebijakan makro dunia akan disusun dan diimplementasikan pada 2010-2011 mendatang. Harus siap, jika arah makro berubah. Tolong hati-hati terhadap fenomena bubble dimana likuiditas kering”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengambil kebijakan, dia mengakui tidak bisa menjamin semua pihak bisa selamat dari krisis global yang dialami sejak akhir 2007 kemarin. Untuk itu, apapun yang terjadi akan dihadapi dengan tenang, bekerja dengan baik dan bertanggungjawab sehingga bisa keluar dari krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pada 2010, para menteri keuangan dunia melakukan konsolidasi. Sehingga diharapkan para investor mampu menyesuaikan dan tidak telat mikir apalagi telat beraksi. Scenario investasi harus disiapkan untuk menghadapi perubahan kebijakan makro yang ada, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank-bank sentral seluruh dunia sudah menggelontorkan dana ke pasar yang tidak sedikit untuk mendongkrak kinerja. Ambil contoh, Federal Reserve memberikan dana US $ 2.400 trilliun. Inggris akan menggelontorkan dana 850 milyar poundsterling. Semua dilakukan untuk mendukung kembali bergairahnya pasar dan melajunya iklim investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga para investor lebih optimis dalam menggerakkan perekonomian melalui pasar modal ditengah pemulihan kondisi global saat ini. Semoga investor lokal maupun luar negeri tertarik untuk mencerahkan wajah investasi Indonesia dengan meramaikan pasar modal Indonesia di tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-696454177657596027?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/696454177657596027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=696454177657596027' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/696454177657596027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/696454177657596027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/12/wajah-investasi-2010.html' title='Wajah investasi 2010'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sxxlr-jtCGI/AAAAAAAAAGE/UCLiXWUChA0/s72-c/investment1_vjvj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1500534975483965942</id><published>2009-11-30T10:05:00.004+07:00</published><updated>2009-12-02T10:10:49.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dubai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amerika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bank duta'/><title type='text'>Krisis keuangan Amerika, Dubai dan Bank Duta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxXaeK60nvI/AAAAAAAAAFU/PiKqZZ9z25Q/s1600-h/307p6rl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 203px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxXaeK60nvI/AAAAAAAAAFU/PiKqZZ9z25Q/s320/307p6rl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410470739217522418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketiga permasalahan keuangan di tiga Negara yang berbeda tingkat kemakmuran tetapi punya masalah yang sama yaitu masalah keuangan yang terkait dengan property.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau Amerika krisis subprime mortgagenya menyeret hampir seluruh Negara didunia yang akhirnya mengakibatkan krisis global, maka krisis Dubai yang dipicu tak mampunya Dubai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World melunasi utang pokoknya tepat waktu, belum bisa diprediksi apakan akan menyeret perekonomian Negara lain atau hanya Negara-negara Eropa yang member pinjaman. Sedangkan krisis keuangan Bank Duta yang pemiliknya gencar berinvestasi di property menyeret orang tuanya melepas saham kepemilikan diperusahaan yang sangat terpandang di Indonesia namun tak cukup untuk mempertahankan eksistensi Bank Duta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau krisis di negeri paman Sam disebabkan kredit macerdi sector property dijaminkan secara bertingkat-tingkat, sehingga penyelesaiannyapun seperti mengurai benang bundet, maka krisisnya Bank Duta menjadi lebih sederhana, yaitu dana likuid digunakan untuk pembiayaan investasi. Sedangkan krisisnya Dubai bisa dikatakan sebagai krisis yang disebabkan gaya hidup yang besar pasak daripada tiang, alias secara ekonomi belum mampu tapi ingin segera maju, maka utanglah yang menjadi solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran berharga dari permasalahan keuangan Negara yang bisa kita ambil untuk diterapkan dalam perilaku kita mengelola keuangan perusahaan yaitu jangan biayai investasi dengan hutang jangka pendek dan berinvestasilah sesuai dengan kemampuan keuangan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua prinsip itu juga sangat tepat diimplementasikan pada pengelolaan keuangan personal. Semoga kita terhindar dari belitan masalah keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1500534975483965942?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1500534975483965942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1500534975483965942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1500534975483965942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1500534975483965942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/11/krisis-keuangan-amerika-dubai-dan-bank.html' title='Krisis keuangan Amerika, Dubai dan Bank Duta'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxXaeK60nvI/AAAAAAAAAFU/PiKqZZ9z25Q/s72-c/307p6rl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-428356930140835847</id><published>2009-11-30T09:30:00.004+07:00</published><updated>2009-12-02T10:13:54.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='materi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kinerja'/><title type='text'>Saat kinerja diukur dengan materi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxXbTQh1dEI/AAAAAAAAAFc/oYgz7Lttiww/s1600-h/bagi-hasil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 156px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxXbTQh1dEI/AAAAAAAAAFc/oYgz7Lttiww/s320/bagi-hasil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410471651256398914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Uang yang bisa muncul dengan nama laba alias profit, pendapatan, kas, margin adalah tolok ukur keberhasilan bisnis. Ya, seberapapun baiknya system atau tata cara pengelolaan operasional perusahaan, kalau diujungnya perusahaan selalu rugi, maka system yang bagus itu seolah tiada arti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang untungpun kalau kemudian diukur bahwa keuntungannya didapat dengan menggunakan modal yang sangat besar juga belum bisa dikatakan kinerjanya baik. Itulah sebabnya kemudian itung-itungan dengan ratio keuangan menjadi penting, tidak sekedar melihat nominal atau jumlah keuntungan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda kasus, kalau perusahaan memang didirikan dengan tujuan non profit atau nirlaba, maka uang, laba, pendapatan bukanlah tolok ukur keberhasilan perusahaan. Keberhasilan perusahaan non profit ditentukan oleh bidang usaha perusahaan itu sendiri, misalnya keberhasilan bisnis pendidikan akan berbeda dengan rumah sakit dan beda pula dengan panti jompo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan mendasar perlu dilakukan apabila perusahaan yang semula didirikan sebagai bisnis non profit menjadi perusahaan profit. Lihat contoh dunia pendidikan, dulu universitas negeri tidak pernah ditarget untuk memperoleh keuntungan, maka semua upaya ditujukan untuk meningkatkan kualitas riset dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setelah PTN dirumah menjadi BHMN maka universitas tidak cukup hanya memikirkan peningkatan kualitas, tapi juga direcoki dengan kegiatan harus mencari dari mana uang bisa diperoleh untuk meningkatkan kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan heran kalau kemudian laju peningkatan kualitas menjadi mengendor karena mereka juga disibukkan untuk mencari duit. Jangan juga heran, kalau para pendidik itu kemudian berlomba mengelola proyek. Kalau kualitas pendidikan bangsa menjadi turun, jangan salahkan mereka. Bukan sebuah pemakluman atas penurunan kualitas pendidikan kita, tetapi sebagai bahan perenungan untuk meningkatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis pendidikan yang semula berorientasi pelayanan pendidikan berubah arah menjadi bisnis konsultansipun perlu pembenahan mendasar, jangan sampai yang didalam masih belum tertata tapi sudah dikejar target keuntungan, bahkan repotnya lagi kalau target selalu dinaikkan setiap tahun dengan dalih kebutuhan/pengeluaran selalu meningkat setiap tahun menyesuaikan laju inflasi, tetapi senjata untuk meningkatkan kualitas lupa tidak diasah atau dinomor sekiankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua harus berpikir dan berusaha bersama untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan dengan dana yang seadanya. Jangan pula masalah UAN menjadikan kita berhenti mengejar laju kualitas pendidikan. Ini PR bangsa yang perlu segera diselesaikan, mari kita berdo’a semoga menteri pendidikan M. Nuh, punya strategi jitu untuk mengatasi permasalah pendidikan ini, bukan sekedar ganti menteri ganti kebijakan tetapi kualitas jalan ditempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-428356930140835847?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/428356930140835847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=428356930140835847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/428356930140835847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/428356930140835847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/11/saat-kinerja-diukur-dengan-materi.html' title='Saat kinerja diukur dengan materi'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxXbTQh1dEI/AAAAAAAAAFc/oYgz7Lttiww/s72-c/bagi-hasil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-5485497556271220146</id><published>2009-11-30T09:17:00.005+07:00</published><updated>2009-12-02T10:14:24.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dubai'/><title type='text'>Dubai oh Dubai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxMsbhIFbYI/AAAAAAAAAFM/200D6t9irj0/s1600/the-palm-dubai_small.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxMsbhIFbYI/AAAAAAAAAFM/200D6t9irj0/s320/the-palm-dubai_small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409716428662467970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasanya baru kemarin sore saat kita dibuat terbengong-bengong dengan kecanggihan bangunan-bangunan nan megah di Dubai, sebut saja seperti menara tertinggi di dunia Al-Buruj, area ski indoor, reklamasi pantai membentuk pohon kurma, Palms Islands yang konon cerita dibangun oleh Nakheel, anak perusahaan Dubai World, sebuah perusahaan investasi global pemerintah Uni Emirat Arab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini kita dibuat tercengang, saat konsorsium Dubai World mengajukan penangguhan utang pokok (standstill) sampai Mei 2010 kepada kreditur dari berbagai Negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangguhan pembayaran pokok, ataupun rescheduling utang bukanlah suatu hal yang aneh, karena itu memang salah satu fasilitas yang diberikan bank pada para pemakai kredit. Masalahnya jumlah utang pokok yang ditanggung konsorsium Dubai World tidak sedikit yaitu sebesar US $ 60 milyar, kalau diperhitungkan bersama dengan bunganya sekitar US $ 80 milyar. Wooouw…..besar juga ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang bukan jumlah yang kecil, kita bisa ngerti bahwa kemajuan dan kecanggihan Dubai dibiayai tidak sedikit. Geliat pembangunan Dubai dimulai tahun 2000 jauh sebelum krisis ekonomi global yang dipicu krisis ekonomi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sembilan tahun lalu, pada tahun 2000 Dubai seolah berlomba membangun berbagai proyek mercusuar, bahkan yang spektakuler tahun 2002 Nakheel berhasil menjual 2.000 unit vila mewah hanya dalam waktu 1 bulan, ya satu bulan, mungkin raja property Indonesia Ciputra belum pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembeli vila mewah itu bahkan para selebriti dunia seperti Brad Pitt, David Beckham, Michael Owen. Bisa dibayangkan bagaimana promosi yang mereka tempuh sehingga selebriti dunia kepencut, kapan Indonesia bisa melakukannya ya. Sehingga tidak perlu pada kaum “wealthy” Indonesia berburu property di Australia, Singapura ataupun Amerika. Achh…alangkah indahnya kalau itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pihak saling berlomba meyakinkan dengan analisisnya bahwa krisis Dubai ini tidak akan sampai berimbas ke Asia begitu juga Indonesia, bahkan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan bahwa krisi Dubai belum Nampak. Dan semoga memang tidak perlu Nampak, karena imbas krisis paman Sam saja sampai sekarang belum pulih benar, kalau harus ditambah dengan krisis Dubai, seperti apa nantinya perekonomian kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sistem keuangan kita cukup kuat menahan hembusan angin krisis Dubai, dan semoga para pemegang otorita keuangan tidak terlena, meski semua mata sedang terpana melihat aksi panggung markus Anggodo adik Anggoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga krisis property tidak perlu terjadi karena kita punya menteri perindustrian Muhammad Sulaiman Hidayat yang punya latar belakang sebagai pengusaha property.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-5485497556271220146?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/5485497556271220146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=5485497556271220146' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5485497556271220146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5485497556271220146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/11/dubai-oh-dubai.html' title='Dubai oh Dubai'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxMsbhIFbYI/AAAAAAAAAFM/200D6t9irj0/s72-c/the-palm-dubai_small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-501557078485660033</id><published>2009-11-30T07:46:00.003+07:00</published><updated>2009-12-02T10:15:01.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merdeka financial'/><title type='text'>Meniti jembatan merdeka financial</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxMXsLkoUlI/AAAAAAAAAFE/ttnVHDq5fgg/s1600/budgeting2-706559.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 169px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxMXsLkoUlI/AAAAAAAAAFE/ttnVHDq5fgg/s320/budgeting2-706559.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409693625190208082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kaya bukan hal yang haram. Begitu kalimat yang sering dilontarkan oleh kolegaku, saat kami harus bekerja untuk mencari proyek.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya bisa dipahami, memang kaya bukanlah hal yang haram, sejauh cara untuk mencapai kekayaan itu ditempuh dengan cara-cara yang benar, baik secara hukum, etika, norma atau prinsip-prinsip kehidupan yang berlaku.&lt;br /&gt;Uang adalah alat tukar untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Uang bukan segalanya, tetapi tanpa uang, banyak materi yang tak mampu dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perlu diingat, jangan sampai saat muda kita bekerja keras untuk mengumpulkan uang, tetap saat muda kita harus mengeluarkan untuk mengatasi segala problem yang timbul/efek kegiatan saat mencari uang diusia muda. Karena kalau begini, namanya ya bak buk, alias impas atau ada yang mengatakan “dari zero kembali ke zero”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begini, apa artinya uang yang kita miliki, kalau pada akhirnya juga cuma habis tak berbekas…ini namanya kemerdekaan semu alias artificial karena uang yang kita miliki tidak memberikan rasa aman, sebagaimana kunci utama dalam kemerdekaan financial. Kemerdekaan financial harus memberikan kondisi aman pada pribadi dari persoalan keuangan. Rasa aman merupakan syarat penting dalam menuju tahap kemerdekaan financial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau rasa aman tidak ada meski memiliki harta, berarti kita masih belum merdeka financial, atau dengan kata lain uang tersebut akan menyusut seiring bertambahnya biaya hidup. Bila hal ini terjadi maka sebenarnya kemerdekaan financial yang selama ini dijalani adalah kemerdekaan financial semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Elvyn, agar terhindar dari hal tersebut dan berhasil mencapai kemerdekaan financial yang riel ada 4 tahap yang harus diikuti:&lt;br /&gt;1. Membebaskan logika dari pengaruh perasaan ketika mengambil keputusan di bidang keuangan&lt;br /&gt;2. Memiliki penghasilan yag lebih besar dari pada pengeluaran yang mendasar&lt;br /&gt;3. Kemampuan merencanakan keuangan dan mengimplementasikannya&lt;br /&gt;4. Terbebas dari kebutuhan keuangan untuk membiayai hidup disaat tidak produktif lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa meniti jalan menuju merdeka financial. Tidak harus kaya lho, tetapi kalau kaya tidak haram koq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-501557078485660033?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/501557078485660033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=501557078485660033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/501557078485660033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/501557078485660033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/11/meniti-jembatan-merdeka-financial.html' title='Meniti jembatan merdeka financial'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SxMXsLkoUlI/AAAAAAAAAFE/ttnVHDq5fgg/s72-c/budgeting2-706559.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-2134990109690793999</id><published>2009-11-26T10:16:00.004+07:00</published><updated>2009-12-02T10:15:34.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sempurna'/><title type='text'>Menapaki kesempurnaan financial</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw31dfc7trI/AAAAAAAAAE8/kpME9g2sVS4/s1600/globe_in_hand.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 164px; height: 163px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw31dfc7trI/AAAAAAAAAE8/kpME9g2sVS4/s320/globe_in_hand.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408248614549698226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Minggu lalu kuterhenyak membaca tulisan praktisi keuangan Elvyn G Masassya di harian kompas mengenai kesempurnaan financial.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh membuka mataku yang selama ini sebatas berpikir dan betindak untuk kemerdekaan atau kemandirian financial. Ternyata Elvyn mengatakan bahwa ada tahapan berikutnya yang lebih bermakna yaitu kesempurnaan financial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam kemandirian financial yang kita fokuskan adalah pemenuhan kebutuhan financial kita pribadi, maka dalam kesempurnaan financial, uang yang kita miliki memberi manfaat pada kita dan pada orang lain. Sungguh indah ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai semua orang berpikir untuk mengejar kesempurnaan financial maka angka kemiskinan Negara ini pasti akan menurun secara signifikan. Orang tidak hanya befikir hanya membayar zakat harta 2,5% tetapi mungkin akan berubah menjadi separo kekayaannya digunakan untuk membahagiakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kalau terlalu berat 50%, kita bisa bertahap untuk meningkatkan kemanfaatan harta kita untuk kebahagiaan orang lain. Mungkin menjadi 3%, kemudian 5% dan terus meningkat sesuai dengan tujuan kesempurnaan financial yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa menapakinya? Elvyn mengatakan hanya perlu dua prinsip, yaitu:&lt;br /&gt;Proses menuju kemandirian financial mesti dilakukan dengan cara dan kaidah yang layak dan Memaknai uang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berpikir atau merasa tidak cukup sehingga pengeluaran menjadi lebih besar dibandingkan dengan penerimaan.&lt;br /&gt;Bila ingin meningkatkan penerimaan maka lakukan dengan perencanaan keuangan yang memiliki norma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa dengan membahagiakan orang lain, kita sendiripulalah yang dibuatnya bahagia. Percaya gak? Coba bayangakan, pada saat anda berniat untuk member seseorang yang anda rasa dia berada dibawah kita. Alih-alih dia menerima dan berterima kasih atas pemberian tetapi menolak tanpa permintaan ma’af ataupun menjelaskan alasan menolak. Bagaimana perasaan kita? Coba bayangkan kalau yang anda beri itu menerima dengan pancaran bahagia dan mengucapkan terima kasih dengan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, indah khan kalau semua orang berlomba-lomba untuk mengejar kesempurnaan financial. Kita bahagia dan Negara ini akan kaya. Percayakah? Ayo, kita buktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-2134990109690793999?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/2134990109690793999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=2134990109690793999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2134990109690793999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2134990109690793999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/11/menapaki-kesempurnaan-financial.html' title='Menapaki kesempurnaan financial'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw31dfc7trI/AAAAAAAAAE8/kpME9g2sVS4/s72-c/globe_in_hand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-448069140203140315</id><published>2009-11-26T10:10:00.002+07:00</published><updated>2009-11-26T10:14:27.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merdeka'/><title type='text'>Belajar merdeka financial</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3ybNQ86bI/AAAAAAAAAE0/uSR6pWIO_Qk/s1600/0,,6073831,00.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3ybNQ86bI/AAAAAAAAAE0/uSR6pWIO_Qk/s320/0,,6073831,00.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408245276772985266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keadaan yang sudah umum kita jumpai di masyarakat, orang-orang yang sudah memasuki masa pension hidupnya susah secara financial maupun kesehatan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika masa muda tak mampu membeli barang yang diinginkan karena tidak punya uang. Saat produktif banyak barang dibeli bukan karena kebutuhan tetapi karena keinginan bahkan tuntutan gengsi jabatan. Saat pension kembali ke tahap tak mampu membeli barang yang diinginkan karena tidak punya cukup uang pensiun untuk membeli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis kehidupan di masa lansia. Agar tidak mengalami hal tersebut maka sebaiknya sejak masih masa produktif, kehidupan financial dimasa lansia sudah disiapkan. Bagaimana mungkin…lha wong gajinya saja pas-pasan…pas mau beli, pas tidak punya uang, sahut suara dari dalam diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, paradigma gaya belanja dan gaya konsumsi mesti dirubah ke asal. Kebanyakan dari kita belanja atau konsumsi itu mengikuti penerimaan, dalam arti begitu gaji meningkat, maka gaya belanja mulai juga meningkat, tidak hanya masalah mutu tetapi meungkin lebih kepada pertimbangan harga atau gengsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya belanja orang Indonesia inilah yang dimanfaatkan para produsen barang konsumsi. &lt;br /&gt;Lihat saja, apa jenis handphone yang di miliki seseorang di sekeliling anda, lalu perhatikan, fasilitas apa saja yang dimanfaatkan/digunakan. Mayoritas kita hanya menggunakan handphone untuk telpon menelpon dan sms, tetapi selalu berusaha untuk membeli handphone paling canggih dengan harga mahal karena gengsi atau para pengamat gaya hidup menyebutkan sebagai trend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya mengikuti trend atau keinginan seperti inilah yang menyebabkan pengeluara selalu meningkat, yang tidak jarang kenaikan pengeluaran melebihi peningkatan penerimaan atau gaji dan bonus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita kembali keasal. Belanja atau konsumsi berdasarkan kebutuhan (need) bukan keinginan (want). Kita sadar bahwa kebutuhan itu sangat sederhana seperti kenyang, sehat, berpendidikan tetapi keinginan begitu menggoda seperti gaya, trend, gengsi, jabatan dan mendapat sanjungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan makan mendasar adalah pemenuhan karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Nach sejak kecil kita sudah belajar makanan 4 sehat 5 sempurna. Ambil contoh kita makan sepiring nasi pecel dengan lauk telur mata sapid an didampingi segelas susu kedelai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan makan sehat terpenuhi. Tetapi seiring dengan pendapatan/gaji yang diterima maka makan kemudian berubah. Tidak mau lagi selalu dijejali oleh nasi pecel, lebih gengsi makan junk food di pojok mall yang sangat ramai. Alih-alih kesehatan yang diperoleh malah secara financial menjadi boros dan kesehatan tubuhpun terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, saat kita mengubah paradigm menjadi menjalani hidup ini berdasar kebutuhan bukan keinginan, maka berapapun besar gaji kita, kita akan mampu untuk melakukan investasi dengan besaran tergantung pada besaran penerimaan semasa produktif. Ambil contoh misalnya menginvestasikan kelebihan uang dalam bentuk deposito, obligasi, reksadana, property, bisnis/usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hal ini dilakukan sejak jauh hari saat masih produktif maka hasil yang didapat pada masa pension akan semakin besar. Maka pada saat lansia, kita bisa menjalani hidup dengan sehat karena sejak produktif mengelola makan dengan pola makan sehat, sedangkan secara financial kita bisa merdeka karena uang yang kita investasikan dimasa muda sudah bisa memberi hasil yang lebih besar dari uang pension kita tanpa harus kita bekerja, atau ahli keuangan Robert kiyosaki mengatakan sebagai merdeka financial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita siapkan kemerdekaan financial sejak sekarang, agar tidak terhindar dari terbelenggu masalah keuangan dimasa lansia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-448069140203140315?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/448069140203140315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=448069140203140315' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/448069140203140315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/448069140203140315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/11/belajar-merdeka-financial.html' title='Belajar merdeka financial'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3ybNQ86bI/AAAAAAAAAE0/uSR6pWIO_Qk/s72-c/0,,6073831,00.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4664103038838958744</id><published>2009-11-26T09:44:00.003+07:00</published><updated>2009-11-26T10:09:11.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemiskinan'/><title type='text'>Angka kemiskinan turun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3xOrA37kI/AAAAAAAAAEs/dXNYEonPp4o/s1600/ch3pg82.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3xOrA37kI/AAAAAAAAAEs/dXNYEonPp4o/s320/ch3pg82.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408243961908686402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir 2007, perekonomian USA digoncang oleh permasalahan “skandal” subprime mortgage, perekonomian dunia ikut goncang karenanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai dengan saat ini, menjelang akhir tahun 2009, perekonomian dunia belum bisa pulih benar. Malah, ada pengamat perekonomian dunia meramalkan puncak resesi ekonomi akan terjadi di tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan bumi Indonesia, presiden SBY, menyatakan bahwa dalam 2 tahun terakhir seluruh provinsi di Indonesia mampu menurunkan angka kemiskinan, dengan prosentasi berbeda. Prosentase tertinggi terjadi di Papua Barat dan Papua yang turun mencapai 4%. Angka pengangguran menurun di 31 propinsi, dengan tingkat penurunan pengangguran tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, menkeu sekaligus pelaksana menko perekonomian Sri Mulyani menyatakan bahwa pada 2010 tidak ada lagi BLT (bantuan langsung tunai) diganti dengan program keluarga harapan dengan budjet Rp. 1,1 triliun, dalam konperensi pers nota keuangan dan RAPBN 2010 sebagaimana diangkat dalam tulisan beberapa media cetak dan elektronik, termasuk media Indonesia pada tanggal 4 Agustus 2009 lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan bumi Amerika, beberapa perusahaan tutup dan terjadi peningkatan pengangguran dimana-mana, bahkan beberapa perusahaan besar terpaksa memPHK (putus hubungan kerja) karena tidak adanya produksi sebagai akibat penurunan daya beli masyarakat. Pabrik mobil Chrysler yang begitu perkasapun terpaksa memPHK beberapa ribu karyawannya, meski petinggi perusahaan mengatakan bahwa ada kemungkinan mereka bisa bekerja kembali apabila ada peningkatan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ini bisa terjadi, aku tidak bisa menjelaskan secara hukum ekonomi atas paradox yang terjadi di negeri tercinta ini. Aku hanya bisa berharap, semoga angka-angka yang disajikan dan dipublikasikan adalah angka-angka yang benar-benar mencerminkan keadaan sebenarnya dilapangan, bukan sekedar angka statistik yang diolah dari pengumpulan data dari seluruh instansi terkait. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kesalahan penyajian data pada pidato pertanggungjawaban presiden beberapa tahun lalu tidak terulang dalam hal penyajian angka kemiskinan dan pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4664103038838958744?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4664103038838958744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4664103038838958744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4664103038838958744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4664103038838958744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/11/angka-kemiskinan-turun.html' title='Angka kemiskinan turun'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3xOrA37kI/AAAAAAAAAEs/dXNYEonPp4o/s72-c/ch3pg82.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-5626253626741058114</id><published>2009-11-26T08:18:00.004+07:00</published><updated>2009-11-26T09:44:28.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><title type='text'>Semakin sejahterakah aku?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3cdvf_ByI/AAAAAAAAAEk/CPDyBusXqmw/s1600/200245471-001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3cdvf_ByI/AAAAAAAAAEk/CPDyBusXqmw/s320/200245471-001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408221131066771234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat aku pertama kali memulai saat mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. Waktu itu aku mendapat tawaran dari dosen pembimbingku untuk menjadi dosen ditempatku kuliah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku galau, antara pingin memenuhi permintaan dosen pembimbingku yang sangat baik dengan bagaimana aku bisa membantu orang tuaku menuntaskan kuliah adikku. Lama bergumul dengan pikiran ini, sampai aku dicari dosen pembimbingku itu karena lama tidak konsultasi skripsiku, dengan menanyakan keberadaanku pada teman sesama bimbingan skripsi pada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku galau, karena waktu itu terbayang, besarnya gaji yang kuterima sebagai dosen negeri dengan besarnya biaya kuliah adikku di perguruan tinggi swasta. Aku sempat bertanya pada kakak kelasku yang sudah menjadi dosen dengan melepaskan pekerjaan yang sudah dia dapat di perusahaan multi nasional cukup ternama di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan pertimbangan, kebutuhan akan keuangan pada saat itu, kuberanikan diri menghadap dosen pembimbingku. Beliau bilang tidak apa-apa, tapi aku bisa melihat sinar mata kecewa berkilat di mata beliau. Beliau kemudian berpesan untuk, mencari pekerjaan yang tidak memforsir waktu, seperti berangkat sebelum marahari terbit, dan pulang kerumah saat matahari terbenam, bahkan ketika anggota keluarga sudah ada yang masuk diperaduan. Ya, pesan ini yang sebisa mungkin tetap aku pegang sampai saat ini aku bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau dilihat dari sisi keuangan yang menjadi dasar pertimbangnku saat itu. Aku hanya bisa membuat perbandingan sederhana seperti ini. Saat awal aku bekerja, gajiku dua kali lipat gaji kakak kelasku sebagai dosen di tempat dulu aku kuliah. Kini saat waktu telah berlalu lebih dari 15 tahun, kakak kelasku sudah jadi doctor dengan take home pay 5-10 kali gajiku. Tingkat kesejahteraan hidup yang bisa kunikmati berada jauh dibawah tingkat kesejahteraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya aku tidak punya kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan, karena aku sempat kerja di perusahaan asing dan bahkan mendapat tawaran untuk menjadi karyawan tetapnya dengan gaji dolar dan berkantor di Bangkok, tetapi rasa cinta Yogya menjadi dasar keputusan untuk tetap bekerja di kantorku sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa mengatakan, dari sisi kesejahteraan, memang aku berada dibawah orang yang 15 tahun lalu gajinya separoku, tetapi aku bisa mengatakan bahwa kebahagiaanku belum tentu berada dibawah kebahagiaannya, karena kebahagiaan tidak semata ditentukan oleh besarnya gaji ataupun kemampuan daya beli terhadap barang-barang ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibandingkan dengan kemampuan ekonomiku sendiri, aku hanya bisa mengatakan waktu aku kerja pertama kali, kemampuan transportasiku dengan sepeda motor yang bisa kubeli baru dengan bahan bakar premik (sekarang pertamaks). Kini 15 tahun berlalu kemampuan ekonomiku masih setara sepeda motor baru dengan bahan bakar pertamaks. Bukannya aku tidak bisa membeli mobil baru dengan kualitas terendah, tetapi pasti kebutuhan akan biaya bahan bakar dan pemeliharaan akan memberatkan perekonomianku. Sehingga bisa kukatakan bahwa kesejahteraanku masih tidak bergerak dari saat awal aku bekerja, meski gajiku sudah lebih dari 10 kali lipat gaji awal bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu? Ya, kenaikan gaji yang kuterima tidak pernah mencapai 10% per tahun, sementara angka inflasi di masyarakat berkisar didekat angka 10%. Angka inflasi menunjukkan kenaikan harga barang-barang dipasar. Sehingga meskipun nominal gaji semakin besar tetapi kemampuan ekonomi tidak meningkat sebesar peningkatan gaji. Meski pemerintah mencanangkan laju inflasi sebesar 5 % ditahun 2010, sebuah angka yang sangat optimis, tetapi tetap belum akan mampu mengimbangi peningkatan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari UMP Yogyakarta yang di ketok dikisaran Rp 745.000,00 yang masih menimbulkan rasa kecewa di beberapa pengusaha, karena memberatkan kemampuan perusahaan, tetapi kalau dilihat dari tingkat biaya hidup di yogya, upah sebesar itu hanya akan cukup kalau tinggal di pelosok tanpa beban biaya sekolah yang setinggi langit alias mahal. Kalau seseorang tinggal di kota, maka UMP sebesar itu berada di batas bawah kemampuan ekonomi. Ya, selalu saja UMP menjadi topic yang hangat untuk dipertentangkan karena perbedaan sudut pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa bilang, kalau UMP Yogyakarta ini dijadikan tolok ukur kesejahteraan, maka gaji yang kuterima bisa dikatakan aku menjadi anggota masyarakat sejahtera atau bahkan sangat sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, mau darimana kita memandang kesejahteraan hidup kita. Angka yang sama bisa diartikan dengan beragam cara, dan kesemuanya benar adanya. Tinggal, bagaimana kita akan mensikapi angka-angka yang ada dihadapan kita, agar hidup kita tidak terbelenggu oleh angka, baik itu angka tentang kesejahteraan ataupun tentang kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-5626253626741058114?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/5626253626741058114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=5626253626741058114' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5626253626741058114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5626253626741058114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/11/semakin-sejahterakah-aku.html' title='Semakin sejahterakah aku?'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sw3cdvf_ByI/AAAAAAAAAEk/CPDyBusXqmw/s72-c/200245471-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7911764437342627450</id><published>2009-04-01T14:21:00.004+07:00</published><updated>2009-04-01T15:48:43.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='distributor gula'/><title type='text'>Gula kembali ke BULOG? selesaikah masalahnya?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SdMZElOygPI/AAAAAAAAAEQ/k5D4DjdR2Ss/s1600-h/gula.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 106px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SdMZElOygPI/AAAAAAAAAEQ/k5D4DjdR2Ss/s320/gula.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319623151359000818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat BUMN produsen gula menerapkan strategi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;production oriented"&lt;/span&gt;. maka konsentrasilah mereka untuk bisa memproduksi gula sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu, mereka merasa perlu menggeser strategi menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"customer oriented&lt;/span&gt;" bahkan sekarang sudah merambah ke "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;customer satisfaction&lt;/span&gt;".  &lt;span class="fullpost"&gt;Hal ini sedikit terkendala karena pemasaran "dikendalikan" BULOG, yang berarti BULOGlah yang bersentuhan dengan&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;, maka pemilik BUMN melakukan restrukturisasi organisasi dengan menambah posisi "Direktur Pemasaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang posisi baru yang menuntut kompetensi spesifik ini tidak diikuti dengan penempatan SDM dengan kompetensi yang sesuai, maka tidak berselang lama timbullah "komplain" masyarakat sedikit mengalami kesulitan menemukan gula dipasar, kalaupun ada harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada hubungannya entah tidak, akhirnya Pemilik BUMNpun merestrukturisasi kembali BUMN perkebunan, ada yang Direktur pemasaran merangkap sebagai direktur perencanaan pengembangan, ada pula yang berstatus sebagai direktur pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sepertinya perubahan ini tidak menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, sehingga mulai 2 nopember 2008 Perum Bulog kembali berfungsi sebagai distributor tunggal pemasaran yang diproduksi pabrik gula mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meneg BUMN Sofyan Jalil mengatakan "Penunjukan Bulog sebagai alternatif penyaluran gula agar tercipta sistem perdagangan gula yang sehat, petani menikmati harga yang wajar dan konsumen mendapat harga yang lebih rendah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia seperti dikutip majalah investor Desember 2008 menyatakan "sudah seharusnya Bulog berperan aktif dalam menstabilkan harga gula dalam negeri. Bulogpun idelanya ikut menyerap hasil dari petani. Sejauh ini, telah terjadi kekacauan supply-demand gula dalam negeri. Mesin distribusi di tingkat 2 (D2) dan pengecer (D4) saat ini te;ah dipenuhi gula rafinasi impor. Akibatnya distributor tngkat 1 (D1) yang biasa membeli gula dari petani dan PTPN, gulanya tidak laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach kita tunggu bersama, kiprah BUlog sebagai organ pemerintah untuk mengendalikan lajunya gula impor rafinasi, yang meski sudah berulang kali ketangkap basah tetapi tetap saja gula rafinasi mudah didapatkan dipasar. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kebutuhan gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman (mamin) 700.000 ton, sementara pabrik gula rafinasi mengantongi ijin impor sejumlah 1.700 ton, dilain sisi industri mamin dengan alasan membutuhkan spec khusus juga mengantongi ijin impor 70% kapasitas produksinya. Kemana gula akan dijual kalau tidak ke pasar konsumen langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah Bulog berhasil mengatur harga gula lebih rendah ditingkat konsumen seperti harapan Meneg BUMN, apabila kekuatan legal Bulog untuk berhadapan dengan para penguasa gula rafinasi impor yang seolah tak tersentuh tangan hukum. Saya sebagai konsumen hanya bisa berharap rumusan harga 1 kg gula sama dengan 1,5 kg beras bisa tercapai sehingga harga jual gula tetap menarik sehingga para petani tebu tetap bergairah menanam tebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berharap bersama sinergi produsen gula importir gula dan distributor gula bisa berjalan "harmonis" sehingga cita-cita untuk swasembada gula segera tercapai dan bahkan negeri kita tercinta ini bisa mengekspor gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7911764437342627450?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7911764437342627450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7911764437342627450' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7911764437342627450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7911764437342627450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/04/gula-kembali-ke-bulog-selesaikah.html' title='Gula kembali ke BULOG? selesaikah masalahnya?'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SdMZElOygPI/AAAAAAAAAEQ/k5D4DjdR2Ss/s72-c/gula.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-2152800609188543395</id><published>2009-03-30T10:41:00.002+07:00</published><updated>2009-03-30T10:56:09.590+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obligasi'/><title type='text'>Beli Obligasi? Kenapa tidak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SdBCWEyznmI/AAAAAAAAAEI/FWEQDG7At3k/s1600-h/KMMDVhbXwG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SdBCWEyznmI/AAAAAAAAAEI/FWEQDG7At3k/s320/KMMDVhbXwG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318824106935950946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasar saham dan pasar modal merambat naik di tahun 2006 dan membumbung tinggi di tahun 2007 berimbas pada menggeliatnya pasar obligasi. Sepanjang tahun 2007, obligasi korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi. Sebanyak 37 emiten menerbitkan 74 seri obligasi senilai Rp 30,2 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tahun 2008, harga minyak mentah dunia mulai menurun yang berimbas juga dengan menurunnya pasar obligasi. Sampai dengan nopember hanya tercatat 21 emiten senilai Rp 12,9 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika negeri paman Obama terkena subprime mortgage, Indonesia terkena dampaknya juga, yang berefek negatif pada pasar modal emerging market. Pasar obligasi yang sangat rentan pada pergerakan suku bunga terkena dampaknya. Yield obligasi menanjak dan harga obligasi pun menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan pasar obligasi masih belum bisa diprediksi alias masih penuh ketidak pastian sehingga volatilitasnya masih tinggi. Meskipun demikian, banyak pengamat mengemukakan analisisnya bahwa fundamental ekonomi Indonesia lebih bagus dibanding krisis tahun 1997/1998. Para pelaku pasar obligasi juga optimis pada peningkatan di tahun 2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum belum ada default dari emiten penerbit obligasi. "Eksposure yang dihadapi investor obligasi semeta-mata merupakan risiko pasar bukan risiko kredit". menurut Agus dari Trimegah Sekuritas. Untuk amannya, bagi investor awam lebih baik memilih obligasi pemerintah atau kalau mau membeli obliasi korporasi lebih baik memilih obligasi BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obligasi korporasi yang merupakan pilihan pelaku pasar pada tahun 2008 seperti disajikan majalah investor desember 2008 adalah obligasi Adira Dinamika Multi Finance II, Astra Sedaya Finance VIII, Bank BTN XII, Indofood Sukses Makmur III, Indosat V, Jasa Marga XII, Medco energi international I, Perum Pegadaian XI, PLN VIII dan PTPN III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh tips membeli obligasi seperti dicantumkan dalam majalah investor desember 2008 adalah:&lt;br /&gt;1. Dalam kondisi krisis keuangan global ini, ada baiknya mencermati sektor-sektor mana yang bertahan terhadap krisis. Hindari obligasi dari sektor-sektor yang sangat terpengaruh oleh turun naiknya suku bunga&lt;br /&gt;2. Selain kupon yang menarik, perhatikan dan periksa kualitas kredit dar penerbit obligasi. Referensi dari lembaga pemeringkatan bisa dijadikan patokan memilih&lt;br /&gt;3. Dengan kecenderungan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang berfluktuasi, sebaiknya berhati-hati jika membeli obligasi dengan denominasi asing. Sebab bila nilai tukar rupiah menguat maka nilai nominal rupiah yang akan diterima pemodal menjadi lebih sedikit, begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;4. Obligasi terbitan BUMN bisa dijadikan pilihan, apalagi jika BUMN tersebut sedang mengerjakan proyek pemerintah&lt;br /&gt;5. Pelajari perusahaan penerbit obligasi dan lihat kemampuannya membayar hutang&lt;br /&gt;6. Perhatikan dengan seksama klausul yang tertera dalam prospektus. Hal ini untuk menghindari point-point yang dapat merugikan dimasa yang akan datang&lt;br /&gt;7. Untuk saat ini, lebih baik membeli obligasi pemerintah yang berjangka menengah panjang karena konsep durasi akan menyebabkan kenaikan harga yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu cara membeli obligasi agar investasi kita menguntungkan, maka kenapa masih takut membeli obligasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi di obligasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-2152800609188543395?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/2152800609188543395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=2152800609188543395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2152800609188543395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2152800609188543395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/beli-obligasi-kenapa-tidak.html' title='Beli Obligasi? Kenapa tidak'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SdBCWEyznmI/AAAAAAAAAEI/FWEQDG7At3k/s72-c/KMMDVhbXwG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8661020321823728134</id><published>2009-03-25T12:39:00.002+07:00</published><updated>2009-03-25T14:26:58.542+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='REPO'/><title type='text'>REPO ooohhhh REPO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Scnba1l62CI/AAAAAAAAAEA/v_I8DZ1rikM/s1600-h/globee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 167px; height: 163px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Scnba1l62CI/AAAAAAAAAEA/v_I8DZ1rikM/s320/globee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317022089196787746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Teringat pelajaran SD, dulu nenek moyang kita bertransaksi dengan barter barang yang dimiliki. Kini semakin canggih suatu bangsa dan peradaban, maka semakin canggih juga cara bertransaksi. Satu diantaranya yang beberapa waktu ini sering terdengar adalah istilah REPO.&lt;br /&gt;Apa sich REPO ini? Orang bertanya-tanya dan berpikir ketika mendengarnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;REPO merupakan cara bertransaksi yang relatif baru. REPO merupakan kependekan dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;repurchase agrrement&lt;/span&gt;. REPO merupakan salah satu cara meminjam uang dengan menggunakan jaminan yang bisa diperpanjang jangka waktunya atau sistem &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roll over &lt;/span&gt;seperti halnya memperpanjang deposito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaminan atau barang yang digadaikan merupakan instrumen investasi di pasar modal seperti saham, obligasi, deposito, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;commercial paper, &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;promissory notes.&lt;/span&gt; Pihak yang membutuhkan dana disebut penjual repo dan pihak yang membeli disebut investor. Apabila pada jangka waktu yang ditentukan penjual repo tidak bisa membeli kembali reponya, maka instrumen investasi yang dijaminkan bisa menjadi milik investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko yang dihadapi investor apabila penjual repo tidak bisa membelli kembali dan risiko likuiditas darei instrumen investasi yang dijaminkan. Sedangkan risiko bagi penjual adalah kemampuannya membeli kembali repo yang telah diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi normal, transaksi ini sangat menguntungkan bagi investor, karena bila nilai jaminan turun (harga saham atau obligasi turun) maka penjual repo akan menambahkan jaminannya yang nilainya selalu lebih besar dari uang yang dipinjam (istilah yang umum adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;top up&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih....  Apabila USA punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subprime mortgage&lt;/span&gt;, Indonesia punya repo, keduanya mempunyai kekuatan yang melumpuhkan, bahkan bisa membunuh nyawa perusahaan yang terjerat, tulis majalah investor maret 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah pasar Indonesia yang sulit diprediksi, ataupun pebisnis Indonesia yang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk apetite&lt;/span&gt;"nya suangat tinggi atau investornya banyak yang suka mengambil keputusan secara gegabah, entah saya tidak bisa menjawabnya. Pada saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subprime mortgage&lt;/span&gt; membawa korban sejak Agustus 2007, keuangan USA mulai lesu dan menyeret kelesuan di pasar uang dan pasar saham dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, Di Indonesia transaksi repo justru mulai marak pada Maret-April 2008, hampir bersamaan dengan reponya saham-saham Bakri group yang mencapai nilai US$ 1,4 milyar dan repo lokal senilai Rp 6 triliun. Repo asing melibatkan investor dari Odickson finance, JP Morgan, dan ICICI Bank Ltd, sedangkan repo lokal melibatkan investor Sarijaya Securities, Recapital Securities, PNM Investment Management, Mandiri Securities, dan Mandiri Securities. Sedangkan transaksi repo Sinarmas dengan jaminan para investor menyerahkan sebanyak 20 jenis saham kepada Sinarmas mencapai nilai Rp 4,7 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinarmas terjerat masalah karena ternyata 20 saham yang dijaminkan oleh para investor sulit dieksekusi, hal ini bisa dipahami karena nilainya menurun dari Rp 4,7 triliun menjadi Rp 2,5 triliun, siapa berani mengeksekusi kalau kondisinya seperti ini.&lt;br /&gt;Bakri menghadapi masalah karena saham yang menjadi jaminan adalah saham PT Bumi Resources Tbk dengan nilai mencapai US$ 1,09 milliar (Rp 10 triliun). Saham Bumi sempat mengalahkan sahan Telkom dari sisi kapitalisasi pasar, anjlok dari posisi tertinggi Rp 8.550 hingga dibawah seribu perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirut Bursa Efek Indonesia seperti dilansir majalah investor edisi maret 2009, Erry Firmansyah membenarkan bahwa banyak anggota bursa (AB) banyak mengalami masalah likuiditas akibat transaksi repo dan re-repo. Ia pun mengakui bahwa sebagian besar likuiditas tersedot pada saham-saham grup Bakri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPO ooooohhhhhh REPO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8661020321823728134?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8661020321823728134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8661020321823728134' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8661020321823728134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8661020321823728134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/repo-ooohhhh-repo.html' title='REPO ooohhhh REPO'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Scnba1l62CI/AAAAAAAAAEA/v_I8DZ1rikM/s72-c/globee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8987581911834451219</id><published>2009-03-25T09:41:00.003+07:00</published><updated>2009-03-25T12:29:36.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reksa dana'/><title type='text'>Apa sich REKSA DANA itu?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Scm5mRnf1lI/AAAAAAAAAD4/irevD9-ro54/s1600-h/finance7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Scm5mRnf1lI/AAAAAAAAAD4/irevD9-ro54/s320/finance7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316984902302815826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan produk-produk keuangan termasuk reksadana sering menjadi barometer perkembangann investasi disuatu negara. Reksadana termasuk produk keuangan yang baru muncul pertengahan tahun 1996 di Indonesia. Dengan munculnya reksa dana, maka dunia keuangan dan investasi di negeri ini menjadi lebih bergairah untuk berkembang bahkan mengalami pertumbuhan pesat selama tahun 2006 dan 2007, sebelum akhirnya prahara datang.&lt;span class="fullpost"&gt; Belakangan industri reksa dana mulai menurun seiring penurunan pasar uang dan pasar saham. Anjolknya nilai saham yang bertubi-tubi, membuat return reksa dana ikutan anjlok, terutama yang merawasakan efeknya adalah reksadana saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksa dana (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mutual fund&lt;/span&gt;) adalah sebuah bentuk investasi yang menggabungkan semua uang investor dalam satu wadah, dimana uang tersebut selanjutnya dikelola oleh sebuah perusahaan investasi (manajer investasi) dengan mengalokasikannya ke dalam satu atau berbagai instrumen investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi investor yang tidak paham bermain dipasar saham maupun pasar uang secara langsung, maka reksa dana merupakan investasi yang tepat, karena dana investor akan dikelola oleh orang yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut investasinya,reksa dana dapat digolongkan menjadi 5:&lt;br /&gt;1. Reksa dana pasar uang. Investasi akan ditanamkan pada instrumen pasar uang seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi (surat utang) berjangka waktu kurang dari satu tahun. Produk pasar uang memberikan hasil tetap berupa bunga, maka risiko penurunan nilai menjadi kecil.&lt;br /&gt;2. Reksa dana pendapatan tetap. Sebagian besar investasi ditanamkan ke dalam obligasi, sisanya kedalam saham dan instrumen pasar uang.&lt;br /&gt;3. Reksa dana saham. Investasi ditanamkan pada instrumen pasar saham. Saham mempunyai kemungkinan naik turun nilainya selama masa kepemilikan, sehingga risiko reksa dana saham ini menjadi besar.&lt;br /&gt;4. Reksa dana campuran. Investasi ditanamkan di saham 50% dan obligasi 50%. Infovesta Utama yang dimuat dalam majalah investor Maret 2009, Reksa dana campuran ini dibagi , yaitu reksa dana campuran A, bila alokasi saham selama 12 bulan &gt;60%, dan reksa dana campuran B bila alokasi saham 60% &lt;&gt;&lt;br /&gt;5. Reksa dana dengan tujuan khusus (RDTK). Investasi ditanamkan pada produk diluar pasar modal. Bentuknya bisa langsung ke sektor riil atau ke satu perusahaan tertentu. Reksa dana ini hanya diperuntukkan bagi investor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sophisticated &lt;/span&gt;dan berkantong tebal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(ultra high network individual&lt;/span&gt;). Dana yang dibutuhkan untuk RDTK minimal Rp 5 milyar, atau US$ 500.000 atau EUR 500.000. RDTK ini tidak ditawarkan secara terbuka kepada investor publik. Salah satu alasan NISP  tidak mengeluarkan produk RDTK adalah karena rumitnya pengelolaan ini, meskipun Bahana TCW &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Investment &lt;/span&gt;telah meluncurkan RDTK untuk pelabuhan pada desember 2008 dengan jumlah penawaran Rp 325 milyar dan return minimal 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor bisa menjual kembali reksa dana yang dimiliki kepada perusahaan reksa dananya/penerbitnya, jenis ini dinamakan reksa dana terbuka (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;open-end mutual fund&lt;/span&gt;) sedangkan jika investor tidak dapat menjual kembali pada perusahaan penerbitnya maka disebut reksa dana tertutup (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;closed-end mutual fund&lt;/span&gt;), dengan kata lain investor harus mencari sendiri calon pembeli jika ingin menjual reksa dananya lewat bursa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beragam jenis reksa dana yang ada, maka sebelum menentukan produk mana yang akan dipilih anda harus mendapat info yang komplit dari penjual/penerbit reksa dana, bacalah prospektusnya dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut 6 tips memilih reksa dana dalam majalah investor maret 2009:&lt;br /&gt;1. Tentukan tujuan investasi dan jangka waktu investasi&lt;br /&gt;2. Kenali risk profile atau kemampuan menerima risiko&lt;br /&gt;3. Hitung kemampuan dana untuk berinvestasi. Berapa besar cicilan investasi yang bisa disisihkan setiap bulan secara berkala, selama jangka waktu investasi&lt;br /&gt;4. Lakukan alokasi aset untuk menyesuaikan profil risiko dengan target &lt;span style="font-style: italic;"&gt;return&lt;/span&gt;. Pilih manajer investasi yang memiliki reputasi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track record&lt;/span&gt; yang baik. Pilih produk sesuai dengan point 1-3&lt;br /&gt;5. Lakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rebalancing &lt;/span&gt;portofolio minimal setahun sekali. Melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rebalancing&lt;/span&gt; portofolio, investor bisa mengoptimalkan keuntungan dan meminimalisasi risiko&lt;br /&gt;6. Disiplin dalam berinvestasi. Apabila investor sudah menargetkan menyisihkan sejumlah dana tertentu setiap bulan, lakukan secara berkala, jangan berhenti. Jadikan cicilan investasi sebagai prioritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi di reksa dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8987581911834451219?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8987581911834451219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8987581911834451219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8987581911834451219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8987581911834451219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/apa-sich-reksa-dana-itu.html' title='Apa sich REKSA DANA itu?'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Scm5mRnf1lI/AAAAAAAAAD4/irevD9-ro54/s72-c/finance7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4253548865903612537</id><published>2009-03-17T07:39:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T08:53:19.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lapar mata'/><title type='text'>Mengendalikan LAPAR MATA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb8A5N-R8DI/AAAAAAAAADo/Vnd1UCptZyo/s1600-h/shopping-logo-tss-280x300.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb8A5N-R8DI/AAAAAAAAADo/Vnd1UCptZyo/s320/shopping-logo-tss-280x300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313967068323901490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Dah siap belum?" Tanya tetangga sebelah pada temanku&lt;br /&gt;"Beress, ayuk kita berangkat". Jawab temanku&lt;br /&gt;3 jam kemudian mereka pulang dengan menenteng tas di kiri dan kanan&lt;br /&gt;"Apa yang kau beli?" Tanya saya pada mereka&lt;br /&gt;"Ini aku beli blouse, cantik khan?" Jawab temanku.&lt;br /&gt;Tetanggaku tak mau kalah, dia tunjukkan beberapa baju dan sepasang sepatu high heel yang cantik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kutanya apa mereka sudah menginginkan barang itu sebelumnya.&lt;br /&gt;Baik tetanggaku maupun temanku menjawab, tidak. Mereka tidak berniat belanja saat memutuskan untuk keluar sore itu. Mereka hanya ingin jalan-jalan, tapi saat melihat barang-barang itu, tak kuasa mereka untuk menahan diri untuk tidak membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, situasi/keadaan semacam inilah yang dinamakan belanja karena LAPAR MATA. Lapar mata tidak harus hanya pada barang-barang berupa pakaian, tetapi bisa juga barang konsumtif lainnya seperti perhiasan, makanan, asesoris, elektronik, dan lain-lain.  Menurut azzam islamica dan artikel di cafepojok.com, lapar mata itu sesungguhnya berakar dari emosi kosong, saat Anda merasa depresi, kurang bersemangat, atau kesepian. Emosi seperti ini muncul ketika Anda bosan, terluka, kecewa, kurang mendapat perhatian atau penghargaan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang belum pernah mengalaminya? Hahaha.......tidak mau mengakui ya? Ya, hampir semua wanita pernah mengalami keadaan seperti ini, bahkan mungkin sampai dengan saat ini masih punya kesulitan  untuk mengendalikan ”penyakit” lapar mata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mungkin  sich, penyakit lapar mata ini dikendalikan atau bahkan dihilangkan sama sekali? BISA DIKENDALIKAN dan MUNGKIN UNTUK DIHILANGKAN.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan berbagi pengalaman mengendalikan penyakit lapar mata untuk belanja ini, karena kalau lapar mata untuk makan, tentu akan berbeda cara mengendalikannya.&lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini, yaitu:&lt;br /&gt;• Buat standard kebutuhan diri baik dalam belanja bulanan maupun tahunan. Standard ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi yang paling utama, untuk kaum wanita adalah busana dan asesoriesnya, sedang untuk pria adalah barang-barang otomotif dan elektronik.&lt;br /&gt;• Buat batasan dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Anda harus membuat batasan yang bisa ditolerir untuk memenuhi kebutuhan tersebut, jika anda menyesal setelah membeli, maka anda sudah melewati batas toleransi yang anda buat.&lt;br /&gt;• Kurangi kebiasaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;windows shopping&lt;/span&gt; (jalan-jalan ke pusat perbelanjaan). Kebanyakan penyebab kita tidak bisa mengendalikan penyakit lapar mata, karena kita terlalu sering melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;windows shopping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Kendalikan diri saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;windows shopping.&lt;/span&gt; Kuatkan niat diri, bahwa anda hanya sekedar ingin windows shopping bukan untuk membeli barang.&lt;br /&gt;• Bawa uang secukupnya untuk kebutuhan bayar parkir, transport atau makan minum.&lt;br /&gt;• Tinggalkan kartu debet dan kartu kredit saat anda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;windows shopping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Bila tertarik pada barang saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;windows shopping&lt;/span&gt; jangan langsung membeli, tapi pulang dan pikirkan lagi dalam satu minggu akan untung ruginya membeli barang tersebut&lt;br /&gt;• Bila satu minggu kemudian, masih kuat keinginan untuk membeli, carilah barang tersebut di tempat lain yang harganya lebih murah&lt;br /&gt;• Batasi kepemilikan kartu kredit, memiliki kartu kredit lebih dari satu, membuat anda lebih mudah memutuskan untuk belanja. Ingat belanja dengan menggunakan kartu kredit bukan berarti lebih hemat, anda hanya diperkenankan membayar tidak pada saat melakukan transaksi, tetapi pada saat anda menerima tagihan.&lt;br /&gt;• Kurangi pemakaian kartu kredit. Keseringan melakukan pembayaran dengan kartu kredit akan menggoda anda untuk menggeseknya saat berbelanja, karena anda tidak merasa mengeluarkan uang pada saat berbelanja tersebut.&lt;br /&gt;• Mulailah belanja di pasar/pusat grosir. Barang yang sama anda temukan di mall/pusat perbelanjaaan, sering bisa anda dapatkan di pusat grosir dengan harga lebih miring. Dipusat grosir juga anda akan menemukan banyak pilihan dengan harga yang tentu saja lebih menghemat anggaran belanja anda.&lt;br /&gt;• Kurangi menonton iklan barang konsumsi baik di media cetak maupun elektronik. Kebiasaan melihat iklan, akan membuat anda tertarik untuk memiliki barang yang diiklankan, dan apabila anda tertarik lalu membeli, memang itulah tujuannya produsen tersebut memasang iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga anda sukses mengendalikan lapar mata anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4253548865903612537?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4253548865903612537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4253548865903612537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4253548865903612537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4253548865903612537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/mengendalikan-lapar-mata.html' title='Mengendalikan LAPAR MATA'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb8A5N-R8DI/AAAAAAAAADo/Vnd1UCptZyo/s72-c/shopping-logo-tss-280x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-5029944905926234736</id><published>2009-03-16T08:31:00.004+07:00</published><updated>2009-03-16T09:35:07.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang pensiun'/><title type='text'>Belanjalah seolah gajimu sebesar uang pensiunmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb2tAykgPuI/AAAAAAAAADg/ffnH3LRP6ns/s1600-h/downpaymentgift.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb2tAykgPuI/AAAAAAAAADg/ffnH3LRP6ns/s320/downpaymentgift.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313593364453539554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu siang bulan Januari diruang kerja, saya kedatangan tamu dari luar kota. Berikut salah satu petikan pembicaraan menarik kami waktu itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk persiapan pensiun tahun depan, belanja istriku mulai aku kurangi”. Kata amu saya yang akan pensiun awal tahun 2010.&lt;br /&gt;”Bagaimana menjadwalnya?” Tanya saya&lt;br /&gt;”Karena saya akan menerima uang pensiun sebesar Rp1.500.000 per bulan, maka mulai Januari, istri saya beri uang Rp 6.000.000,00. mulai bulan Juli berkurang satu juta menjadi  menjadi Rp 5.000.000,00, mulai Oktober saya kurangi lagi menjadi sebesar Rp 3.000.000,00 dan per Januari menerima uang pensiun sebesar Rp 1.500.000,00”&lt;br /&gt;”Bagaimana istri bapak bisa mengubah belanja dari Rp 30.000.000,00 per bulan menjadi Rp 6.000.000,00. Apa tidak terlalu drastis?” tanya saya&lt;br /&gt;”Apa boleh buat, itu harus diterima, karena saya tidak ingin istri saya kaget saat pensiun tiba, jadi harus saya siapkan dari sekarang. Meskipun ini terlambat, tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”&lt;br /&gt;”Betul bapak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh bijak keputusan bapak tersebut dalam  mempersiapkan uang belanja istri menghadapi saat pensiun tiba. Tapi bagaimana bisa dijalankan ya? Mendadak sontak uang belanja di potong tinggal seperlima (20%)? Aduch peningnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar tindakan bapak tersebut, karena mau tidak mau memang uang pensiun yang diterima jauh dari jumlah yang diterima saat masih aktif, sehingga sangat bijaksana kalau mulai membiasakan diri membelanjakan uang bulanan sebesar penerimaan pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar bisa mengatur pengeluaran sesuai uang pensiun:&lt;br /&gt;• Memahami bahwa uang pensiun tidak akan bertambah selama masa pensiun, sehingga pengeluaran juga harus dibuat seminimal mungkin meningkat secara total, walau mungkin secara parsial bisa meningkat, tetapi harus diimbangi dengan penurunan pengeluaran disisi yang lain.&lt;br /&gt;• Menentukan kebutuhan dasar yang harus dibayarkan selama satu bulan. Hal ini bisa berupa belanja bahan pangan dan belanja keperluan pribadi yang lain.&lt;br /&gt;• Hitunglah kebutuhan biaya listrik, air dan telepon yang paling efisien.&lt;br /&gt;• Hitunglah biaya tranpsortasi (setelah menentukan apakah masih akan menggunakan mobil/kendaraan yang sama atau diganti dengan yang lebih irit bahan bakar)&lt;br /&gt;• Hitunglah biaya kesehatan, hal ini tidak berarti biaya yang dikeluarkan karena kita sakit, tetapi juga biaya untuk membeli vitamin ataupun suplemen agar tetap sehat&lt;br /&gt;• Tentukan apakah kita perlu ikut dalam asuransi jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha terus dikemanakan kelebihan uangnya dibelanjakan selama satu tahun menjelang pensiun? Sebaiknya kelebihan uang ini tidak dibelanjakan, tetapi diinvestasikan, sehingga uangnya tidak habis, tapi bisa menambah penghasilan sampai saat pensiun nanti tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita hitung bersama, kalau pendapatan Rp 30.000.000,00 dibelanjakan hanya Rp 6.000.000,00 berati ada sisa Rp 24.000.000,00. Katakan dideposito dengan bunga 12% per tahun berati mendapat bunga Rp 240.000,00 dipotong pajak 20% (Rp48.000,00), sehingga uang yang diterima bersih sebesar Rp 192.000,00.&lt;br /&gt;Bulan Februari deposito bertambah sebesar Rp. 24.000.000,00, berarti ada tambahan bunga yang didapat sebesar Rp 192.000,00. Dan akan terus bertambah bertambah dalam jumlah yang sama sampai dengan bulan Juni.&lt;br /&gt;Mulai bulan Juli sampai dengan September, uang deposito meningkat menjadi sebesar Rp 25.000.000,00 (Rp30.000.000,00 – Rp 5.000.000,00). Dengan asumsi bunga 12% maka bunga deposito sebesar Rp250.000,00 dipotong pajak 20% (Rp50.000,00) sehingga bunga bersih diterima sebesar Rp200.000,00&lt;br /&gt;Sedangkan bulan oktober sampai dengan desember jumlah deposito berubah menjadi Rp 27.000.000,00 per bulan (Rp30.000.000,00 – Rp 3.000.000,00). Bunga depositonya menjadi Rp270.000,00 dikurangi pajak 20% (Rp54.000,00) maka bunga bersihnya sebesar Rp216.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai bulan Januari yang diterima tidak murni Rp 1.500.000,00 saja dari uang pensiun, tetapi bertambah dengan bunga deposito sebesar Rp1.368.000,00 (akumulasi bunga deposito sejak bunga deposito pertama).  Gunakan kelebihan dari penghasilan deposito ini bukan untuk kebutuhan pangan atau belanja pribadi, tetapi untuk rekreasi. Entah untuk mengunjungi saudara yang selama ini tidak pernah dikunjungi karena kesibukan bekerja atau untuk mengunjungi anak cucu yang sudah tidak tinggal serumah dengan anda lagi. Kecuali anda tetap tidak bisa hidup dengan uang pensiunan sebesar Rp1.500.000,00 per bulan, maka anda harus menetapkan biaya hidup minimal yang mungkin anda bisa kelola, misalkan sebesar Rp 3.000.000,00, maka gunakan kelebihan untuk ditabung kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hidup hemat untuk kehidupan lebih baik dimasa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-5029944905926234736?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/5029944905926234736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=5029944905926234736' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5029944905926234736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/5029944905926234736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/belanjalah-seolah-gajimu-sebesar-uang.html' title='Belanjalah seolah gajimu sebesar uang pensiunmu'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb2tAykgPuI/AAAAAAAAADg/ffnH3LRP6ns/s72-c/downpaymentgift.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-3978338858265698695</id><published>2009-03-16T08:10:00.002+07:00</published><updated>2009-03-16T08:22:40.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='santunan hari tua'/><title type='text'>Cara Cerdas Membelanjakan SANTUNAN HARI TUA (SHT)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb2oB5fIRvI/AAAAAAAAADY/Xi3N1GTfeUI/s1600-h/Money.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb2oB5fIRvI/AAAAAAAAADY/Xi3N1GTfeUI/s320/Money.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313587885931775730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada kisah seorang pensiunan mendapat uang santunan  hari tua sebesar Rp 3.000.000.000,00 ( tiga milyar) dari perusahaan saat memasuki masa pensiun. Dua tahun kemudian orang tersebut sudah tidak mempunyai uang tersisa dan hidupnya berpindah dari satu anak ke anak yang lain.&lt;br /&gt;Sungguh ironis.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu bisa terjadi pada siapa saja, yang tidak siap dengan uang banyak ditangan secara tiba-tiba. Sangat berbeda dengan orang yang mempunyai uang banyak setelah bekarja keras selama puluhan tahun. Maka ada pameo yang mengatakan sesuatu yang gampang didapat akan gampang hilang/keluar. Sesuatu yang sulit didapat akan sulit pula kita lepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu ya?&lt;br /&gt;Biasanya orang yang tiba-tiba punya uang banyak, akan bingung untuk mengelolanya. Yang paling awal muncul adalah membelanjakan untuk sesuatu barang yang selama ini tidak bisa diperoleh/dimiliki entah itu berbentuk makanan, pakaian, perhiasan, mobil, rumah ataupun barang-barang impian lainnya.&lt;br /&gt;Dan kebanyakan barang yang diinginkan itu bukanlah barang produktif yang bisa menghasilkan uang atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;income&lt;/span&gt;, tetapi barang konsumtif yang harganyapun akan menurun seiring dengan berlalunya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua muncul adalah bisa jadi sebuah langkah yang benar, memulai usaha, dengan harapan uangnya akan bisa mendatangkan penghasilan dimasa mendatang. Namun kesalahan yang mungkin atau biasa terjadi adalah saat memulai usaha tergesa-gesa dan kurang perhitungan. Sehingga begitu ada ide atau tawaran teman langsung berpikir bahwa itu bisnis yang tepat, tanpa banyak pertimbangan langsung terjun ke bisnis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat tulisan Dahlan Iskan Bosnya Jawa Pos grup, dalam bukunya "Gant8i Hati", beliau bilang bahwa untuk bisa sesukses dan sekaya sekarang, bukan diperoleh dalam sekejap. Sambungnya, bahwa ilmu dagang itu dia pelajari sejak masih kanak-kanak dari orang tuanya. Dan dalam menjalankan usahanyapun dia juga mengalami jatuh bangun berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan berikutnya adalah tidak berpikir atau mungkin berpikir tapi sedikit kadarnya, bahwa uang yang diterima itu harus bisa menghidupi sampai ajal menjemput. Alih-alih berpikir untuk mengelola sampai saat mati tiba, lha wong mikir dan milih barang-barang impian yang ingin dan akan dibeli saja sudah menghabiskan waktu dan tenaga, jadi mana sempat mikir yang jauh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, agar kesalahan-kesalahan itu tidak terjadi, maka lakukan:&lt;br /&gt;• Pilih dan tetapkan kehidupan yang ingin dinikmati selama 50 tahun kedepan (siapa tahu masih bisa menghirup udara sampai umur 105 tahun khan?). Atau terserah berapapun tahun yang anda ingin tetapkan.&lt;br /&gt;• Kalkulasi kebutuhan/biaya hidup per bulan sampai dengan, katakan 50 tahun kedepan&lt;br /&gt;• Kalkulasi pendapatan dari pesangon selama 50 tahun kedepan&lt;br /&gt;• Kelola pengeluaran dengan bijak&lt;br /&gt;• Tempatkan uang untuk investasi secara bijak&lt;br /&gt;• Bila ingin memulai usaha, pilih yang anda ”cintai” dan lakukan survey kecil-kecilan untuk menghitung untung ruginya usaha/bisnis tersebut&lt;br /&gt;• Tidak perlu tergesa-gesa membelanjakan uang untuk membangun usaha, sementara belum bisa dijadikan modal usaha, uang bisa di investasikan ke deposito atau reksa dana yang aman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tips pendek ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wealthy is our choice&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-3978338858265698695?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/3978338858265698695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=3978338858265698695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3978338858265698695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3978338858265698695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/cara-cerdas-membelanjakan-santunan-hari.html' title='Cara Cerdas Membelanjakan SANTUNAN HARI TUA (SHT)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/Sb2oB5fIRvI/AAAAAAAAADY/Xi3N1GTfeUI/s72-c/Money.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-3229858044863806495</id><published>2009-03-13T09:26:00.004+07:00</published><updated>2009-03-13T12:26:16.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='standard internasional dalam manajemen risiko'/><title type='text'>Manajemen risiko (tulisan 4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SbnrvSR5E4I/AAAAAAAAADQ/b2rMZNe5rto/s1600-h/strategic_cost_reduction_image.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SbnrvSR5E4I/AAAAAAAAADQ/b2rMZNe5rto/s320/strategic_cost_reduction_image.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312536433053471618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di kelas, dalam acara presentasi makalah individu sebagai tindak lanjut mengikuti kursus. Seorang peserta bertanya pada peserta lain yang sedang menyajikan makalahnya tentang manajemen risiko.&lt;br /&gt;"Apa standard perhitungan yang digunakan untuk menghitung risiko?"&lt;br /&gt;"Ada banyak metode yang bisa digunakan, kami menggunakan statistik seperti analisa regresi, dan lain-lain"&lt;br /&gt;Si penanya tidak puas dan terus mengejar dengan pertanyaan yang lain, sampai lelah sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach...dengan mulai ngetrendnya penerapan manajemen risiko di perusahaan-perusahaan, masih banyak hal-hal yang perlu dipahami bersama. Tulisan ini mencoba memberikan sedikit ulasan tentang 4 standard internasional yang digunakan dalam manajemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Basel II.&lt;/span&gt; Standard ini muncul di Eropa dengan diawali Basel I tahun 1988. Basel I berprinsip bahwa modal bank tidak sama dengan risiko bank. Basel I juga hanya memperhitungkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;credit risk&lt;/span&gt; dan berkembang dengan tambahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market risk amendment&lt;/span&gt; tahun 1996. Baru pada tahun 2004 muncul Basel II, yang menganggap bahwa modal bank sama dengan risiko bank. Risiko bank tidak hanya mencakup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;credit&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;market risk&lt;/span&gt;, tetapi juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;operation risk&lt;/span&gt;, yang biasa disebut dengan pendekatan berbasis model, sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;other risk&lt;/span&gt; dikenal dengan pendekatan tidak berbasis model. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Other risk&lt;/span&gt; mencakup risiko bisnis, risiko strategis dan risiko reputasi. Basel II mulai diterapkan di Eropa tahun 2006/2007, sedangkan di Indonesia dicanangkan akan diterapkan pada tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. AS/NZS 4360:2004. &lt;/span&gt;Standard ini muncul dan berkembang di pasifik (Australia dan New Zeland). Standard ini memperhitungkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;strategic risk, financial risk, operational risk &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hazard risk.&lt;/span&gt; Risiko strategik mencakup risiko legal, reputasi, peraturan dan perubahan bisnis. Risiko keuangan mencakup risiko harga, bunga, kredit, likuiditas, profitabilitas, solvabilitas dan risiko akuntansi. Risiko operasional mencakup risiko SDM, proses bisnis, organisasi, teknologi dan Teknologi Informasi (TI). Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hazard risk&lt;/span&gt; mencakup risiko kerusakan aset produktif, kematian dan kecelakaan kerja, dan risiko ancaman kelangsungan usaha. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Framework &lt;/span&gt;penerapannya meliputi: mempelajari lingkungan pendukung, melakukan identifikasi risiko, analisis risiko, penyatuan dan sinkronisasi besaran risiko, membuat prioritas risiko terpenting, mengendalikan risiko, melakukan pengawasan dan review risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  ISO 31000.&lt;/span&gt; Standard ini diterapkan di semua jenis organisasi, semua jenis risiko tanpa perkecualian dan disemua negara. ISO 31000 direncanakan di terapkan paling lambat akhir 2008, meski sampai saat ini penulis belum mendengar kabarnya. Isi ISO 31000 mencakup definisi, prinsip-prinsip, kerangka kerja manajemen risiko, proses manajemen risiko dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;attrubutes of excellence in risk management (annex A)&lt;/span&gt;. Proses manajemen risiko dalam ISO 31000 sama dengan proses manajemen risiko di AS/NZS 4360:2004, begitu pula mengenai definisi dan diagram manajemen risiko. Implementasi manajemen risiko diperluas, secara langsung berhubungan dengan strategi operasional dan manajemen operasional. Prinsip-prinsip manajemen risiko disajikan secara eksplisit dan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. COSO.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;COSO merupakan organisasi profesional yang didirikan tahun 1985 dengan visi menjadi pelopor bagi organisasi sipil dalam rangka memperbaiki kualitas sistem pelaporan keuangan. Kerangka kerja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enterprise risk management (ERM) &lt;/span&gt;dipublikasikan pada tahun 2003. Kerangka kerja ini mencakup: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;monitoring, information &amp;amp; communication, control activities, risk assessment &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;control environment&lt;/span&gt;. Tujuan perusahaan/bisnis dilihat dalam 4 konteks yaitu: stratejik, operasional, pelaporan dan ketaatan, sedangkan level aktivitas mencakup level perusahaan, divisi/bagian, dan unit bisnis. Faktor kunci implementasi meliputi: desain organisasi bisnis, pemantapan organisasi ERM, kinerja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk assessment&lt;/span&gt;, penentuan keseluruhan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk appetite&lt;/span&gt;, indentifikasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk responses&lt;/span&gt;, komunikasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk results&lt;/span&gt;, monitoring, dan review oleh manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun strandard yang digunakan semuanya menggunakan dasar perhitungan yang membutuhkan ilmu matematika maupun statistik. Sehingga benar apa yang dijawab oleh penyaji makalah dalam pembuka tulisan ini, meski tidak menjawab pertanyaan si penanya. Semoga tulisan ini mampu menambah wawasan mengenai standard-standard yang dipakai dalam manajemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-3229858044863806495?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/3229858044863806495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=3229858044863806495' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3229858044863806495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3229858044863806495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/manajemen-risiko-tulisan-4.html' title='Manajemen risiko (tulisan 4)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SbnrvSR5E4I/AAAAAAAAADQ/b2rMZNe5rto/s72-c/strategic_cost_reduction_image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-2848834943893952757</id><published>2009-03-02T14:17:00.005+07:00</published><updated>2009-03-02T14:39:22.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wealth management'/><title type='text'>Wealth Management (tulisan 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SauJfJL2a6I/AAAAAAAAADI/EZwrxlSEc94/s1600-h/image-bb-business-fort-worth.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 233px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SauJfJL2a6I/AAAAAAAAADI/EZwrxlSEc94/s320/image-bb-business-fort-worth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308487753920834466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkah mengamati fenomena bermunculannya kaum muda kaya? Pernahkan juga mengamati, berapa orang dari mereka yang mengelola kekayaannya sejak awal? Atau berapa orang yang membelanjakan uangnya untuk hal-hal konsumtif? Atau mungkin mereka bingung tidak tahu dimana harus mencari pengelola kekayaan mereka?  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa penyedia jasa wealth management?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jasa wealth management ditawarkan oleh bank umum, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asset management, investment banking, private banking, brokerage, asuransi, independent financial advisor &lt;/span&gt;bahkan kantor akuntan. Meskipun yang paling umum adalah dari perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bank mempunyai nama dan jenis layanan yang berbeda, misal ABN Amro Indonesia memberi nama layanan untuk kaum berduit dengan Van Gogh Preffered Banking dengan saldo simpanan minimal sebesar Rp. 500 juta sedangkan Bank Syariah Mandiri memberi nama BSM Priority dengan saldo simpanan minimal sebesar Rp. 250 juta.Dengan keberagaman aturan yang ada, konsumen sangat diuntungkan dengan adanya banyak pilihan ini, sehingga perlu pandai-pandai memilih fasilitas layanan yang terkait dengan produk/jasa yang mereka tawarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana masa depan wealth management?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Herry S Dent - ekonom demografi jebolan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Harvard Business School&lt;/span&gt; yang mengawali karir sebagai konsultan manajemen - dalam buku terbarunya “The Next Great bubble Boom”, how profit the greatest boom in history 2006-2010 menggambarkan secara eksplisit masa depan wealth management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia akan menikmati bubble terbesar sepanjang sejarah, sebagian besar dipicu oleh ledakan konsumsi yang dilakukan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baby boomer&lt;/span&gt;, mereka yang lahir dalam kurun waktu 1946-1964 yang jumlahnya mencapai 100 juta orang. Mereka kebanyakan telah mencapai fase kebebasan keuangan  (financial freedom), sehingga bebas untuk melakukan aktivitas konsumsi dan investasi yang mereka inginkan dan sangat fleksibel untuk diwujudkan, kondisi ini mengalami puncaknya sampai dengan tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertumbuhan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management&lt;/span&gt; mencapai 16,8% (menurut data yang dilansir Capgemini Lorenz Corve Analisis) belum lagi pasar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bancassurance &lt;/span&gt;naik 110% dari tahun lalu, yang menurut analisis tabloid kontan, hal ini berarti pasar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management&lt;/span&gt; masih besar dan nasabah masih banyak. Terlebih nasabah sekarang semakin sadar untuk berinvestasi baik yang berisiko kecil seperti dalam Surat Utang Negara (SUN) dan deposito maupun yang berisiko besar dalam valas dan saham pada saat krisis keuangan global sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach….karena manajer senior perkebunan masuk kriteria profesi  yang berduit, kenapa tidak mencoba praktek ilmu ini, dan yang jelas, pasti semua orang tidak ingin menjalani masa pensiun dengan “mengenaskan” alias hidup dengan uang pensiun pas-pasan, kesehatan menurun, harta yang tertinggal tidak cukup untuk menjalani kehidupan sebagaimana saat masih aktif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SO, apa lagi yang ditunggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-2848834943893952757?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/2848834943893952757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=2848834943893952757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2848834943893952757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/2848834943893952757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/wealth-management-tulisan-3.html' title='Wealth Management (tulisan 3)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SauJfJL2a6I/AAAAAAAAADI/EZwrxlSEc94/s72-c/image-bb-business-fort-worth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4317833565233700622</id><published>2009-03-02T14:04:00.002+07:00</published><updated>2009-03-02T14:17:10.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen risiko'/><title type='text'>Manajemen Risiko (tulisan 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SauFnbeDVNI/AAAAAAAAADA/LpyE11uHuOA/s1600-h/Risk2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 234px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SauFnbeDVNI/AAAAAAAAADA/LpyE11uHuOA/s320/Risk2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308483498221458642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap kegiatan dalam perusahaan atau biasa dikenal sebagai Internal Business Process mengandung risiko, baik yang sifatnya operasional maupun yang bersifat strategis dengan dampak yang sanagt luas. Sehingga dalam menentukan mitigasi yang akan diambil, kita harus mampu menentukan apakah yang kita hadapi merupakan risiko operasional ataukah risiko bisnis yang mampu menghentikan proses operasi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana pekerjaan dalam manajemen risiko meliputi: Identifikasi risiko,Pengukuran risiko, dan Penanganan risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Identifikasi Risiko. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan identifikasi adalah pekerjaan awal manajemen risiko yang paling mudah dilaksanakan, tetapi bila petugas/pelaksana identifikasi tidak punya kompetensi/kemampuan yang memadai, akan menghasilkan identifikasi risiko yang salah dan berakibat pada mitigasi yang salah pula. Pekerjaan awal ini akan menghasilkan output daftar risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana melakukan identifikasi risiko? Pekerjaan ini dimulai dengan melakukan analisis pihak berkepentingan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stakeholder&lt;/span&gt;), yang meliputi pemegang saham, kreditur, pemasok, karyawan, pemain lain dalam industri yang sama, pemerintah, manajemen itu sendiri, masyarakat dan pihak lain yang terpengaruh oleh adanya perusahaan.&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah analsis internal, yang dapat dilakukan dengan menggunakan 7S dari McKenzie, meliputi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shared value, strategy, structure, staff, skill, system &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; style.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Metode yang biasa digunakan dalam identifikasi risiko adalah analisis data historis, pengamatan&amp;amp;survei, benchmarking, dan pendapat ahli. Namun metode ini bisa juga didukung dengan tehnik lain yang dipandang perlu, misalnya analisis kontrak saat kita hendak melakukan transaksi dengan pihak ketiga. Analisis kontrak bertujuan untuk melihat risiko yang muncul karena kontrak tertentu. Risiko ini lebih berkait dengan risiko hukum. Spesifikasi kontrak yang tidak menyeluruh bisa menimbulkan celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan meminta bagian hukum atau bagian kepatuhan ataupun lawyer perusahaan untuk memeriksa poin-poin dalam kontrak untuk menganalisis konsekuensi hukum jika kontrak dituliskan dengan redaksi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana mengukur Risiko?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Setelah risiko teridentifikasi, proses berikutnya adalah mengukur risiko. Jika risiko telah diukur, kita bisa melihat besar kecilnya risiko, sekaligus dampak bagi perusahaan dan melakukan prioritisasi risiko (risiko mana yang paling relevan). Pengukuran/perhitungan risiko dapat dilakukan dengan beberapa cara yang bisa dipilih, tergantung pada kemudahan dan kecocokan. Proses pengukuran risiko ini akan menghasilkan output berupa peta risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran risiko selalu mengacu pada ukuran kualitas dan kuantitas risiko, yaitu frekuensi, tingkat kemungkinan, likelihood atau seberapa sering terjadi dan dampak, impact, severity atau besarnya kerugian. Disamping kedua acuan tersebut, ada juga yang memasukkan unsur kecenderungan/trend dalam mengukur risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran risiko akan sangat tergantung pada jenis risiko atau karakteristik risiko tersebut, misal risiko pasar dengan risiko kredit akan menghasilkan teknik kuantifikasi yang berbeda dan dengan demikian pengukurannya juga berbeda. Risiko pasar diukur dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;VAR (value at risk) &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stress-testing&lt;/span&gt;, sedangkan risiko kredit diukur dengan credit rating dan creditmetrics. Begitupun  risiko operasional akan diukur dengan teknik berbeda lagi misalnya menggunakan matrik frekuensi &amp;amp; signifikansi kerugian dan VAR operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara penanganan risiko?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proses berikutnya setelah risiko berhasil diidentifikasi dan diukur adalah mengelola risiko. Jika perusahaan gagal mengelola risiko, maka dampak yang diterima akan cukup serius, misalnya kerugian yang cukup besar, demo mogok dari karyawan, demotivasi karyawan. Output dari proses penanganan risiko adalah rekomendasi pengelolaan risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan risiko secara klasik bisa dilakukan dengan 4 cara yaitu penghindaran risiko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(risk avoidance)&lt;/span&gt;, pengurangan risiko yang bisa dilakukan dengan metode pencegahan, diversifikasi atau lindung nilai alamiah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;natural hedging&lt;/span&gt;), pemindahan risiko (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk transfer&lt;/span&gt;) dan penahanan risiko (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;risk retention&lt;/span&gt;). Kegiatan lain yang erat kaitannya dengan manajemen risiko adalah pengendalian risiko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(risk control)&lt;/span&gt; dan pendanaan risiko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(risk financing&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mungkinkah perusahaan perkebunan mengelola risiko&lt;/span&gt;?  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;United Grain Growers (UGG)&lt;/span&gt;, perusahaan yang bergerak dibidang pertanian di Kanada, bisa mengasuransikan eksposur yang sebelumnya belum pernah diasuransikan, yaitu risiko cuaca. Risiko cuaca dintegrasikan dengan risiko lain dan kemudian diasuransikan. Praktek manajemen risiko UGG yang cukup inovatif mendatangkan penghargaan praktek manajemen terbaik dari beberapa lembaga yang berkompeten di bidang manajemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bisnis perkebunan juga dipengaruhi alam dan makin beragamnya risiko yang dihadapi perusahaan perkebunan termasuk PTPN dalam menjalankan bisnisnya, maka pengelolaan risiko adalah suatu keharusan (is a must).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan ini bisa dimulai dengan 3 langkah dasar sederhana sebagaimana dibahas diawal tulisan ini. Semisal kita berandai-andai, PTPN hendak menerapkan manajemen ditahun 2008 ini, PTPN sudah memiliki beberapa modal yang bisa dijadikan pijakan dalam bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal yang telah dimiliki dan juga yang harus ada di PTPN untuk melaksanakan manajemen risiko adalah:&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kinerja terkahir (2008)&lt;/span&gt;, hal ini telah disajikan dalam laporan manajemen dan telah disahkan kinerjanya oleh pemegang saham dalam RUPS yang baru saja lewat.&lt;br /&gt;-Organisasi manajemen risiko, baik yang masih berada dibawah bidang/biro yang sudah ada maupun membentuk bidang manajemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Adanya “guru” dalam manajemen risiko&lt;/span&gt;, beberapa PTPN yang departemen keuangannya dikomandani oleh jendral dari perbankan, secara otomatis memiliki ”guru” dalam menerapkan konsep dasar manajemen risiko.&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan terhadap manajemen risiko&lt;/span&gt; mulai muncul pada beberapa jajaran manajemen PTPN.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Data dan informasi terinegrasi &lt;/span&gt;(dalam IT warehouse), beberapa PTPN telah investasi dengan nilai yang sangat besar untuk membangun fasilitas ini. Pemanfaatan fasilitas ini bisa dimulai dengan menjadikan data historis tentang curah hujan, produksi, produktivitas, harga, hutang, modal sebagai data base pengelolaan risiko operasional.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Pandangan: “risiko milik semua”&lt;/span&gt;, pelan tapi pasti pandangan ini mulai mengkristal dalam setiap pengambilan keputusan bisnis PTPN.&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Model &lt;/span&gt;yang menghubungkan risiko dalam tataran tehnis dengan kinerja perusahaan, perlu dituangkan dalam bentuk tulisan agar dipahami semua jajaran perusahaan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Dibuatnya corporate risk tolerance&lt;/span&gt; secara top down oleh BOD dengan persetujuan BOC.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Dibuatnya peta risiko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(risk map&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt; yang dijadikan tolok ukur kinerja berbasis risiko oleh pihak intern PTPN maupun dengan bantuan konsultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting harus selalu diingat bahwa risiko bersifat dinamis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(change management concept&lt;/span&gt;), sehingga siklus manajemen risiko harus selalu diikuti dan dijalankan dengan konsisten. Dengan telah dimilikinya modal dalam menerapkan manajemen risiko, dan tahu langkah/tahapan/proses yang perlu dilakukan dalam menerapkan manajemen risiko, maka kejadian menyalahkan sang Khalik atas ketidakmampuan dalam mengantisipasi dan menangani risiko operasional seperti ilustrasi cerita diawal tulisan ini tidak terjadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pakar produksi dan tehnologi di negeri ini yang siap berkiprah dalam mencari solusi inovatif, tak mau kalah dengan para tenaga ahli Jepang yang mampu mengubah badai menjadi energi listrik, atau tanah/padang pasir di jazirah Arab yang gersang dan tandus dengan risiko kegagalan yang sangat tinggi akhirnya bisa menghijau dan menghasilkan produk pertanian berupa buah-buahan secara berlimpah, walaupun tidak seberlimpah buah-buahan dinegeri kita tercinta ini. Walahu alam bis shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4317833565233700622?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4317833565233700622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4317833565233700622' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4317833565233700622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4317833565233700622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/03/manajemen-risiko-tulisan-3.html' title='Manajemen Risiko (tulisan 3)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SauFnbeDVNI/AAAAAAAAADA/LpyE11uHuOA/s72-c/Risk2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1443389743854189249</id><published>2009-02-23T13:21:00.004+07:00</published><updated>2009-02-23T14:04:17.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cost effectiveness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cost cutting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cost reduction'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cost shifting'/><title type='text'>Cost Reduction</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SaJCdx1_K4I/AAAAAAAAAC4/ttScCXi6unU/s1600-h/LeftCostReduction.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SaJCdx1_K4I/AAAAAAAAAC4/ttScCXi6unU/s320/LeftCostReduction.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305876390359280514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat himbauan alam. Soeharto mantan presiden RI pada rakyat bangsa ini "kencangkan ikat pinggang"......ya, bahasa sederhana, syarat makna bagi kita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam perusahaan, program mengencangkan ikat pinggang ini menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost reduction programm&lt;/span&gt; (program pengurangan biaya) yang bertujuan untuk menurunkan biaya/efisiensi dalam rangka untuk meningkatkan kinerja. Dalam penerapannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost reduction programm&lt;/span&gt; ini bisa diterapkan dengan 3 cara, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost cutting&lt;/span&gt;: adalah pemotongan biaya tanpa melihat efeknya terhadap output. Program ini cocok untuk pengeluaran yang tidak ada hubungan langsung dengan kinerja produksi. Misal: sumbangan sosial, langganan surat kabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost shifting&lt;/span&gt;:adalah menurunkan biaya dengan memperhatikan hubungan input dan output, yaitu menurunkan biaya dengan mengganti input tetapi tidak mempengaruhi/menurunkan output. Misal: fotocopy kertas 70gram diganti 60gram, atau bahkan kertas buram, kertas fax diganti dengan kertas HVS, obat generik diganti dengan obat generik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost effevtiveness&lt;/span&gt;: adalah pengeluaran biaya yang tepat sasaran dengan memperhatikan/memperhitungan input dan output. Program ini tidak selalu menuntut harga/biaya harus turun. Apabila biaya naik, maka harus memenuhi kaidah pengeluaran/peningkatan biaya lebih kecil dari pendapatan yang dihasilkan akibat peningkatan biaya tersebut (peningkatan biaya &lt; peningkatan pendapatan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ke 3 hal tersebut diatas, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost effectiveness&lt;/span&gt; merupakan program yang paling efektif dalam menurunkan biaya.  Dalam kenyataannya tidak banyak yang menerapkan ini, karena membutuhkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;effort&lt;/span&gt;/usaha yang lebih baik waktu, pikiran maupun aktivitas, dibanding &lt;span style="font-style: italic;"&gt;effort &lt;/span&gt;untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost cutting &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost shifting&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila perusahaan mampu menerapkan kombinasi ke 3 hal tersebut, maka akan mampu menurunkan harga pokok produksi maupun harga pokok penjualan secara signfikan. Dan selanjutnya perusahaan bisa fleksibel dalam menentukan harga jual, baik yang pada akhirnya tetap dengan mempertahankan nilai penjualan atau bahkan mampu meningkatkan nilai penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1443389743854189249?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1443389743854189249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1443389743854189249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1443389743854189249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1443389743854189249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/02/cost-reduction.html' title='Cost Reduction'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SaJCdx1_K4I/AAAAAAAAAC4/ttScCXi6unU/s72-c/LeftCostReduction.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4265919095970697279</id><published>2009-02-20T09:08:00.003+07:00</published><updated>2009-02-20T09:57:58.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsumen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wealth management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Layanan'/><title type='text'>Wealth Management (tulisan 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZ4XnpKHQqI/AAAAAAAAACg/wU7UWDQ_b6Q/s1600-h/MONEY+MANAGEMENT.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZ4XnpKHQqI/AAAAAAAAACg/wU7UWDQ_b6Q/s320/MONEY+MANAGEMENT.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304703380919632546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa jenis layanan yang diberikan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jasa untuk kalangan ”atas” ini tak sekedar menawarkan layanan investasi thok, tetapi juga aneka layanan yang memberikan kenyamanan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga seringkali istilah wealth management diplesetkan menjadi Palugada (Apa Yang Lu Minta Gue Ada), karena memang layanan yang diberikan mulai dari urusan tradisional sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sophisticated &lt;/span&gt;dari urusan bisnis sampai spiritual, dari keuangan sampai gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Contoh produk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth managemen&lt;/span&gt;t tradisional mencakup perbankan, investasi, mata uang asing, asuransi, dana pensiun, real estate, sedangkan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sophisticated&lt;/span&gt; mencakup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alternative investment&lt;/span&gt; (komoditas, emas, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;private equity, art, sport instrument, derivative/structured product, hedge fund&lt;/span&gt;). Beberapa bank memberikan layanan wealth management yang melekat pada produknya, antara lain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;priority hotline,&lt;/span&gt; berlangganan majalah/surat kabar,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; airport lounge, golf, safe deposit box, credit platinum card&lt;/span&gt;, layanan kesehatan, layanan haji dan zakat, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;AT Kearney Wealth Management Survey, 2001&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; menyajikan contoh bentuk  layanan yang diberikan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Commercial bank&lt;/span&gt;,   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asset mgt&lt;/span&gt;/broker dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Private bank. &lt;/span&gt;Layanan yang mereka berikan bisa berbentuk investasi maupu n non investasi. Untuk layanan investasi mencakup: Saham, Obligasi, Reksadana, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alternative investment &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Structured product. &lt;/span&gt;Sedangkan untuk produk non investasi mencakup:  Pajak, Perbankan, Currency, Trust dan Asuransi. umber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa konsumen wealth management?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi kekayaan didunia ini mengacu pada Hukum Pareto yang memuat aturan 80:20, berarti 80% kontribusi disumbangkan oleh 20% populasi. Hal ini sering menjadi analogi untuk mendiskripsikan industri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management&lt;/span&gt;. 20% populasi yang menguasai jagat perekonomian Indonesia mempunyai latar belakang bisnis dan profesi yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi dengan penghasilan tertinggi menurut SWA Februari 2007 disandang oleh private banker dengan kisaran gaji/bulan sebesar US$ 19-22.000, disusul arsitek (US$ 8-20.000), konsultan SAP (US$ 7-15.000), manajer senior perkebunan (US$6-20.000), Engineer Sistem TI (US$ 6-20.000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan 5 orang terkaya di Indonesia adalah raja group rokok, Djarum, Gudang Garam dan Sampoerna, meski posisi ini akan segera tergeser pengusaha muda Chairul Tanjung dan Sandiaga Uno dengan bisnis property, keuangan dan TI, sejalan dengan perkembangan bisnis dunia. Bisnis rokok bukan bisnis masa depan, sejauh ini bisnis rokok berkembang dengan mayoritas konsumen di pedesaan dengan tingkat pendidikan relatif tidak tinggi serta gencarnya kampanye anti rokok, bahkan di London dikenal kampanye bahwa anak perokok bukan anak jagoan tetapi sampah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tahun 2005, 55.000 nasabah wealth management  dengan asset +/- US$ 260 milyar di Singapura, 18.000 diantaranya adalah orang Indonesia, sedangkan di Indonesia nasabah wealth management sebanyak 17.000 orang. Bisa dimaklumi kalau pemerintah Singapura tidak “setuju” untuk mengekstadisi pelarian “kriminal” Indonesia disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang bisa dikategorikan sebagai orang berduit? “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Everbody can come with different number”&lt;/span&gt; yach..tidak ada satu ukuran untuk semua. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di Inggris segmentasi kaum berduit di simbolkan dengan mobil yang dipakai. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di Indonesia, orang dengan kekayaan melebih USD 400.000 sudah dikategorikan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ultra High Networth Individual (Ultra HNI&lt;/span&gt;) alias orang yang sudah super kaya raya sedangkan menurut BCG dan Celeste masih dikategorikan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mass Affluent&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4265919095970697279?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4265919095970697279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4265919095970697279' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4265919095970697279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4265919095970697279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/02/wealth-management-tulisan-2.html' title='Wealth Management (tulisan 2)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZ4XnpKHQqI/AAAAAAAAACg/wU7UWDQ_b6Q/s72-c/MONEY+MANAGEMENT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1651211676390168835</id><published>2009-02-20T08:41:00.004+07:00</published><updated>2009-02-20T08:48:41.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengorganisasian risiko'/><title type='text'>Manajemen Risiko (tulisan 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZ4LPCAHRCI/AAAAAAAAACY/WvnuLr2v7Vs/s1600-h/riskk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZ4LPCAHRCI/AAAAAAAAACY/WvnuLr2v7Vs/s320/riskk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304689763952313378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dampak berbicara satuan keuangan, berbicara kemungkinan berbicara semua aspek kehidupan, sehingga tidak salah apabila berbagai cabang ilmu membahas tentang manajemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko sendiri dapat diklasifikasikan kedalam 4 klasifikasi besar, yaitu risiko keuangan, risiko operasional, risiko strategis dan risiko eksternalitas, masing-masing kategori risiko terdiri beberapa jenis risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam realitanya, risiko tersebut tidak selalu berdiri sendiri-sendiri tetapi bisa saling berinteraksi, sehingga pendekatan manajemen risiko terinegrasi sangat tepat digunakan untuk mengelola risiko perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGORGANISASIAN RISIKO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan lama, setiap manajer bertanggungjawab atas risiko unit kerjanya, baik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;expected &lt;/span&gt;maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unexpected risk. &lt;/span&gt;Manajer pemasaran bertanggungjawab terhadap risiko yang berkaitan dengan masalah-masalah pemasaran, manajer SDM bertanggungjawab terhadap risiko yang berkaitan dengan masalah SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan baru, pengelolaan risiko dilakukan secara terpadu, risiko dikategorikan menurut jenisnya dan perusahaan menetapkan pihak yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan risiko. Sebagian besar perusahaan menetapkan direktur keuangan (CFO, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chief Financial Officer)&lt;/span&gt; sebagai penanggung jawab tertinggi manajemen risiko, sekarang ada kecenderungan untuk mengangkat CRO (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chief Risk Officer&lt;/span&gt;), yaitu seorang direktur risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan adalah pelopor dunia usaha yang mensyaratkan jajaran manajemen bersertifikasi dalam manajemen risiko dari badan sertifikasi yang diakui pemerinah, yaitu Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR). Sedangkan bisnis lain belum menerapkan hal tersebut, atau masih dalam tahan awal penerapan manajemen risiko atau bahkan belum ada rencana menerapkannya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat beberapa PT.Perkebunan Nusantara (PTPN) sudah memunculkan manajemen risiko dalam struktur organisasinya, walaupun mayoritas PTPN memposisikan manajemen risiko masih melekat pada struktur organisasi yang ad,a atau dibawah biro lain seperti biro SPI (Satuan Pengawasan Intern) ataupun biro sekretaris perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan dalam manajemen risiko kita bahas pada tulisan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-1651211676390168835?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/1651211676390168835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=1651211676390168835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1651211676390168835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/1651211676390168835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/02/manajemen-risiko-tulisan-2.html' title='Manajemen Risiko (tulisan 2)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZ4LPCAHRCI/AAAAAAAAACY/WvnuLr2v7Vs/s72-c/riskk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8620739873710746464</id><published>2009-02-16T13:31:00.003+07:00</published><updated>2009-02-16T13:39:05.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen keuangan rumah tangga'/><title type='text'>Manajemen Keuangan Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZkJiUT2EuI/AAAAAAAAACI/Er84Rtn78rk/s1600-h/A6BD02FA-8624-4CCA-B946-EB88C2D4506B.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 109px; height: 117px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZkJiUT2EuI/AAAAAAAAACI/Er84Rtn78rk/s320/A6BD02FA-8624-4CCA-B946-EB88C2D4506B.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303280521377616610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih lebihan (QS. Al-An’aam 141)&lt;br /&gt;Karena itu, kita harus merasa puas tanpa uang, bilamana kita mempunyai cukup makanan dan pakaian. (I Timotius 6:8, FAYH) (Firman Allah Yang Hidup)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bulan puasa tahun lalau saya diminta untuk menyampaikan materi manajemen keuangan untuk tenaga pengajar, entah karena materinya menarik atau karena banyak orang stress akibat sulitnya mengatur keuangan yang mepet, sehingga 2 bulan kemudian saya diminta menyampaikan manajemen keuangan untuk karyawati. Berdasar 2 pengalaman tersebut saya tergelitik untuk menulis materi manajemen keuangan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dasar manajemen keuangan rumah tangga adalah pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan. Seperti halnya manajemen keuangan dunia usaha bahwa pendapatan (penerimaan) harus lebih besar dari biaya (pengeluaran), bila tidak maka perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan atau bahkan akan merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan rumah tangga tidak ada istilah untung atau rugi dalam pengelolaan keuangannya, tetapi lebih kepada bisa menabung atau harus berhutang untuk membiayai hidup dari pendapatan yang dimiliki.Sehingga yang paling penting adalah, bagaimana anda mengatur pengeluaran agar tidak melebihi penerimaan, dan syukur-syukur bisa menabung dan melakukan investasi. Karena sumber utama dari masalah semua manajemen keuangan rumah tangga adalah DEFISIT. Apabila defisit terjadi, kehidupan rumah tangga yang tenang akan terusik bahkan akan menuai pertengkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, kebanyakan defisit keuangan rumah tangga disebabkan karena kemudahan untuk memiliki kartu kredit. Oprah Winfrey sampai membahas masalah ini lebih dari sekali, dan saya kira masalah ini akan semakin banyak menimpa rumah tangga diseantero jagat akibat krisis keuangan global yang dimulai tahun lalu dan sudah mengakibatkan beberapa perusahaan melakukan rasionalisasi. Alih-alih mengatur manajemen keuangan rumah tangga, yang mereka harus segera lakukan adalah bagaimana membelanjakan pesangon untuk dapat melanjutkan kehidupan tanpa harus kehilangan rasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan membahas mengatasi defisit akibat pemakaian kartu kredit melebihi batas, tetapi lebih pada masalah umum yang banyak dialami rumah tangga.&lt;br /&gt;Pengeluaran tidak boleh melebihi penerimaan dapat dilakukan dengan memperbesar sisi penerimaan atau menekan sisi pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbesar sisi penerimaan bisa dilakukan dengan:&lt;br /&gt;1. Menjadi pegawai&lt;br /&gt;2. Menjadi pengusaha&lt;br /&gt;3. Menabung&lt;br /&gt;4. Menalukan investasi&lt;br /&gt;5. Mengembangkan hobi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menekan sisi pengeluaran bisa dilakukan dengan:&lt;br /&gt;1. Memenuhi kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan)&lt;br /&gt;2. Mengatur prioritas pemmbayaran&lt;br /&gt;3. Mengatur prioritas pembelian barang&lt;br /&gt;4. Gunakan harga sebagai faktor penting pengambilan keputusan pembelian barang&lt;br /&gt;5. Jangan belanja karena iklan&lt;br /&gt;6. Gunakan daftar belanja dan patuhilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengatur keuangan rumah tangga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8620739873710746464?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8620739873710746464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8620739873710746464' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8620739873710746464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8620739873710746464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/02/manajemen-keuangan-rumah-tangga.html' title='Manajemen Keuangan Rumah Tangga'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZkJiUT2EuI/AAAAAAAAACI/Er84Rtn78rk/s72-c/A6BD02FA-8624-4CCA-B946-EB88C2D4506B.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-3753077485259885146</id><published>2009-02-14T10:25:00.003+07:00</published><updated>2009-02-14T10:37:48.985+07:00</updated><title type='text'>Tehnik Membelanjakan Pesangon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZY7ubHFjlI/AAAAAAAAACA/LoQbt82wpbI/s1600-h/ist2_785353-hand-shake-in-golden-shine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 234px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZY7ubHFjlI/AAAAAAAAACA/LoQbt82wpbI/s320/ist2_785353-hand-shake-in-golden-shine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302491280012840530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria paruh bayak duduk terpekur di bangku antrian sebuah bank, usut punya usut ternyata si bapak kesulitan keuangan karena uang pesangon dari tempat kerja ketika dia kena gelombang “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;golden shake hand&lt;/span&gt;” tertanam dilembaran saham yang sekarang nilainya jeblok semua.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud hati membiayai hidup sehari-hari dari gain darena melonjaknya harga saham apa daya terjunnya harga saham yang harus dihadapi, padahal sampai dengan sekarang beliau belum juga mendapat pekerjaan baru. Itulah secuil kisah seorang pekerja yang salah perhitungan dalam membelanjakan uang pesangon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena krisis ekonomi yang melanda seantero bumi sekarang ini, tidak bisa dipungkiri bahwa gelombang “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;golden shake hand&lt;/span&gt;” berikutnya akan menyusul. Tanpa berniat menakut-nakuti, kita semua harus siap dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berhitung, pesangon diberikan oleh perusahaan dalam rangka membantu eks karyawannya dalam menyiapkan kehidupan paska PHK, selanjutnya sangatlah tergantung pada karyawan tersebut untuk menjalankan uang pesangonnya. Bila beruntung, maka kesejahteraan lebih baik  yang didapat, tetapi bila apes (tidak beruntung) bangkrutlah yang didapat, seperti bapak pada ilustrasi cerita diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, bagaimana kita harus membelanjakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pesangon ditujukan untuk biaya kehidupan sehari-hari setelah tidak lagi jadi karyawan, maka uang pesangon ini harus dibelanjakan untuk investasi atau untuk modal kerja yang memberikan pendapatan pada masa-masa yang akan datang, terutama apabila tidak lagi bekerja sebagai karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa investasi yang sebaiknya diambil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita gunakan untuk modal kerja, maka faktor penting yang harus diperhitungkan adalah jenis pekerjaan yang kita cintai dan kita punya pengetahuan atau keahlian tentang pekerjaan itu, misal kita hobi uthak-athik kendaraan, maka kita bisa buka usaha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;showroom &lt;/span&gt;sepeda motor/mobil atau buka bengkel motor/mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana investasi dapat dilakukan pada investasi yang menuntut kita untuk mengelola secara rutin atau tanpa pengelolaan rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi tanpa pengelolaan rutin dengan risiko rendah bisa berupa tabungan, deposito, reksadana, emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi dengan pengelolaan rutin dengan risiko rendah membuat dan menyewakan gerobak makanan/minuman, etalase took, truk/angkot,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi dengan pengelolaan rutin dengan risiko tinggi saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang kita pilih, sekali lagi tanya diri sendiri tentang kesukaan, kecintaan, kemampuan dan kehidupan selanjutnya yang ingin dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berhitung, jangan lupa berbagi pengalaman ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-3753077485259885146?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/3753077485259885146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=3753077485259885146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3753077485259885146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3753077485259885146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/02/tehnik-membelanjakan-pesangon.html' title='Tehnik Membelanjakan Pesangon'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZY7ubHFjlI/AAAAAAAAACA/LoQbt82wpbI/s72-c/ist2_785353-hand-shake-in-golden-shine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6060753860187951625</id><published>2009-02-14T10:04:00.005+07:00</published><updated>2009-02-14T10:21:49.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pensiun'/><title type='text'>Persiapkan pensiunmu.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZY3z2BUbhI/AAAAAAAAAB4/cDFjn5NxMlg/s1600-h/titlephoto_pension.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZY3z2BUbhI/AAAAAAAAAB4/cDFjn5NxMlg/s320/titlephoto_pension.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302486975089241618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terpekur seorang pria usia lanjut disudut sebuah rumah petak mungil di pinggiran kota Yogyakarta.Saat ditanya, sedang menanti siapa, beliau menjawab sedang menunggu angkutan umum hendak pulang kerumahnya di desa.&lt;span class="fullpost"&gt; Beliau hendak menghabiskan sisa hidupnya dikampung bersama sanak famili yang masih ada karena di Yogyakarta dia tinggal sendiri, istrinya sudah meninggal 2 tahun  lalu karena hipertensi, anak-anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di kota berbeda. Dengan sisa uang hasil menjual rumah petaknya yang tak seberapa dia hendak membeli rumah dan ternak didesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan masa produktif kita jarang terbersit keinginan menghitung biaya hidup masa ketika pensiun dan bagaimana memenuhi biaya tersebut. Yang terjadi, kita fokus untuk mencari peningkatan penghasilan untuk meningkatkan taraf hidup kita selama masa kerja, selama biaya hidup tercukupi dan mempunyai sisa untuk ditabung, serasa semua kebutuhan telah tercukupi. Ini tidak salah tetapi juga tidak 100% benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menabung sisa uang belanja hidup sehari-hari adalah sebuah paradigm yang perlu “dibenahi”. Selama kita berpikir bahwa besar tabungan adalah sisa uang belanja, maka jumlah dan rutinitas menabung bisa berubah-ubah. Sebaiknya menabung itu dijadikan komponen pengeluaran dalam pembelanjaan bulanan kita, dalam arti bahwa menabung sudah kita tetapkan sebagaimana kita menetapkan biaya listrik. Biaya listrik tidak kita bayarkan ketika kita punya sisa uang, tetapi biaya listrik langsung kita sisihkan saat kita menerima uang gaji kita, seperti itulah juga kita harus menyiapkan/merencanakan tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya berapa besar yang harus kita tabung? Tergantung. Kenapa tergantung, yak arena besarnya tabungan harus sesuai dengan tujuan penggunaan tabungan itu sendiri, misal, tabungan kita tujuan untuk membeli mobil, maka kita menghitung kapan target beli mobil, berapa harganya, dan berapa emampuan kita menabung, begitu juga seandainya kita menabung untuk biaya sekolah anak, maka kita menghitung berapa besar biaya sekolah anak kita saat dia mulai masuk sekolah, kapan harus dibayar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nach, sekarang kalau kita tujukan tabungan kita untuk biaya hidup setelah pensiun, sehingga kita tidak hanya hidup dengan uag pensiun saja? Berarti kita perlu tanya kepada diri sendiri, kehidupan macam apa yang ingin kita jalanani setelah pensiun. Lalu kita hitung berapa biaya untuk itu. Setelah ketemu lalu kita sisihan kebutuhan uang itu mulai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting adalah bahwa kita harus disiplin dalam menabung untuk membiayai kehidupan setelah pensiun. Tabungan, deposito atau investasi yang kita lakukan memang akan mengurangi kenikmatan atau kemewahan sekarang, tetapi hasilnya akan kita panen saat kita pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mempersiapkan pensiun dengan seksama sekarang, tidak perlu menunggu sampai saat pensiun itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6060753860187951625?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6060753860187951625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6060753860187951625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6060753860187951625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6060753860187951625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/02/persiapkan-pensiunmu.html' title='Persiapkan pensiunmu.'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZY3z2BUbhI/AAAAAAAAAB4/cDFjn5NxMlg/s72-c/titlephoto_pension.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4076943839515417984</id><published>2009-02-13T16:02:00.006+07:00</published><updated>2009-02-20T08:49:58.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen risiko'/><title type='text'>Mengintip Manajemen Risiko (tulisan 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZU5Yufms-I/AAAAAAAAABw/wyi2LaXKBGE/s1600-h/risk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 232px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZU5Yufms-I/AAAAAAAAABw/wyi2LaXKBGE/s320/risk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302207233258861538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tik…tik..tik…tik…hujan rintik-rintik..&lt;br /&gt;Dingin..dingin…sepoi angin dingin….&lt;br /&gt;terdengar suara merdu titik puspa dari rumah sebelah.&lt;br /&gt;Sementara dibelahan bumi yang lain disebuah ruang rapat terdengar Tanya jawab membahas kinerja…kenapa produksi unit saudara  tahun ini menurun dibanding tahun lalu? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar jawaban denga suara berat menjawab “tahun ini hujan dating diluar musim sehingga panen tidak bisa optimal seperti tahun lalu…..terdengar suara pelan namun tegas: sejak kapan saudara belajar menyalahkan Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyanyi memandang hujan sebagai sebuah berkah, sebuah keindahan dan membuatnya memuji kebesaran sang Khalik. Pebisnis pada kasus kedua memandang hujan sbagai bencana, penyebab kegagalan produksi dan membuatnya melupakan kewajiban berterima kasih kepada Khalik karena masih “dipinjami” nyawa untuk menjalankan roda bisnisnya. Begitulah dua buah ilustrasi yang menggambarkan reaksi manusia terhadap sebuah keadaan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mendengar pameo lama tentang risiko “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;high risk - high return&lt;/span&gt;” yang masih banyak dipegang khalayak umum ketika berbisnis. Disatu sisi yang lain ekonom mengenal hukum “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the law of diminishing return”&lt;/span&gt;. Bagi pebisnis yang menggabungkan 2 hukum itu akan mengubah prinsip risiko menjadi “…” inilah paradigma baru dalam pengelolaan risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;APA ITU RISIKO?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Risiko melekat pada semua aspek kehidupan, dari urusan pribadi sampai perusahaan, dari urusan gaya hidup sampai pola penyakit, dari bangun pagi sampai tidur malam, dan masih banyak lagi. Risiko dapat didefinisikan dengan berbagai cara, misal risiko didefinisikan kejadian yang merugikan, atau bagi analis investasi, risiko didefinisikan sebagai kemungkinan hasil yang diperoleh menyimpang dari yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu mempertentangkan berbagai difinisi yang ada. Siapapun yang mendefinisikan disitu pasti mencakup minimal tentang probabilitas/kemungkinan dan kerugian/dampak. Berbicara dampak berbicara satuan keuangan, berbicara kemungkinan berbicara semua aspek kehidupan, sehingga tidak salah apabila berbagai cabang ilmu membahas tentang manajemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mendengar pameo lama tentang risiko "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;high risk - high return&lt;/span&gt;" yang masih banyak dipegang khalayak umum ketika berbisnis. Ada hubungan positif antara risiko dan tingkat keuntungan, semakin tinggi risiko semakin besar keuntungannya. Disisi lain, ekonom mengenal hukum "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;law of the diminishing return&lt;/span&gt;". Pandangan baru tentang manajemen risiko, menggabungkan 2 hukum itu, dan berpendapat bahwa hubungan antara risiko dan tingkat keuntungan tidak bersifat linier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wilayah 1 (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;insufficient risk taking&lt;/span&gt;), risiko yang diambil terlalu kecil, sehingga bisa dinaikkan, sementara wilayah 2 (tengah) penambahan risiko yang diambil tidak meningkatkan keuntungan. Pengelolaan risiko perusahaan sebaiknya berada pada wilayah 3 (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;optimal risk taking&lt;/span&gt;), penambahan risiko yang diambil akan menurunkan tingkat keuntungan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan berikut akan kita bahas tentang pengorganisasian risiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4076943839515417984?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4076943839515417984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4076943839515417984' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4076943839515417984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4076943839515417984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/02/mengintip-manajemen-risiko.html' title='Mengintip Manajemen Risiko (tulisan 1)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SZU5Yufms-I/AAAAAAAAABw/wyi2LaXKBGE/s72-c/risk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-4813237076145771572</id><published>2009-02-05T07:20:00.000+07:00</published><updated>2009-02-05T09:38:10.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wealth'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='management'/><title type='text'>mengenal wealth management itu? (tulisan 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYpQxPsbNaI/AAAAAAAAABg/T92GmX3Bga4/s1600-h/wealth.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 202px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYpQxPsbNaI/AAAAAAAAABg/T92GmX3Bga4/s320/wealth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299136718511486370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Michael Jackson harus menjual rumah mewahnya di cleveland untuk membiayai hidupnya kini, Leila Sari masih harus bekerja diusia senjanya untuk menghidupi keluarganya. Seorang pensiunan Administratur perusahaan perkebunan besar akhirnya tinggal dirumah tipe 36 dan seringkali harus ngantri ke poliklinik karena kesehatannya yang sudah sangat menurun.&lt;br /&gt;Itu beberapa gambaran yang bisa kita lihat, apabila pada saat produktif, tenar, kaya dan masih muda lupa untuk mengatur kekayaan atau ketenaran yang sifatnya fana alias sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapan lahir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management&lt;/span&gt; mulai populer dua tahun belakangan ini. Meski jasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management&lt;/span&gt;  muncul pada awal tahun 2000, ketika bank asing yang beroperasi di Indonesia menawarkan jasa wealth management, namun sebenarnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management &lt;/span&gt;adalah ilmu keuangan yang lebih tua dari manajemen risiko - marak dibahas dan direspon bumn perkebunan- bahkan lebih tua umurnya dibanding penyakit jantung yang baru muncul diawal tahun 1900an. Cikal bakal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management&lt;/span&gt; dirintis oleh para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;private banker&lt;/span&gt; pada awal berdirinya pusat keuangan internasional seperti London, Amsterdam dan Paris pada abad 17 dan 18. Meski wealth management dimulai di London, dan bergeser ke Swiss saat berlangsung perang dimasa Louis XIV dan akhirnya bergeser ke  Amerika Serikat dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;landmark &lt;/span&gt;Wall Street-nya pada abad 19 dan 20, tetapi tempat teraman bagi kaum berduit untuk menyimpan kekayaannya tetap di Swiss, UBS menjadi andalan Swiss di dunia perbankan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa sih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management&lt;/span&gt; itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian wealth management menurut Wikipedia “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wealth Management is an advanced investment advisory discipline that incorporates financial planning and specialist financial services”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; wealth management &lt;/span&gt;adalah manajemen keuangan keluarga yang bisa dilakukan setiap orang. Hanya saja mengatur kekayaan sendiri dengan mempertimbangkan semua peluang dan risiko yang mungkin dihadapi, jelas bukan perkara yang mudah. Pengelolanya mesti punya bekal pengetahuan cukup tentang segala macam instrumen investasi keuangan yang tersedia. Belum lagi harus mengikuti perkembangan ekonomi global yang akan mempengaruhi kinerja berbagai instrumen investasi, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai kekayaan. Berhubung tidak banyak orang memiliki pengetahuan seluas itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management &lt;/span&gt;berkembang menjadi bisnis jasa keuangan yang diawali dengan kemunculan jasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;financial planner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;apa jenis produk  dan siapa penyedia jasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wealth management&lt;/span&gt;, kita bahas pada tulisan berikut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-4813237076145771572?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/4813237076145771572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=4813237076145771572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4813237076145771572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/4813237076145771572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/02/mengenal-wealth-management-itu-tulisan.html' title='mengenal wealth management itu? (tulisan 1)'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYpQxPsbNaI/AAAAAAAAABg/T92GmX3Bga4/s72-c/wealth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-646336661794094861</id><published>2009-01-30T09:00:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T09:15:52.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekayaan'/><title type='text'>Cara Mudah Meningkatkan Kekayaan.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYJiw1DvqpI/AAAAAAAAABY/wscRX7N2i_U/s1600-h/adf-cartoon-money-bag1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 187px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYJiw1DvqpI/AAAAAAAAABY/wscRX7N2i_U/s320/adf-cartoon-money-bag1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296904702757153426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bang bing bung yuk kita ke bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bing bung yuk kita nabung….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah petikan lagu gubahan nenek cantik Titik Puspa, yang sudah sadar pentingnya menabung secara modern, bukan dengan cara tradisionil seperti nenek-nenek kita dahulu, disimpan di bawah bantal, atau dimasukkan “celengan jago”nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mana yang anda pilih untuk menabung uang anda? Di bawah bantal, di “celengan jago” atau di bank?&lt;br /&gt;Apapun yang anda pilih, sudah merupakan pilihan budaya (gaya) hidup yang tepat, berarti anda sudah menerapkan manajemen keuangan. Anda sudah “melek financial” sekarang saatnya meningkatkan kemampuan financial anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini saya tulis untuk mengajak anda menerapkan cara lain mengelola duit di bank untuk mendapat hasil lebih. Cara yang penulis sampaikan berdasarkan pengalaman yang terjadi 3 bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, penulis tergesa-gesar untuk mengambil uang di salah satu bank pemerintah untuk melakukan pembayaran, dalam ketergesaan itu, pandangan mata sempat tertegun melihat bunga yang tertulis dibuku tabungan yang tidak seberapa, Rp. 1.000,00 per Rp. 1.000.000,00 uang yang disimpan. Otak tergerak untuk mencari tahu bunga ditempat lain. Setelah melakukan riset kecil-kecilan ditemukanlah bahwa pada saat yang sama, deposito di sebuah bank pasar memperoleh bunga Rp. 13.000,00 per Rp. 1.000.000,00 untuk jangka waktu 1 tahun. Tanpa menunggu waktu lama, rekening langsung ditutup dan dipindahkan ke deposito tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat, hanya dengan membandingkan tingkat bunga tabungan bank pemerintah dengan bunga deposito bank pasar, didapat pelipat gandaan hasil…13 kali per bulan…bisnis apakah yang tidak perlu susah payah dapat memberikan hasil 13x per bulan? Sulit ya menyebutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tunggu dulu, bila uang anda ratusan juta rupiah, pasti akan merepotkan dan juga mengkhawatirkan kalau ditaruh di satu bank pasar saja khan?? tapi anda tentu juga tidak mau repot untuk memecah-mecah deposito dalam beberapa bank dan beberapa rekening deposito khan? Sayingnya tidak ada pilihan lain, demi keamanan simpanan anda, tapi apabila uang anda ratusan juta masih banyak instrument keuangan lain untuk menggandakan hasilnya, sehingga jurus ini hanya ditujukan bila rekeing anda dibawah seratus juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menkeu Sri Mulyani sudah menyampaikan bahwa simpanan sampai 2 milyar dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), dalam arti bahwa terjadi sesuatu dengan bank, simpanan sampai dengan 2 milyar akan dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda punya uang 1 milyar kenapa harus repot-repot ngurusi ke bank pasar khan? Anda khan bisa panggil private banker untuk melayani kebutuhan pengelolaan uang/kekayaan anda. Dan mereka pasti akan terbirit-birit untuk segera melayani anda dengan layanan yang “gue banget” alias sangat personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti kita bahas jurus lain dalam melipatgandakan kekayaan anda yang nilainya sudah ratusan bahkan milyaran rupiah.&lt;br /&gt;Punya waktukah anda untuk memindah rekening tabungan anda ke deposito?&lt;br /&gt;Bila ya, punya cukup keberaniankah anda memulainya?&lt;br /&gt;Jawab dengan jujur dan lakukan dengan mantap.&lt;br /&gt;Semoga uang anda berlipat ganda, jangan lupa kabari saya ya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good luck.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-646336661794094861?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/646336661794094861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=646336661794094861' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/646336661794094861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/646336661794094861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/01/cara-mudah-meningkatkan-kekayaan_29.html' title='Cara Mudah Meningkatkan Kekayaan.'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYJiw1DvqpI/AAAAAAAAABY/wscRX7N2i_U/s72-c/adf-cartoon-money-bag1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8045853676110756600</id><published>2009-01-29T16:18:00.000+07:00</published><updated>2009-01-29T16:33:01.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><title type='text'>apa itu kaya?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYF3pAM9pJI/AAAAAAAAABA/QRQ2R9aGGzY/s1600-h/ist2_1973631-money-bag-the-cartoon-toolbox-series.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYF3pAM9pJI/AAAAAAAAABA/QRQ2R9aGGzY/s320/ist2_1973631-money-bag-the-cartoon-toolbox-series.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296646183077127314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Miskin koq girang” begitu komentar Haji Jalal dalam sinetron Para Pencari Tuhan besutan Dedi Mizwar yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta selama bulan puasa lalu. Komentar orang kaya -diwakili oleh sosok Haji Jalal- itu cukup menggelitik, sejalan dengan sindiran yang sering kita dengar “orang miskin dilarang sakit”. Wach….terus kapling kaum papa ini ada dimana ya….girang ngga boleh, sakitpun juga tak boleh….apa dunia ini hanya milik orang “kaya” saja sich…egois amat, si amat saja tidak egois…...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa sih orang kaya yang notabene punya banyak kekayaan dan previledge dalam kehidupan ini? Kekayaan kalau dalam ilmu akuntansi yang penulis pelajari dibangku kuliah itu identik dengan aktiva baik yang lancar seperti uang maupun yang tidak lancar atau tetap seperti rumah dan tanah. Tulisan ini tidak akan sekedar membahas kekayaan dalam ilmu akuntansi, dan orang kaya yang hanya memiliki setumpuk kekayaan sebatas harta, tetapi kekayaan yang tidak lain dan tidak bukan adalah yang bersemayam didalam hati. Bingung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita bahas dengan contoh pelan-pelan. Pernah ketemu orang berlimpah materi, tetapi merasa kekurangan terus dan berusaha semakin keras untuk menumpuk materi? Pernah ketemu orang yang hidup pas-pasan tetapi senang bersedekah? Yach….contoh pertama adalah orang kaya secara materi tetapi miskin dalam hati, sedang contoh yang kedua miskin harta tetapi berlimpah kekayaan dihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ketemu wanita putih cantik, tetapi mengeluhkan hidungnya kurang mancung, perutnya tidak rata? Atau pernah ketemu wanita berkulit coklat, secara fisik tidak begitu menarik tetapi dia disapa dan dikerubuti banyak orang dan selalu mengumbar senyum? Contoh pertama adalah kaya tampilan fisik tetapi miskin rasa syukur, sedangkan contoh kedua miskin penampilan atau nilai fisik pas-pasan tetapi kaya rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak contoh yang bisa pembaca ambil dalam kehidupan ini. Bisa dikatakan bahwa kekayaan itu bersemayam dihati, tidak ada bedanya dengan rasa bahagia. Semakin sedikit rasa syukur terhadap nikmat yang dimiliki, sekecil apapun bentuknya, maka akan semakin miskin kehidupan kita, semakin “nggrangsang” kata orang jawa untuk menjelaskan orang yang tak pernah puas dan selalu rakus dalam menambah kekayaan. Pernah dengan atau baca “nikmat manakah yang telah engkau dustakan” juga yang ini “bila engkau bersyukur akan nikmat yang Aku berikan, maka akan aku tambah nikmatKu padamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begini, terus kenapa kita masih saja selalu merasa kekurangan….??? Jawabnya bukan karena tidak tahu atau tidak pernah dengar, bukan sama sekali….semua pasti pernah mendengar atau membacanya bahkan mungkin malah sudah mengajarkan/menyampaikan pada orang lain..tapi masalahnya, pemahamam itu sekedar berhenti di otak…sekedar menjadi pengetahuan atau bahasa kerennya “knowledge” belum menjadi ketrampilan atau “skill”….kita sudah tahu, tapi tidak pernah berusaha menerapkan, apalagi menjalankan secara konsisten, atau pernah menjalankan tapi berhenti atau gagal dalam menerapkan…dan atau atau yang lainnya….&lt;br /&gt;Ayo kita coba mulai menerapkan dari hal yang yang paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Berapa lama hari ini sudah access internet? Pernahkah terbayang diseberang ruang/rumah atau kantor anda, begitu banyak orang tidak mampu access internet, boro-boro internet mbak, komputer saja mungkin belum pernah pegang…..bersyukurlah anda mempunyai kenikmatan berupa kemudahan fasilitas yang masih tergolong mewah untuk sebagian penduduk di negeri kita tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang tadi dilahap saat makan siang? Coba bayangkan, saudara-saudara kita yang harus mengais sisa makanan di tempat sampah untuk bisa bertahan hidup, atau anak-anak yatim piatu dipantiasuhan yang harus menjalani puasa senin-kamis karena tidak banyak donator yang ikhlas berbagi kelebihan hartanya kepada mereka..bersyukurlah anda bisa makan dengan lahap sampai keringat menetes disekujur tubuh karena kepedasan…bisa juga anda bayangkan…berapa banyak orang yang tidak boleh makan apa yang disukainya karena penyakit yang diidapnya…. bersyukurlah anda masih diberi nikmat sehat,sehingga bisa melahap apapun makanan yang anda sukai dan sebagai ujud rasa syukur itu jagalah kesehatan anda, jangan dzalimi tubuh dengan memberi makanan sampah (junk food)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, ternyata kekayaan tidak selalu berarti harta, orang kaya tidak harus juga yang berlimpah harta, meski tidak bisa dipungkiri mbak Oprah Winfrey adalah wanita kaya dan sukses, dan selalu berbagi dalam setiap acaranya. Dia salah satu contoh hidup seorang spiritualis sejati...lho koq mlenceng dari bahas kekayaan nyebrang ke spiritualitas…yach…karena orang sering mengidentik kaya dengan harta dan spiritualitas dengan agama, mbak Oprah adalah sosok yang tepat untuk menggambarkan campuran keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo….kita mulai syukuri hal-hal kecil dalam hidup ini, saya yakin setelah itu anda akan sangat bahagia kemudian bisa lebih mensyukuri nikmat lebih besar, dan akhirnya anda akan merasa sebagai orang kaya, berlimpah rasa syukur dan wajah akan menampilkan aura cerah yang membuat anda tampil lebih muda. Insya Allah kalau ini terjadi secara konsisten, maka umur panjang dan sehat sampai umur 120 tahun- kata hendrawan nadesul- akan menjadi milik anda. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba ya……&lt;br /&gt;Kabari ya kalau anda berhasil, kalau masih sulit menerapkan boleh baca lagi artikel ini, kalau masih gagal juga boleh kirim email ke purwati_ning@yahoo.com.&lt;br /&gt;Semoga anda sukses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8045853676110756600?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8045853676110756600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8045853676110756600' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8045853676110756600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8045853676110756600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/01/apa-itu-kaya.html' title='apa itu kaya?'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYF3pAM9pJI/AAAAAAAAABA/QRQ2R9aGGzY/s72-c/ist2_1973631-money-bag-the-cartoon-toolbox-series.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-8956787058569337775</id><published>2009-01-27T14:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-28T08:04:18.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keputusan'/><title type='text'>dilema sebuah keputusan</title><content type='html'>Ketika sebuah keputusan diambil, pastilah tujuannya untuk kebaikan, prosesnyapun tentunya terlebih dahulu harus dimulai dengan melakukan identifikasi masalah yang dihadapi untuk menentukan alternatif keputusan yang harus diambil.&lt;br /&gt;Apabila salah dalam mengidentifikasi masalah, maka bisa dipastikan keputusan yang diambil pastilah tidak akan menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya yang sedang dihadapi. Begitupun keputusan yang diambil dalam perusahaan, pasti ditujukan untuk meningkatkan kinerja yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan stakeholder internal yang tidak lain adalah karyawan perusahaan sendiri. Namun bagaimana kalau keputusan itu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan "middle management" dengan harapan akan meningkatkan kinerja perusahaan. Apakah ini salah to?&lt;br /&gt;Saya tidak akan menjawabnya langsung tetapi akan mengemukakan sebuah contoh. Sebuah perusahaan memutuskan untuk meningkatkan gaji karyawan menjadi standard gaji yang tertinggi untuk perusahaan sejenis dengan harapan kinerja karyawan akan meningkat melebihi biaya yang timbul akibat keputusan ini. Alih-alih kinerja perusahaan meningkat lebih besar, perusahaan ini malah kesulitan meningkatkan kinerja karena beban SDM yang sangat berat, sehingga terpaksa pada periode kepemimpinan direksi berikutnya dilakukan "penyesuaian" -pinjam istilah yang sering digunakan pemerintah orde baru- gaji karyawan, yaitu "take home pay" berfluktuasi dengan kinerja karyawan yang bersangkutan. Yach....pasti keputusan yang tidak populis ini pada awalnya menuai pro dan kontra serta sempat membuat demotivasi karyawan.&lt;br /&gt;Ada pendapat yang menyatakan bahwa meningkatkan gaji beserta segala tunjangan dan insentif yang melekat didalamnya tidak secara otomatis meningkatkan kinerja. Kalau dipikir lebih dalam memang ada benarnya juga pendapat ini. Mestinya dilihat dulu, dimanakah level kebutuhan karyawan, tentu saja setelah dilakukan indentifikasi masalah dan ketemunya masalah SDM lho.&lt;br /&gt;Bila ketemu bahwa ternyata level kebutuhan karyawan ada dikebutuhan dasar (menurut teori Maslow), maka meningkatkan gaji adalah salah satu solusi yang tepat, namun apabila ketemu level kebutuhan karyawan ada pada tingkat tertinggi yaitu aktualisasi diri, maka meningkatkan gaji bukanlah menjadi solusi yang tepat, karena yang dibutuhkan karyawan adalah unjuk kinerja. Pada level ini, menurut Ki Ageng Suryomentaram, tataran karyawannya sudah bermukim jiwa yang sehat, dimana raga, hati dan pikiran sudah mau menerima raja kejiwaan yang bersemboyan "Tidak enak, kecuali mengenakkan orang lain". Keadaan dimana raja semat, drajat dan kramat yang mengutamakan kekayaan, kedudukan dan kekuasaan telah menjadi tawanan raja kejiwaan. Karyawan yang berjiwa sehat ini akan mengutamakan peningkatan kinerja perusahaan diatas kesejahteraan pribadi, segala tindak dan perilakunya ditujukan untuk kelestarian perusahaan (going concern). Mereka tidak akan bahagia bila menerima peningkatan take home pay sementara perusahaan  sedang terengah-engah.&lt;br /&gt;Tapi......bagaimana kalau kenyataan yang dihadapi mayoritas karyawan belum pada tataran tertinggi (aktualisasi diri), masa depan bisnis lumayan "struggle" dan "tuntutan" karyawan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan tinggi? Sungguh...sebuah dilema dihadapi "pengambil keputusan" yang bertanggungjawab terhadap kelangsungan perusahaan....jawaban seorang kolega saat saya ajukan pertanyaan ini adalah.....coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang....wach puitis juga ya?&lt;br /&gt;Yach.....mudah kita menjawab dengan mengemukakan segudang teori, tetapi sulit dalam implementasinya, dibutuhkan "kearifan" berorganisasi.&lt;br /&gt;Bagaimana pula reaksi atas keputusan ini, tentunya juga beragam, ya khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: \&lt;br /&gt;tulisan ini terinspirasi oleh kegundahan seorang "teman" atas sebuah keputusan.&lt;br /&gt;keputusan yang mebuat saya mengelus dada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-8956787058569337775?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/8956787058569337775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=8956787058569337775' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8956787058569337775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/8956787058569337775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/01/dilema-sebuah-keputusan.html' title='dilema sebuah keputusan'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-3871656328421408416</id><published>2009-01-27T13:20:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T14:08:00.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BSC'/><title type='text'>apa sich balanced scorecard itu?</title><content type='html'>pernah dengar Balanced Scorecard atau biasa disingkat BSC? Ya, Balanced Scorecard yang dikenalkan oleh Norton dan Kaplan didefinisikan sebagai satu sistem manajemen kinerja yang memonitor kinerja operasi perusahaan saat ini dan sebagai penggerak (drivers) untuk keberhasilan masa depan. Balanced Scorecard harus berisi "prioritized balanced set of objectives and measures" antara tujuan jangka panjang dan pendek, antara ukuran keuangan dan non keuangan, antara masa lalu dan masa depan dan persepsi lainnya.&lt;br /&gt;Kenapa Balanced Scorecard yang ngetop dinegeri om Obama ini bisa ngetop di Indonesia tercinta? Menurut pandangan saya, ukuran kinerja yang diusung om Kaplan dan Norton ini memberi seteguk air disaat dahaga perusahaan terhadap ukuran kinerja diluar keuangan. Sekian abad berlalu, perusahaan-perusahaan kita dicekoki ukuran kinerja adalah keuangan semata, bukannya kinerja keuangan atau finansial ini tidak penting, bahkan sangat penting, tetapi perlu ukuran "pendamping" agar selaras.&lt;br /&gt;Balanced Scorecard mengukur kinerja dari 4 dimensi yaitu finansial, pelanggan, proses internal dan pembelajaran&amp;amp;pertumbuhan. Ukuran kinerja Balanced Scorecard dapat digunakan untuk membumikan strategi perusahaan yang lebih banyak hanya dipahami oleh jajaran manajemen, sedangkan dengan BSC strategi dibuatkan "measurement"yang jelas sampai dengan tingkat individu/karyawan perusahaan, dengan kata lain "mau tidak mau" karyawan akan bekerja untuk mencapai kinerja tertinggi sesuai ukuran yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;Meski BSC ini bukan barang baru, tetapi di Indonesia baru marak dalam 10tahun terakhir sehingga dalam penerapannya, masih banyak ditemui kendala yang menyebabkan kegagalan. Penyebab kegagalan ini selain karena "ukuran" baru juga disebabkan antara lain oleh karena mayoritas perusahaan Indonesia lebih bertumpu pada "sinten" (orang) daripada "sistem", motivasi dan kompetensi SDM belum merata dan masih banyak yang belum memiliki standard operating procedures (SOP) yang lengkap.&lt;br /&gt;BSC sebenarnya bukan satu-satunya ukuran kinerja yang tidak hanya bertumpu pada kinerja keuangan tetapi pada penekanan operasional diantaranya six sigma, malcolm balridge serta bussiness process reengineering atau lebih dikenal dengan singkatan BPR.&lt;br /&gt;Semoga tulisasn pendek ini sedikit menambah wawasan yang berguna. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-3871656328421408416?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/3871656328421408416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=3871656328421408416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3871656328421408416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/3871656328421408416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/01/apa-sich-balanced-scorecard-itu.html' title='apa sich balanced scorecard itu?'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-6748046850733916964</id><published>2009-01-13T10:54:00.000+07:00</published><updated>2009-01-29T16:26:28.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerbau'/><title type='text'>2009 - tahun kerbau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYF1mUrNMAI/AAAAAAAAAA4/VE4PY2WAB8o/s1600-h/kerbau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 228px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYF1mUrNMAI/AAAAAAAAAA4/VE4PY2WAB8o/s320/kerbau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296643938009821186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Entah kenapa kerbau dipilih sebagai lambang dalam kalender cina, binatang satu ini terkenal pemalas dan diidentikkan bodoh, sehingga sering terdengar ungkapan "semalas kerbau" ataupun "sebodoh kerbau" atau keadaan yang menunjukkan keadaan terbalik "kerbau nusu gudel" alias kerbau menyusu anak kerbau, yang menunjukkan orang tua berguru pada yang lebih muda.&lt;br /&gt;Menurut kalender cina, tahun kerbau akan dimulai tanggal 26 januari 2009 dan akan berakhir pada tanggal 13 februari 2010, meskipun ada yang menyebutkan bahwa pergantian tahun baru akan terjadi pada 2 februari 2009 jam 1 dinihari...biarlah masalah ini tak perlu diperdebatkan.&lt;br /&gt;Pada tahun kerbau (1889) Adolf Hitler lahir kedunia dan di tahun kerbau (1997) krisis moneter melanda Indonesia. Semoga tahun kerbau (2009) kali ini, kita tidak perlu mengulang krisis moneter jilid 2, meski krisis keuangan global sudah merebak sejak tahun 2008 lalu akibat kasus subprime mortgage di negeri om Barack Obama yang akan secara res mi berkuasa pada tanggal 20 januari 2009 nanti.&lt;br /&gt;Kerbau yang digunakan pak tani untuk membajak sawah mempunyai tenaga yang kuat, disiplin, dan pekerja keras, namun bila sudah masuk kandang, pemalasnya puollll.&lt;br /&gt;Beberapa pengamat ekonomi meramalkan, ekonomi tahun 2009 menuntut orang-orang untuk bekerja keras mengingat krisis ekonomi belum akan berakhir sampi dengan akhir tahun 2009. Pemerhati, kalau tidak boleh dibilang peramal berdasar shiopun juga mempunyai ramalan yang tidak selalu sama, satu peramal mengatakan tahun 2009 ini merupakan tahun kerbau tanah, namun peramal yang lain mengatakan tahun 2009 ini merupakan tahun kerbau api yang panas, meskipun punya dasar masing-masing untuk mengklaim ramalannya yang paling top, tetapi ada kesamaaan di ke duanya yaitu bisnis bidang keuangan masih berat di tahun 2009, baik yang berkiprah di saham, perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.&lt;br /&gt;Bisnis tekstil dan sepatu masih menghadapi permasalahan besar d tahun 2009 ini, mengingat negara pengimpor ke dua produk ini masih sibuk membenahi perekonomiannya sendiri.&lt;br /&gt;Bisnis perkebunan akan menggeliat bangkit meski akan tergantung pada goyangannya harga minyak dan dollarnya om Barack, begitu juga emas kuning yang tetap berkilau walau sesuram apapun dunia ini kelihatannya.&lt;br /&gt;Perlu dicermati dan diresp0n dengan hati-hati adalah tindakan orang-orang dibawah shio ular dan kuda yang memiliki kecenderungan melancarkan siasat-siasat yang bersifat menyerang, bisa dalam artian positif (untuk kemashlahatan umat) ataupun negatif (untuk kepentingan pribadi maupu kelompok)...mungkin ini juga berarti akan kembali berjayanya tim pacu mobil  yang berlogo kuda jingkrak yang sempat melorot setelah pensiunnya om schumi, panggilan akrab michael schumaker...ech tulisannya betul nggak sich....&lt;br /&gt;Ataukah akan berjayanya kembali produk "polo" dengan kudanya?&lt;br /&gt;Bagaimana dengan ramalan terhadap nama perusahaan atau nama orang yang menggunakan nama kuda ya? Koq tidak ada satu peramalpun yang mengeluarkan ramalannya...kalau gini terserah pembaca yang meramalkannya dech....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-6748046850733916964?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/6748046850733916964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=6748046850733916964' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6748046850733916964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/6748046850733916964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/01/2009-tahun-kerbau.html' title='2009 - tahun kerbau'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYF1mUrNMAI/AAAAAAAAAA4/VE4PY2WAB8o/s72-c/kerbau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-538286586632907411</id><published>2009-01-13T08:18:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T10:03:12.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghasilan'/><title type='text'>Meningkatkan Penghasilan</title><content type='html'>MENINGKATKAN PENGHASILAN DI MASA KRISIS TAHUN 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari gene meningkatkan penghasilan...mimpi kaleee....kira-kira begitulah komentar langsung mencuat berhamburan saat membaca judul artikel kali ini, why not?&lt;br /&gt;Ingat tahun kerbau, tahun kerja keras dan disiplin atau malas total. Kalau anda penganut yang pertama maka jawabannya "pasti bisa", tapi kalau anda penganut yang kedua, so pasti jawabannya "mana mungkin", "sulit itu" dan yang sejenisnya.&lt;br /&gt;Kita tahu tahun 2009 negeri tercinta kita ini punya 2 hajatan besar, yaitu pemuli untuk pemilihan umum legislatif dan pilpres untuk memilih presiden. Nach menurut perhitungan pengamat ekonomi uang yang beredar pada 2 hajatan ini mencapai 10 trilliun....wooouuuww....besar amat.&lt;br /&gt;Ya, dan itu adalah kue yang manis untuk dimakan.&lt;br /&gt;Kira-kira peluang apa saja yang bisa anda manfaatkan pada hajatan ini?&lt;br /&gt;Apabila anda punya networking denga KPU, tidak tertutup kemungkinan anda menambah pundi-pundi uang bisnis anda dari orderan beberapa perlengkapan dan peralatan pemilu sejak dari kertas, tinta sampai dengan kotak pemilu.&lt;br /&gt;Wach..itu khan hanya untuk yang punya networking kuat dengan KPU, bagaimana dengan kami-kami yang tidak punya networking dengan KPU dan tinggal didaerah, itu pertanyaan anda berikutnya.&lt;br /&gt;Tidak masalah, hitung jumlah partai peserta pemilu kali ini, semua partai butuh alat kampanye dari pernik-pernik yang kecil seperti pin, stiker, pena, sampai urusan kaos, topi dan jaket seragam partai. Bahkan ada beberapa partai yang memberikan fasilitas transportasi berupa kendaraan bermotor roda 2 bagi kader andalan, atau bahkan mobil untuk kepentingan mobilitas panitia.&lt;br /&gt;So...tinggal seberapa jeli anda melihat dan mencari celah yang bisa dimasuki.&lt;br /&gt;Fenomena perbankan dunia yang beramai-ramai menurunkan bunga acuan, juga diikuti oleh petinggi keuangan negeri ini dengan menurunkan BI rate dari 9,5% menjadi 9,25% desember 2008 yang baru lalu dan tidak tertutup kemungkinan masih akan turun sampai level 8%. Ini berarti sektor riil akan bergerak kembali setelah sempat berhenti kekurangan dana. Anda mau memilih sektor yang membutuhkan dana besar seperti properti atau usaha-usaha rumahan yang banyak ragam dan jenisnya.&lt;br /&gt;Bagi yang berduit dengan jaringan yang kuat, ini saatnya untuk ber "carry trade".&lt;br /&gt;Pinjamlah dari negeri sakura Jepang denga tingkat bunga yang cuma 1% lalu tanamkan di negeri tercinta denga bunga 10%, anda dapat spread 9%, manis khan? atau anda juga bisa menginvestasikannya di negeri kiwi Selandia Baru, atau neger kangguru Australia yang masing mempunyai bunga lumayan tinggi.&lt;br /&gt;Nach...ada saja khan celah yang bisa digarap untuk meningkatkan penghasilan di era krisis ekonomi tahun 2009 ini.&lt;br /&gt;Mau jadi penusaha atau mau jadi investor?&lt;br /&gt;So...tunggu apalagi...ayo kita tingkatkan penghasilan kita dengan memanfaatkan kesempatan yang telah terbuka didepan kita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-538286586632907411?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/538286586632907411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=538286586632907411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/538286586632907411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/538286586632907411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/01/meningkatkan-penghasilan.html' title='Meningkatkan Penghasilan'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-7800512542929001069</id><published>2009-01-08T08:12:00.000+07:00</published><updated>2009-01-08T09:06:04.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ORI'/><title type='text'>ORI bangkit di 2009</title><content type='html'>sebegitu peningnya kepala memikirkan kondisi ekonomi yang carut marut di bawah kepresidenan SBY ini.....seorang pria sambil garuk-garuk kepala bilang...Oooo Republik Indonesia riwayatmu kini....ORI yang akan dibahas ini bukan ORInya si bapak yang garuk-garuk kepala tersebut, tetapi ORI yang dimaksud adalah Obligasi Negara Ritel, surat utang negara.&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu ORI menjadi incaran investor untuk menanamkan modalnya, orang berlomba antri untuk membeli ORI, kini keadaan berubah, seiring bunga pinjaman yang makin tinggi, karena BI rate yang menjadi acuan meningkat, maka orang tidak tertarik lagi membeli ORI.&lt;br /&gt;Ya, bisnis ORI berbanding terbalik dengan peningkatan suku bunga, jika suku bunga turun maka harga obligasi naik begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Akhir tahun 2008, BI memangkas BI rate menjadi 9,25% dan masih akan menurunkan BI ratenya seiring dengan trend penurunan bunga di seantero dunia.  Selang seminggu setelah BI menurunkan BI rate, pasar ORI mulai menggeliat bangkit, bahkan ORI 001 harganya melebihi nilai par-nya, meski hanya tipis sekali, tetapi ini merupakan sinyal positif bagi pasar ORI.&lt;br /&gt;Pemerintah berencana tahun 2009 ini mengeluarkan 2 ORI baru bahkan bulan depan (februari) akan mengeluarkan ORI syariah yang pertama kali.&lt;br /&gt;Bila ingin terjun ke kancah obligasi, pantau perkembangan BI rate, dan perhatikan bunga (kupon) yang ditawarkan serta waktu penerbitan, dan jangan tergesa-gesa dilepas sebelum jatuh tempo istilah kerennya (hold to maturity), kalau tidak mau melepas legitnya ORI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-7800512542929001069?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/7800512542929001069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=7800512542929001069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7800512542929001069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/7800512542929001069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/01/ori-bangkit-di-2009.html' title='ORI bangkit di 2009'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-97861645473209997</id><published>2009-01-07T13:56:00.000+07:00</published><updated>2009-01-07T14:29:53.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='carry trade'/><title type='text'>prospek carry trade di tahun 2009</title><content type='html'>krisis ekonomi global masih belum akan berakhir sampai dengan tahun 2009 ini, ekonomi dunia masih penuh dengan tekanan, meski BI dan menurunkan BI rate menjadi 9,25% bahkan bahkan Bank Sentral AS (The Federal Reserve yang sering disebut The Fed) telah memangkas bunga acuannya sebesar 4% menjadi 0,25%, tidak mau kalah dengan The Fed maka European Central Bank (ECB) memangkas bunganya sebesar 2,75% menjadi 2,5%.&lt;br /&gt;penurunan suku bunga yang cukup signifikan ini mengundang mata para kaum berkantong tebal yang sekarang keren dengan sebutan golongan wealthy bahkan ultra nerworth individual  memanfaatkan momen untuk mengambil untung. Mereka memanfaatkan negara dengan bunga rendah untuk mengambil pinjaman dan disimpan atau di investasikan pada negara yang bunganya tinggi, praktek inilah yang sikenal dengan sebutan CARRY TRADE.&lt;br /&gt;Negara-negara berkembang yang mayoritas mempunyai volatilitas mata uang tinggi, menjadi incaran para kaum berdiut ini. Disamping mata uang negara berkembang seperti Indonesia, maka mata uang negara penghasil komoditas seperti Australia dan Selandia Baru juga menarik. Saat komoditas melejit maka mata uang dua negara ini ikut menguat, bahkan tahun 2008 si kiwi nama tenar dolas Selandia Baru menguat dengan rekor tertinggi terhadap dolar AS.&lt;br /&gt;Nach, apabila anda punya cukup duit, manfaatkan moment ini, bisa dengan mengambil pinjaman dari Jepang dengan  bunga 0,1% dan tanamkan ke Australia yang diprediksi akan menguat hingga 12% terhadap dolar AS, atau bisa juga mengambil pinjaman ke Korea (KRW) dengan bunga 3% dan ditanamkan di Indonesia dengan bunga 9,25%. Itu dua alternatif yang bisa dipilih, masih banyak alternatif pilihan untuk carry trade yang cukup membutan air liur menetes.&lt;br /&gt;perlu dipertimbangkan analisis Samsung Securities, Kim Seong-bong yang mengatakan bahwa likuiditas AS menuntut bank sentral mencetak uang untuk menyeamatkan perekonomiannya, dengan kata lain kondisi ini akan membuat mata uang yang selama ini melemah terhadap dolar akan berbalik menguat.&lt;br /&gt;Nach...selamat menikmati manisnya permainan carry trade, bila berhasil, jangan lupa berbagi pengalaman disini ya.....&lt;br /&gt;salam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4989733350159259780-97861645473209997?l=purwati-ningyogya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/feeds/97861645473209997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4989733350159259780&amp;postID=97861645473209997' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/97861645473209997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4989733350159259780/posts/default/97861645473209997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://purwati-ningyogya.blogspot.com/2009/01/prospek-carry-trade-di-tahun-2009.html' title='prospek carry trade di tahun 2009'/><author><name>purwati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18048696026918793638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/STSI3b8zYVI/AAAAAAAAAAU/zRICHNRfQc8/S220/New+Image0.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4989733350159259780.post-1672136859005249712</id><published>2009-01-07T13:07:00.003+07:00</published><updated>2009-01-30T09:11:04.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekayaan'/><title type='text'>CARA MUDAH MENINGKATKAN KEKAYAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYJhp_8EETI/AAAAAAAAABQ/rPqCR8O2QT0/s1600-h/adf-cartoon-money-bag1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_y2nfXKEkpvE/SYJhp_8EETI/AAAAAAAAABQ/rPqCR8O2QT0/s320/adf-cartoon-money-bag1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296903485907013938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bang bing bung yuk kita ke bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bing bung yuk kita nabung….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah petikan lagu gubahan nenek cantik Titik Puspa, yang sudah sadar pentingnya menabung secara modern, bukan dengan cara tradisionil seperti nenek-nenek kita dahulu, disimpan di bawah bantal, atau dimasukkan “celengan jago”nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mana yang anda pilih untuk menabung uang anda? Di bawah bantal, di “celengan jago” atau di bank?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang anda pilih, sudah merupakan pilihan budaya (gaya) hidup yang tepat, berarti anda sudah menerapkan manajemen keuangan. Anda sudah “melek financial” sekarang saatnya meningkatkan kemampuan financial anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini saya tulis untuk mengajak anda menerapkan cara lain mengelola duit di bank untuk mendapat hasil lebih. Cara yang penulis sampaikan berdasarkan pengalaman yang terjadi 3 bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, penulis tergesa-gesar untuk mengambil uang di salah satu bank pemerintah untuk melakukan pembayaran, dalam ketergesaan itu, pandangan mata sempat tertegun melihat bunga yang tertulis dibuku tabungan yang tidak seberapa, Rp. 1.000,00 per Rp. 1.000.000,00 uang yang disimpan. Otak tergerak untuk mencari tahu bunga ditempat lain. Setelah melakukan riset kecil-kecilan ditemukanlah bahwa pada saat yang sama, deposito di sebuah bank pasar memperoleh bunga Rp. 13.000,00 per Rp. 1.000.000,00 untuk jangka waktu 1 tahun. Tanpa menunggu waktu lama, rekening langsung ditutup dan dipindahkan ke deposito tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat, hanya dengan membandingkan tingkat bunga tabungan bank pemerintah dengan bunga deposito bank pasar, didapat pelipat gandaan hasil…13 kali per bulan…bisnis apakah yang tidak perlu susah payah dapat memberikan hasil 13x per bulan? 
