Senin, 16 Februari 2009

Manajemen Keuangan Rumah Tangga


Dan janganlah kamu berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih lebihan (QS. Al-An’aam 141)
Karena itu, kita harus merasa puas tanpa uang, bilamana kita mempunyai cukup makanan dan pakaian. (I Timotius 6:8, FAYH) (Firman Allah Yang Hidup)
Bulan puasa tahun lalau saya diminta untuk menyampaikan materi manajemen keuangan untuk tenaga pengajar, entah karena materinya menarik atau karena banyak orang stress akibat sulitnya mengatur keuangan yang mepet, sehingga 2 bulan kemudian saya diminta menyampaikan manajemen keuangan untuk karyawati. Berdasar 2 pengalaman tersebut saya tergelitik untuk menulis materi manajemen keuangan rumah tangga.

Prinsip dasar manajemen keuangan rumah tangga adalah pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan. Seperti halnya manajemen keuangan dunia usaha bahwa pendapatan (penerimaan) harus lebih besar dari biaya (pengeluaran), bila tidak maka perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan atau bahkan akan merugi.

Dalam kehidupan rumah tangga tidak ada istilah untung atau rugi dalam pengelolaan keuangannya, tetapi lebih kepada bisa menabung atau harus berhutang untuk membiayai hidup dari pendapatan yang dimiliki.Sehingga yang paling penting adalah, bagaimana anda mengatur pengeluaran agar tidak melebihi penerimaan, dan syukur-syukur bisa menabung dan melakukan investasi. Karena sumber utama dari masalah semua manajemen keuangan rumah tangga adalah DEFISIT. Apabila defisit terjadi, kehidupan rumah tangga yang tenang akan terusik bahkan akan menuai pertengkaran.

Di Amerika, kebanyakan defisit keuangan rumah tangga disebabkan karena kemudahan untuk memiliki kartu kredit. Oprah Winfrey sampai membahas masalah ini lebih dari sekali, dan saya kira masalah ini akan semakin banyak menimpa rumah tangga diseantero jagat akibat krisis keuangan global yang dimulai tahun lalu dan sudah mengakibatkan beberapa perusahaan melakukan rasionalisasi. Alih-alih mengatur manajemen keuangan rumah tangga, yang mereka harus segera lakukan adalah bagaimana membelanjakan pesangon untuk dapat melanjutkan kehidupan tanpa harus kehilangan rasa bahagia.

Saya tidak akan membahas mengatasi defisit akibat pemakaian kartu kredit melebihi batas, tetapi lebih pada masalah umum yang banyak dialami rumah tangga.
Pengeluaran tidak boleh melebihi penerimaan dapat dilakukan dengan memperbesar sisi penerimaan atau menekan sisi pengeluaran.

Memperbesar sisi penerimaan bisa dilakukan dengan:
1. Menjadi pegawai
2. Menjadi pengusaha
3. Menabung
4. Menalukan investasi
5. Mengembangkan hobi

Menekan sisi pengeluaran bisa dilakukan dengan:
1. Memenuhi kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan)
2. Mengatur prioritas pemmbayaran
3. Mengatur prioritas pembelian barang
4. Gunakan harga sebagai faktor penting pengambilan keputusan pembelian barang
5. Jangan belanja karena iklan
6. Gunakan daftar belanja dan patuhilah.

Selamat mengatur keuangan rumah tangga anda.

2 komentar:

ik4 3nf4 mengatakan...

mba' skrg saya lg usaha kecil-kecilan. soal rumah saya sdh tdk pusing lagi. karena ortu akan membuatkn rmh bt kita, walau sederhana. baru 2 tahun menikah dan sudah punya anak perempuan umur satu tahun, umur saya 27 th. kadang saya juga bingung mengurus soal keuangan. keperluan saya hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja. apalagi biaya hidup semakin lama semakin mahal. kemarin baru saja ikut asuransi pendidikan bt anak. krn saya pikir dia masih kecil, sehingga saya fokus menabung untuk masa depan anak.

saracens mengatakan...

terima kasih infonya, salam kenal dari saya :)