Selasa, 27 Januari 2009

apa sich balanced scorecard itu?

pernah dengar Balanced Scorecard atau biasa disingkat BSC? Ya, Balanced Scorecard yang dikenalkan oleh Norton dan Kaplan didefinisikan sebagai satu sistem manajemen kinerja yang memonitor kinerja operasi perusahaan saat ini dan sebagai penggerak (drivers) untuk keberhasilan masa depan. Balanced Scorecard harus berisi "prioritized balanced set of objectives and measures" antara tujuan jangka panjang dan pendek, antara ukuran keuangan dan non keuangan, antara masa lalu dan masa depan dan persepsi lainnya.
Kenapa Balanced Scorecard yang ngetop dinegeri om Obama ini bisa ngetop di Indonesia tercinta? Menurut pandangan saya, ukuran kinerja yang diusung om Kaplan dan Norton ini memberi seteguk air disaat dahaga perusahaan terhadap ukuran kinerja diluar keuangan. Sekian abad berlalu, perusahaan-perusahaan kita dicekoki ukuran kinerja adalah keuangan semata, bukannya kinerja keuangan atau finansial ini tidak penting, bahkan sangat penting, tetapi perlu ukuran "pendamping" agar selaras.

Selasa, 13 Januari 2009

2009 - tahun kerbau


Entah kenapa kerbau dipilih sebagai lambang dalam kalender cina, binatang satu ini terkenal pemalas dan diidentikkan bodoh, sehingga sering terdengar ungkapan "semalas kerbau" ataupun "sebodoh kerbau" atau keadaan yang menunjukkan keadaan terbalik "kerbau nusu gudel" alias kerbau menyusu anak kerbau, yang menunjukkan orang tua berguru pada yang lebih muda.

Menurut kalender cina, tahun kerbau akan dimulai tanggal 26 januari 2009 dan akan berakhir pada tanggal 13 februari 2010, meskipun ada yang menyebutkan bahwa pergantian tahun baru akan terjadi pada 2 februari 2009 jam 1 dinihari...biarlah masalah ini tak perlu diperdebatkan.
Pada tahun kerbau (1889) Adolf Hitler lahir kedunia dan di tahun kerbau (1997) krisis moneter melanda Indonesia. Semoga tahun kerbau (2009) kali ini, kita tidak perlu mengulang krisis moneter jilid 2, meski krisis keuangan global sudah merebak sejak tahun 2008 lalu akibat kasus subprime mortgage di negeri om Barack Obama yang akan secara res mi berkuasa pada tanggal 20 januari 2009 nanti.
Kerbau yang digunakan pak tani untuk membajak sawah mempunyai tenaga yang kuat, disiplin, dan pekerja keras, namun bila sudah masuk kandang, pemalasnya puollll.

Meningkatkan Penghasilan

MENINGKATKAN PENGHASILAN DI MASA KRISIS TAHUN 2009

Hari gene meningkatkan penghasilan...mimpi kaleee....kira-kira begitulah komentar langsung mencuat berhamburan saat membaca judul artikel kali ini, why not?
Ingat tahun kerbau, tahun kerja keras dan disiplin atau malas total. Kalau anda penganut yang pertama maka jawabannya "pasti bisa", tapi kalau anda penganut yang kedua, so pasti jawabannya "mana mungkin", "sulit itu" dan yang sejenisnya.

Kita tahu tahun 2009 negeri tercinta kita ini punya 2 hajatan besar, yaitu pemuli untuk pemilihan umum legislatif dan pilpres untuk memilih presiden. Nach menurut perhitungan pengamat ekonomi uang yang beredar pada 2 hajatan ini mencapai 10 trilliun....wooouuuww....besar amat.
Ya, dan itu adalah kue yang manis untuk dimakan.

Kamis, 08 Januari 2009

ORI bangkit di 2009

sebegitu peningnya kepala memikirkan kondisi ekonomi yang carut marut di bawah kepresidenan SBY ini.....seorang pria sambil garuk-garuk kepala bilang...Oooo Republik Indonesia riwayatmu kini....ORI yang akan dibahas ini bukan ORInya si bapak yang garuk-garuk kepala tersebut, tetapi ORI yang dimaksud adalah Obligasi Negara Ritel, surat utang negara.
Beberapa tahun lalu ORI menjadi incaran investor untuk menanamkan modalnya, orang berlomba antri untuk membeli ORI, kini keadaan berubah, seiring bunga pinjaman yang makin tinggi, karena BI rate yang menjadi acuan meningkat, maka orang tidak tertarik lagi membeli ORI.
Ya, bisnis ORI berbanding terbalik dengan peningkatan suku bunga, jika suku bunga turun maka harga obligasi naik begitu juga sebaliknya.
Akhir tahun 2008, BI memangkas BI rate menjadi 9,25% dan masih akan menurunkan BI ratenya seiring dengan trend penurunan bunga di seantero dunia. Selang seminggu setelah BI menurunkan BI rate, pasar ORI mulai menggeliat bangkit, bahkan ORI 001 harganya melebihi nilai par-nya, meski hanya tipis sekali, tetapi ini merupakan sinyal positif bagi pasar ORI.
Pemerintah berencana tahun 2009 ini mengeluarkan 2 ORI baru bahkan bulan depan (februari) akan mengeluarkan ORI syariah yang pertama kali.
Bila ingin terjun ke kancah obligasi, pantau perkembangan BI rate, dan perhatikan bunga (kupon) yang ditawarkan serta waktu penerbitan, dan jangan tergesa-gesa dilepas sebelum jatuh tempo istilah kerennya (hold to maturity), kalau tidak mau melepas legitnya ORI.

Rabu, 07 Januari 2009

prospek carry trade di tahun 2009

krisis ekonomi global masih belum akan berakhir sampai dengan tahun 2009 ini, ekonomi dunia masih penuh dengan tekanan, meski BI dan menurunkan BI rate menjadi 9,25% bahkan bahkan Bank Sentral AS (The Federal Reserve yang sering disebut The Fed) telah memangkas bunga acuannya sebesar 4% menjadi 0,25%, tidak mau kalah dengan The Fed maka European Central Bank (ECB) memangkas bunganya sebesar 2,75% menjadi 2,5%.

penurunan suku bunga yang cukup signifikan ini mengundang mata para kaum berkantong tebal yang sekarang keren dengan sebutan golongan wealthy bahkan ultra nerworth individual memanfaatkan momen untuk mengambil untung. Mereka memanfaatkan negara dengan bunga rendah untuk mengambil pinjaman dan disimpan atau di investasikan pada negara yang bunganya tinggi, praktek inilah yang sikenal dengan sebutan CARRY TRADE.