Tampilkan postingan dengan label alokasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alokasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2013

Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 3)


Pada tulisan lalu kita telah sebutkan 4 prinsip investasi yaitu:
• Return and risk
• Time horizon
• Concentration and diversification
• Market timing and volatility

Orang yang berani mengambil risiko (risk seeker) akan berinvestasi pada return yang paling besar meski risiko yang dihadapi juga paling tinggi dengan bermain saham, sedang orang yang konservatif (risk averter) akan memilih investasi yang paling aman dari pasar uang seperti deposito, biarlah mendapat return yang kecil yang penting hartanya aman. Sedang berada ditengah (moderate) akan mengambil reksadana, meski tidak mendapat return yang tertinggi tetapi risiko masih lebih kecil karena dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dibanding harus bermain saham sendiri. Setiap orang perlu belajar mengenal risk appetite masing-masing, sehingga dapat dengan lebih mudah menentukan jenis investasi yang hendak diambil.

Rabu, 30 Juni 2010

Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 3)


Pada tulisan lalu kita telah sebutkan 4 prinsip investasi yaitu:
• Return and risk
• Time horizon
• Concentration and diversification
• Market timing and volatility

Orang yang berani mengambil risiko (risk seeker) akan berinvestasi pada return yang paling besar meski risiko yang dihadapi juga paling tinggi dengan bermain saham, sedang orang yang konservatif (risk averter) akan memilih investasi yang paling aman dari pasar uang seperti deposito, biarlah mendapat return yang kecil yang penting hartanya aman. Sedang berada ditengah (moderate) akan mengambil reksadana, meski tidak mendapat return yang tertinggi tetapi risiko masih lebih kecil karena dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dibanding harus bermain saham sendiri. Setiap orang perlu belajar mengenal risk appetite masing-masing, sehingga dapat dengan lebih mudah menentukan jenis investasi yang hendak diambil.

Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 2)


Apa sich faktor risiko yang ada. Ada banyak faktor, tapi tulisan ini hanya akan fokus pada faktor alokasi aset yang sudah diawali pembahasannya pada tulisan 1.
Kita perlu mencermati hasil penelitian yang dilakukan oleh Boston Consulting Group. Sejak Januari 2000, kelompok milioner dunia telah kehilangan 5,3 triliun dollar AS sebagai akibat pasar keuangan dunia yang cenderung menurun. Jumlah yang tidak sedikit, bahkan pendapatan/ Revenue dari wealth management telah terjun bebas sejak tahun 1999 sampai sebesar 14 persen.

Dikemukakan lebih lanjut bahwa permintaan yang terus meningkat terhadap wealth manager untuk segera melakukan revisi mengenai strategi investasi mereka di pasar-pasar mapan di Eropa dan Amerika Utara (GARP Risk Review, September/Oktober 2003).

Apakah artinya hal tersebut? Sebagai investor (berapapun besarnya uang yang Anda investasikan Anda layak bergelar investor), kita perlu lebih berhati-hati dalam melakukan investasi. Kalau para milioner yang kekayaannya dikelola oleh manajer investasi -sekarang merebak jabatan wealth manager- yang tangguh saja kehilangan kekayaannya akibat pasar keuangan dunia yang cenderung menurun apalagi kita yang sampai sekarang masih belajar berinvestasi.

Ada banyak factor yang menyebabkan seseorang sukses atau gagal dalam berinvestasi. Salah satu factor yang akan kita bahas dalam artikel kali ini adalah strategi atau cara mengalokasikan asset investasi. Faktor alokasi asset ini merupakan factor yang paling menentukan dalam kesuksesan berinvestasi.

Ambil contoh, Anda dan dua teman Anda mempunyai uang masing-masing Rp 100 juta. Lalu Anda bertiga mulai melakukan investasi. Teman Anda A menginvestasikan uangnya pada tanah, B dan Anda tidak menempatkan telur pada satu keranjang yang sama (Don’t put all eggs in one) yaitu menginvestasikan pada saham, obligasi dan reksadana.

Apakah hasilnya akan sama? Tentu saja berbeda, bahkan Anda dan B juga berbeda karena meskipun sama-sama melakukan investasi disaham, obligasi dan reksadana tetapi pilihan jenis saham, obligasi dan reksadananya berbeda.

Perbedaan jenis akan mempengaruhi return/hasil yang didapat. Diversifikasi merupakan pilar pertama dalam wealth management, melindungi dan menjaga kekayaan, yang dilakukan dengan diversifikasi, asuransi dan hedging.

Prinsip Investasi
Dalam berinvestasi ada 4 prinsip yang harus dipegang, yaitu:
• Return and risk
• Time horizon
• Concentration and diversification
• Market timing and volatility

Tulisan mendatang akan kita urai satu demi satu

Pentingnya Alokasi Aset (tulisan 1)


Saya akan tampilkan tulisan Pentingnya Alokasi Aset secara berseri, tulisan ini dipicu kejadian dialami seorang pengusaha muda yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta di negeri ini. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan [elajaran kita semua.
Papa apa sich pekerjaanmu? Kalau kau kerja mana uangnya? Tanya sang istri berturutan
Ma, papa mau jawab, tapi jangan ceraikan aku ya? Pinta sang suami
Emang kenapa sich, ada wanita lain? Balik Tanya sang istri
Bukan, dulu kertas-kertas saham yang kumiliki nilainya sangat besar, tapi sekarang kertas itu tidak ada harganya lagi, tidak lebih dari harga kertas tisu. Jelas sang suami

Itu cuplikan kisah yang Sandiaga Uno, Ketua HIPMI dan Ketua Kadin yang sempat ditayangkan di TV one, sempat bangkrut saat krisis global melanda Indonesia sejak akhir tahun 2007 lalu.

Sebuah ilustrasi yang sangat tepat untuk menggambarkan kegagalan investasi atau bisa dikatakan juga sebagai risiko atau kerugian yang harus ditanggung akibat investasi yang diempatkan pada satu jenis pilihan. Hal ini banyak terjadi di masyarakat, karena kecenderungan menginginkan memiliki investasi yang mempunyai imbal hasil tertinggi dengan mengabaikan factor risiko.

Ada banyak factor yang menyebabkan seseorang sukses atau gagal dalam berinvestasi. Salah satu factor yang akan kita bahas dalam artikel kali ini adalah strategi atau cara mengalokasikan asset investasi. Faktor alokasi asset ini merupakan factor yang paling menentukan dalam kesuksesan berinvestasi.