Senin, 30 November 2009

Meniti jembatan merdeka financial

Kaya bukan hal yang haram. Begitu kalimat yang sering dilontarkan oleh kolegaku, saat kami harus bekerja untuk mencari proyek.

Ya bisa dipahami, memang kaya bukanlah hal yang haram, sejauh cara untuk mencapai kekayaan itu ditempuh dengan cara-cara yang benar, baik secara hukum, etika, norma atau prinsip-prinsip kehidupan yang berlaku.
Uang adalah alat tukar untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Uang bukan segalanya, tetapi tanpa uang, banyak materi yang tak mampu dimiliki.

Dan perlu diingat, jangan sampai saat muda kita bekerja keras untuk mengumpulkan uang, tetap saat muda kita harus mengeluarkan untuk mengatasi segala problem yang timbul/efek kegiatan saat mencari uang diusia muda. Karena kalau begini, namanya ya bak buk, alias impas atau ada yang mengatakan “dari zero kembali ke zero”.

Kalau begini, apa artinya uang yang kita miliki, kalau pada akhirnya juga cuma habis tak berbekas…ini namanya kemerdekaan semu alias artificial karena uang yang kita miliki tidak memberikan rasa aman, sebagaimana kunci utama dalam kemerdekaan financial. Kemerdekaan financial harus memberikan kondisi aman pada pribadi dari persoalan keuangan. Rasa aman merupakan syarat penting dalam menuju tahap kemerdekaan financial.

Kalau rasa aman tidak ada meski memiliki harta, berarti kita masih belum merdeka financial, atau dengan kata lain uang tersebut akan menyusut seiring bertambahnya biaya hidup. Bila hal ini terjadi maka sebenarnya kemerdekaan financial yang selama ini dijalani adalah kemerdekaan financial semu.

Menurut Elvyn, agar terhindar dari hal tersebut dan berhasil mencapai kemerdekaan financial yang riel ada 4 tahap yang harus diikuti:
1. Membebaskan logika dari pengaruh perasaan ketika mengambil keputusan di bidang keuangan
2. Memiliki penghasilan yag lebih besar dari pada pengeluaran yang mendasar
3. Kemampuan merencanakan keuangan dan mengimplementasikannya
4. Terbebas dari kebutuhan keuangan untuk membiayai hidup disaat tidak produktif lagi.

Semoga kita bisa meniti jalan menuju merdeka financial. Tidak harus kaya lho, tetapi kalau kaya tidak haram koq.


Tidak ada komentar: